Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 9


__ADS_3

Happy Reading


Paman Antony terlihat menggaruk ujung hidung, seperti salah tingkah.


"Zicko sedang ada urusan mendadak, jadi Paman yang menggantikan nya menjemput mu di sini, Zizi." Ya Tuhan, ada apa ini?


Zicko tidak menjemput ku? Kenapa dia tidak mengabari kalau ada urusan mendadak?


"Mana kopernya, akan ku bawa ke dalam mobil," Paman Antony mengambil koper yang ku bawa dan langsung menariknya begitu saja menuju mobil yang terletak tidak jauh dari tempatku berdiri tadi. Rasanya kaki ini terasa tidak sanggup untuk berpijak untuk melangkah, semua sudah terasa berbeda. Apalagi kelakuan Zicko yang berubah seperti ini, sungguh rasanya terasa begitu aneh dan asing.


"Paman, apa yang di lakukan Zicko sekarang? Kenapa tiba-tiba Paman yang menjemput?" Karena rasa penasaran akhirnya aku bertanya kembali.


Saat ini aku sudah masuk ke dalam mobil Paman Antony, dengan kagum aku menatap bagian dalam mobil dengan interiornya masih sama seperti dulu.


"Entahlah sayang, Paman juga tidak terlalu tahu, yang pentingkan sudah ada yang menjemput, tadi Paman di suruh oleh Mommy Liora karena Zicko sedang ada urusan mendadak."


Setelah mendengar penjelasan dari Paman, aku merasa sedikit lega, meskipun jawabannya masih tidak jelas seperti jawaban di awal sebelumnya tapi kalau mendengar bahwa Zicko baik-baik saja itu sudah bisa membuat hatiku tenang.


Mobil memasuki pekarangan rumah yang begitu luas, sudah genap setahun aku meninggalkan rumah mewah ini, rumah peninggalan Grandpa Jeremy.


Mommy dan Daddy menyambut ku dengan senyuman yang mengembang, ada Bibi Bella dan putranya yang masih sekolah di High School.


Paman Antony membawa kan koperku masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sayang ku, akhirnya kamu kembali nak," Mommy Liora memelukku erat.


"Bagaimana perkembangan perusahaan? Aku yakin kamu dan Stefano pasti bisa menyelesaikan masalah perusahaan dengan baik." Ucap Daddy.


Aku melepas pelukan Mommy dan menatap Daddy yang terlihat semakin tampan saja, persis sekali dengan Zicko.


"Dad, lihat saja di grafik perkembangan perusahaan, sekarang sudah semakin merangkak naik, aku berhasil mengajak kerja sama dengan Perusahaan JB Grup, jadi Daddy tenang saja," Aku memeluk Daddy.


"Sayang, seharusnya kamu menanyakan kabarnya Zizi bukan malah bertanya tentang perusahaan?"


Mommy menggerutu karena Daddy tidak menanyakan kabarku.


"Tidak apa-apa Mom," Aku tersenyum.


"Ayo kita masuk Tuan dan Nyonya, aku sudah menyiapkan makanan untuk menyambut kepulangan Zizi," Bibi Bella berucap.


Akhirnya kita masuk ke dalam rumah, sudah setahun aku meninggalkan rumah ini, masih sama tidak ada yang berubah sama sekali.


"Zicko kemana Mom?"


Aku bertanya tentang keberadaan Zicko yang tidak datang menjemput ku.


Daddy dan Mommy saling memandang, begitu juga dengan Bibi Bella. "Kenapa tidak di jawab?"

__ADS_1


"Zicko sedang ada urusan sayang, tadinya dia ingin menjemputmu tapi ternyata tiba-tiba ada urusan mendadak."


Aku menatap Mommy yang terlihat ragu itu, sebenarnya ada apa sih? Kenapa Zicko seakan menghindari ku?


Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri, tapi sebelum itu aku membereskan semua pakaian dan barang-barang ku terlebih dahulu.


Sebenarnya saat ini aku merasa kangen yang luar biasa terhadap pria mudaku itu. Meskipun usiaku sudah 25 tahun tapi wajahku masih kelihatan seperti remaja yang masih sekolah di sekolah menengah.


Ting!


Sebuah notif di ponsel berbunyi, aku melihat pesan itu dari salah satu sahabat baikku yang bernama Sasha.


'Zizi, aku ingin kita bertemu, bukankah sekarang kamu sudah di USA?'


'Iya, memangnya kenapa?'


'Ada yang ingin ku ceritakan padamu, mengenai Zicko'


Kenapa Sasha ingin membicarakan Zicko, aku menjadi semakin penasaran.


'Baiklah, kita bertemu di tempat biasa.'


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2