Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
126. keributan


__ADS_3

Setelah kemarin mika yang mencari tahu keberadaan Ibrahim, kini sahabatnya yang lain juga mulai bertanya-tanya tentang menghilangnya Ibrahim. Ayra, Fatimah dan mika sepakat tidak ingin memberitahu mengapa sampai Ibrahim menghilang.


" Eh..., Ngomong-ngomong udah berapa hari Ibrahim nggak masuk kemana ya?." Tanya Michelle


" Iya aku juga ke apartemennya nggak ada orang." Timpal Jason


Sedangkan Mika, Ayra dan Fatimah hanya saling tatap seolah mereka sedang melakukan telepati.


Di satu sisi mereka bertiga tidak ingin makin banyak yang mengetahui masa lalu Ayra. Tapi mereka juga penasaran mengapa Ibrahim berapa hari ini menghilang.


Sampai tak lama ada salah satu mahasiswa yang menghampiri mereka dan memberitahu kalau ada yang mencari Ayra.


" Ay, ada yang cari kamu! Mereka menunggu di depan gerbang."


" Siapa?."


" Nggak tahu orangnya judes banget di tanya baik-baik jawabannya ketus. Udah ya ay, aku permisi dulu."


" Iya terima kasih."

__ADS_1


" Siapa ay yang cari kamu?." Tanya Michelle.


" Nggak tahu." Jawab Ayra singkat sambil terus berpikir siapa yang menemuinya.


" Ya udah lebih baik kita lihat aja dari pada bertanya-tanya." Ucap Mika.


Mereka semua pun pergi ke pintu gerbang untuk mengetahui siapa yang mencari Ayra.


Sampai di pintu gerbang tenyata keluarganya Ibrahim yang datang mencarinya.


" Mau apa lagi ya?." Tanya Ayra dalam hati entah kenapa tiba-tiba perasaannya nggak enak.


Tiba-tiba mamanya Ibrahim berjalan mendekat ke Ayra dan langsung menjambak rambut Ayra yang tertutup hijab.


Tindakan mana Ibrahim membuat mereka menjadi tontonan para mahasiswa yang kebetulan berada di sana.


" Ibu jadi orang jangan kasar dong bisa nggak bicara baik-baik." Ucap Fatimah yang berusaha untuk melepaskan jambakan mamanya Ibrahim.


" Iya lagian ibu siapa sih? Nanya Ibrahim ke Ayra." Timpal Nancy

__ADS_1


" Alah kalian nggak usah ikut campur, pasti wanita ini yang sudah menghasut Ibrahim."


" Alasannya apa? Kenapa harus Ayra menghasut Ibrahim." Timpal Michelle lagi.


" Karena kami nggak setuju kalau punya menantu seperti dia. Yang masa lalunya sangat buruk, dan punya orang tua angkat yang sok alim tapi malah mengangkat anak seperti dia. Atau jangan-jangan orang tua angkat kamu sama seperti kamu anak haram." Teriak mamanya Ibrahim.


Ayra langsung menepis tangan mamanya Ibrahim saat kedua orang tua angkatnya di hina dan di rendahkan.


" Hai anak haram beraninya ya kamu." Teriak mamanya Ibrahim saat tangannya di tepis.


" Ibu boleh menghina saya tapi jangan pernah menghina orang tua angkat saya." Ucap Ayra dingin sambil menatap tajam mamanya Ibrahim.


Plak...


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Ayra dan pelakunya adalah mamanya Ibrahim. Dan semua orang terkejut dengan apa yang baru mereka lihat.


" Dasar anak haram! Anak pelacur! Beraninya kamu sama saya. Buka ini hijab kamu nggak pantas anak haram pakai hijab." Teriak mamanya Ibrahim emosi sambil menarik hijab Ayra.


Para sahabatnya melihat hijab Ayra di tariak oleh mamanya Ibrahim. Dan berhasil memperlihatkan mahkota di kepalanya yang selalu dia jaga dari kecil. Karena memang dari kecil Ayra sudah di ajarkan untuk menutup auratnya. Tiba-tiba semua orang bisa melihatnya, pikiran Ayra kalut seolah dunia berhenti berputar.

__ADS_1


Jason yang hari itu menggunakan jaket rajut langsung melepas jaketnya lalu menutupi kepala Ayra dengan jaketnya. Sedangkan Fatimah langsung mendekap tubuh Ayra.


Beruntung security kampus cepat datang dan langsung mengkondisikan keadaan. Mereka semua di bawa ke kantor keamanan kampus. Tapi saat akan berjalan Ayra tiba-tiba pingsan.


__ADS_2