
Andra yang baru sampai bersama dengan Oma buyut dan opa buyut juga kedua omnya. Langsung menghampiri maminya
" Ami Dede anda ana." Tanya Andra.
" Kok nggak peluk dan cium mami sih, mami sedih deh." Ucap Zafira pura-pura sedih.
" Oyong anda nda ape." Ucap Andra yang meminta tolong naik ke tempat tidur mami nya.
" Aduh anak papi nggak nyampe ya." Bagas mengangkat anaknya untuk naik ke tempat tidur istrinya.
" Acih api."
Andra langsung memeluk dan mencium maminya.
" Dah anda au iyat Dede anda." ucap Andra.
" Nih Adik Andra." Mommy Khayra mengendong bayi Arfan untuk ditunjukin ke Andra.
Andra melihat adik barunya begitu bahagia.
Tak lama datang keluarga mas sakti, di lanjut Zahra dan Fachri yang datang untuk melihat cucu ponakannya sebelum mereka bertugas. Setelah di Zahra dan Fachri pamit karena harus bertugas sebagai dokter.
Kakek dan nenek Zafira pun datang ke rumah sakit bersamaan dengan Dania dan juga suami, Mas Sakti yang datang bersama dengan anak dan istri. juga kak Iqbal dan istrinya kak Michiko.
Kedatangan mereka semua membuat ruangan rawat Zafira ramai. Menjelang siang datang kak Gita bersama anaknya Maura.
" Wah Andra adiknya banyak ya." Tanya kak Amara.
__ADS_1
" Iya ya Ade anda anyak."
" Tante bawa pulang satu boleh nggak."
" Nda...nda oleh." ucap Andra yang langsung menghampiri kedua adiknya takut di bawa pergi.
Semua tertawa melihat tingkah Andra yang takut adiknya di bawa.
******
Akhirnya selesai sudah para tamu undangan sudah pada pulang.
" Nak Arif kalau tinggal di sini nggak apa-apa kan." Tanya ayah Rudi.
" Nggak apa-apa kok pak." jawab Arif.
" Nak Arif masih mau kerja di restoran atau mau ikut kerja di tempat ayah." Tanya ayah Rudi lagi.
" Nggak apa-apa itu semua keputusan nak Arif.' ucap ayah Rudi yang tidak mau memaksa anaknya.
" Ya sudah lebih baik kita istirahat saja dulu nanti kita mau nengokin bayinya Bagas di rumah sakit. Lun ajak suami kamu istirahat." ucap Jihan.
" Ayo mas." Luna mengajak suaminya untuk ke kamarnya dan Arif pun mengikuti wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya.
" Untuk ibu dan bapak juga Anin dan Aga, bisa istirahat di kamar tamu. Nggak usah sungkan sekarang kita itu sudah menjadi keluarga." Jawab Jihan yang mempersilahkan keluarga Arif untuk beristirahat.
*
__ADS_1
" Silahkan masuk mas." ucap Luna mempersilahkan suaminya untuk masuk.
Arif pun masuk kedalam kamar istrinya yang luasnya dua kali dari kamar mess nya.
" Mas kalau mau ke kamar mandi di sana." Tunjuk Luna.
" Oh iya, kalau gitu saya ke kamar mandi dulu mau bersih-bersih." ucap Arif yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Arif selesai kini giliran Luna yang masuk ke dalam kamar mandi. Dua puluh menit Luna di dalam kamar mandi, dia pun keluar dari kamar mandi sudah memakai baju rumahan. Luna juga tidak memakai kerudung dan membiarkan rambut lurus hitam panjang itu tergerai.
Arif yang melihat Luna tidak pakai kerudung dan membiarkan rambutnya tergerai. Dia sungguh terpesona ini kali keduanya dia melihat Luna tanpa penutup kepala. pertama di hotel saat kejadian yang lalu, tapi dia hanya melihat sepintas.
" Cantik..." gumam Arif pelan.
" Mas mau di buatin kopi." tanya Luna menawarkan suaminya kopi.
" Nggak usah perut saya sudah kenyang."
" Mas, mas nggak apa-apa kan tinggal di sini." tanya Luna.
" Nggak apa-apa."
" Nggak takutnya mas keberatan, soalnya kan nggak mungkin aku ikut tinggal di mess. Kalau ngontrak dari pada uangnya buat ngontrak lebih baik di kirim ke ibu dan bapak. Toh di sini cuma tinggal aku, ayah, mas Aji dan ART aja." ucap Luna.
" Nggak apa-apa kok, Oh iya kamu nggak apa-apa kan kalau aku masih kerja di restoran dan dengan gaji yang kecil nggak kaya kamu pastinya gaji besar." ucap Arif.
" Seberapa pun uang yang mas Arif kasih pasti aku akan terima dan yang aku guna kan sudah tentu uang dari mas Arif. Mas Arif nggak usah minder ataupun kecil hati saat ini kita sudah menjadi suami istri. Mari kita berjuang sama-sama untuk menjadi sukses." ucap Luna.
__ADS_1
" Dan satu lagi mas Arif walaupun mas Arif lebih muda dari saya. Tapi mas Arif saat ini kepala keluarga jadi kalau ada sesuatu yang salah silahkan tegur." ucap Luna lagi.
" Iya mari kita sama-sama belajar." jawab Arif.