
Author POV
Zico menatap Javier dengan tatapan yang sangat tajam, sejak awal dia memang tidak menyukai pria itu sama sekali.
Pria yang tidak lain adalah atasan Zivanna ini memiliki sorot yang berbeda saat menatap kekasihnya, Zicko yang sesama pria bisa melihat semua itu meskipun Zizi tidak menyadarinya.
Zicko merasa Javiar adalah ancaman bagi hubungannya dengan Zizi. Sedangkan Zivana merasa situasi di dalam itu semakin tidak baik.
Apalagi kondisi melihat Lolita dan Javier yang sepertinya tengah mabuk parah.
"Zicko, ayo kita pergi dari sini!" Zivanna menarik lengan Zicko untuk mengajaknya keluar dari bar itu.
Sepertinya kondisinya sudah sangat tidak kondusif.
Tapi di saat bersamaan Javier langsung menarik tangan Zivanna sampai Gadis itu terdorong ke arahnya.
Javier membutuhkan Zizi sekarang, dia benar-benar mencintai wanita yang masih menjabat sebagai sekretaris nya ini.
"Javier!"
Zicko yang melihat keberanian Javier langsung marah seketika.
"Apa yang kamu lakukan dasar brengsek!! lepaskan kekasihku!" seru Zikco dengan menahan amarah.
"Aku tidak akan melepaskan Zivana, aku akan membawa dia pergi bersamaku!" zicko langsung mengeraskan rahangnya dan akan memukul Javier.
Bugh, bugh!!
Zicko memukul rahang Javier hingga pria itu melepaskan tangannya dari lengan Zivana. Zizi langsung berlari untuk menyelamatkan diri.
"Stop! hentikan!!"
Wanita yang akan ditampar oleh Zicko tadi terlihat sangat marah saat mengetahui Javier yang di pukul seperti itu.
Javier merasa tubuhnya sudah kepanasan dan kepalanya terasa sangat sakit. Dia butuh pelepasan secepatnya karena efek dari obat yang telah diberikan oleh mantan kekasihnya tersebut.
__ADS_1
Wanita yang bernama Lolita itu langsung mendekap Javier dari belakang, niat hati ingin mengajak kembali mantan kekasihnya dengan cara cara memberi obat dan menghabiskan malam bersama, tapi ternyata Javier menolak mentah-mentah. Tentu saja dia merasa sangat kecewa dan sakit hati, apakah semudah itu Javier melupakannya?
Pikiran Javier saat itu langsung tertuju kepada Zivanna, dia pun ingin meminta pertolongan Zivanna untuk mengobati efek obat yang sangat menyakitkan itu.
Akhirnya perdebatan pun dimulai ketika Lolita ingin Javier segera menjamahnya tapi pria itu langsung menolak dan menghubungi Zivanna.
Sejak awal Javier memang sudah tertarik kepada Zivanna pada saat dia melihat wanita itu pertama kali di apartemen.
Mereka memang tinggal di apartemen yang sama, apa lagi Javier mengetahui bahwa Zivanna melamar di perusahaannya dan langsung diterima begitu saja oleh Javier, bahkan langsung diangkat menjadi sekretaris pribadinya. Itu semata-mata karena memang Javier memiliki ketertarikan terhadap Zivanna.
Lolita yang menyesal karena telah menolak lamaran Javier pada waktu itu, dia selalu ingin meminta kembali kepada Javier, tapi pria itu terlanjur sakit hati dan kecewa karena lamarannya ditolak.
Pada akhirnya dia mengajak Zivana pergi ke restorannya untuk mengenalkan pada wanita itu, bahwa Javier sudah memiliki tambatan hati yang lain.
Lolita sangat marah dan kesal karena Javier telah menggantikan dirinya dengan wanita lain, akhirnya dia menggunakan cara itu untuk merebut kembali.
Tapi kenyataannya malah menjadi bumerang untuk dia sendiri, Zicko dan Zivanna tidak tahu apa-apa soal masalah kedua orang itu, akhirnya Zicko mengajak Zivana pergi dari tempat itu pada saat kedua orang itu terlihat berdebat
Zizi terlihat sangat ketakutan, Zicko memapahnya ke dalam mobil dan segera membawa pergi kekasihnya itu dari tempat tersebut.
"Sudah ku bilang kan sayang kalau atasanmu itu bukanlah pria yang baik, dia akan mencoba tidur denganmu, sepertinya pria itu sudah diberi obat oleh wanita tadi!" ucap Zicko melirik ke arah kekasihnya tersebut.
"Maafkan aku Zicko yang tidak mempercayaimu, aku juga tidak tahu kenapa percaya begitu saja dengan Javier," ucap Zivanna menyesal.
Zikco menyentuh tangan Zivanna dan mencium punggung tangannya berkali-kali. Pria itu sangat tulus dan mencintai wanita yang lebih dewasa darinya itu.
"Kalau begitu kamu mau kan kembali ke Amerika bersamaku? kita akan menjalin hubungan ini dengan restu kedua orang tua kita dan kita bisa bebas bermesraan di manapun."
Zivanna menoleh ke arah Zicko, dia sedikit terkejut dengan ucapan pria muda itu.
"Apakah orang tua kita sudah mengetahui tentang hubungan terlarang ini?" tanya Zivanna.
"Ayolah Zizi, jangan mengatakan kalau hubungan kita ini terlarang, sama sekali tidak terlarang karena kita hanyalah saudara angkat dan tidak ada darah yang mengalir sama di dalam tubuh kita, jadi sah-sah aja kalau kita menjalin hubungan.
Zivanna tersenyum dan merasa sedikit lega, setidaknya orang tua mereka memang telah mengetahui hubungan itu tanpa adanya adegan yang dramatis.
__ADS_1
Tapi dia masih bingung apakah akan kembali ke Amerika atau tetap tinggal menetap di Australia karena sudah merasa betah tinggal di Negara kangguru itu.
"Bagaimana Sayang, apakah kamu akan mengubah keputusanmu dan ikut kembali ke Amerika bersama kami? ayolah aku tidak bisa berjauhan denganmu lagi sayang."
"Entahlah Zicko, aku tidak tahu! mungkin kalau kita tidak bersama dan menjaga jarak, perasaan kita ini lama-lama juga akan berubah. Aku masih bingung dengan hubungan kita ini, apakah pantas kamu yang masih muda itu menyukai wanita yang lebih dewasa seperti aku."
"Kenapa kamu berucap seperti itu? apakah kamu tidak mencintaiku lagi?" tanya Zicko masih fokus menyetir.
Zivanna hanya diam tidak menjawab, jujur di lubuk hatinya yang paling dalam ia masih mencintai pria muda itu, tapi entah kenapa Zivanna sadar bahwa Zico masih sangat muda dan dia pasti bisa mendapatkan wanita seumurannya yang lebih dari Zivanna.
"Jangan berpikir untuk berpisah denganku, Aku tidak akan pernah melepaskan mu sayang," Sepertinya Zicko mengetahui isi hati Zivanna.
Pria itu menepikan mobilnya di pinggir jalan, Zikco memandang Zivanna dengan tatapan yang penuh kerinduan luar biasa di hatinya, wanita dewasa yang sangat cantik itu berhasil memporak-porandakan hati dan jiwanya.
"Please, jangan lepaskan aku sayang?"
Zivanna menatap wajah Zico dengan tatapan yang sendu, padahal selama ini wanita itu ingin menjadikan pria muda yang sudah menjadi duda ini sebagai satu-satunya yang ada di hatinya.
Tapi entah kenapa setelah dia mengalami semua kejadian rumit di hidupnya, Zivana saat ini masih ingin sendiri tanpa memikirkan hal-hal yang berbau cinta, selama ini wanita itu merasa telah terbelenggu oleh rasa yang selalu dijunjungnya itu.
Zicko yang melihat Zivana hanya diam langsung menarik tengkuknya dan mencium bibir wanita cantik itu.
Menautkan lidah dan saling menyesapi rasa yang selama ini menjadi candunya.
Perlahan namun pasti, ciuman itu sudah menjadi panas, pertahanan Zivana telah runtuh, dia benar-benar tidak bisa menghindar dari sentuhan sang Duda muda itu.
Sedangkan di sisi lain
Javier melempar tubuh Lolita di atas ranjang dengan kasar, pria itu sangat marah terhadap mantan kekasihnya, dan dengan kasar dia langsung mencium bibir Lolita tanpa ada perasaan.
Bahkan Javier langsung merobek paksa baju Lolita dan membuangnya asal. Lolita sangat takut melihat keadaan Javier yang sangat menakutkan itu.
Dengan kasar Javier langsung menyatukan tubuhnya dengan tubuh Lolita demi melepaskan rasa sakit akibat obat yang diberikan oleh wanita di bawahnya ini.
Lolita merasakan sakit di sekujur tubuhnya, wanita itu hanya menangis dalam diam, bukan ini yang dia inginkan, Lolita hanya menginginkan Javier kembali kepadanya tetapi cara dia salah.
__ADS_1
Akibatnya dia menanggung sendiri perbuatannya itu.
Bersambung.