
Kini sahabat-sahabat Ayra berkumpul termasuk Fatimah yang harus membawa mobil Ayra pulang.
" Fat, bisa kamu kasih tahu kami sebenarnya ada masalah apa antara Ayra dan Ibrahim." Tanya Michelle dan dianggukin oleh yang lain.
Fatimah menatap sekilas ke Mika dan seolah Mika menjawab kalau memang harus memberitahukan semuanya ke para sahabatnya.
Akhirnya Fatimah pun menceritakan semuanya ke para sahabatnya termasuk masa lalu Ayra. Sebenarnya Fatimah berat menceritakan masa lalu Ayra karena itu bukan haknya untuk berbicara. Tapi kalau tidak begitu Fatimah takut temannya salah paham dan menjauhi Ayra.
Ketakutan fatimah tidak terbukti mereka sangat kesal dengan orang tua Ibrahim yang berpikiran tentang orang tua kandung Ayra di masa lalu. Padahal belum tentu yang orang tuanya nggak bener tapi anaknya benar dan sukses. Begitu juga kebalikannya ada orang tua yang memang orang baik-baik tapi anaknya sangat tidak baik.
__ADS_1
Setelah sahabatnya mengetahui semua yang terjadi antara Ayra dan Ibrahim. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Ayra.
******
Sampai di rumah sakit Ayra di periksa dan dokter menyatakan keadaan baik-baik saja. Tidak ada penyakit apapun hanya saja Ayra sepertinya sedang tertekan dan itu yang membuat Ayra sepertinya enggan membuka matanya. Dokter meminta keluarga untuk memberi pendekatan agar Ayra menjadi lebih nyaman.
Setelah dokter pergi Mami Zafira mendekati brankar Ayra, Mami Zafira mencium kening Ayra setelah itu mengelus rambut Ayra.
Tak lama Ayra membuka matanya dan langsung teriak histeris nggak mau melihat orang. Mami Zafira langsung mendekap tubuh putrinya untuk menenangkannya. Sedangkan papi Bagas langsung memanggil dokter.
__ADS_1
Dokter pun datang dan langsung memberikan suntikan penenang ke Ayra. Setelah Ayra kembali tenang, dokter pun mengajak papi Bagas untuk berbicara.
Sakha langsung memeluk tantenya yang sangat terpukul karena kejadian yang menimpah putrinya.
Sedangkan di ruangan dokter stevan yang ternyata juga mengenal keluarga al-fathir. Dokter stevan bertanya apa yang terjadi dengan Ayra karena menurut dokter stevan, Ayra mengalami trauma psikis.
Papi Bagas pun menceritakan apa yang baru saja terjadi tanpa ada yang di tutupi. Dan setelah mendengar cerita papi Bagas dan Dokter stevan yang sangat mengenal keluarga al-fathir terutama Deddy Gibran Sangat memahami kondisi Ayra. Dan dokter stevan menyarankan agar Ayra di tangani oleh dokter psikiater. Papi Bagas pun langsung menyetujuinya dan meminta dokter psikiater yang bagus.
Setelah dari ruangan dokter papi Bagas pun bercerita tentang kondisi Ayra yang harus mendapatkan penanganan dari dokter psikiater.
__ADS_1
Sakha meminta izin om dan Tantenya untuk memberitahukan keluarga besarnya yang ada di Indonesia maupun di negara lain tentang kondisi Ayra.
Setelah mendapat izin Sakha pun langsung memberi kabar tentang Ayra yang masuk rumah sakit tanpa memberitahu penyebabnya. Baru setelah semuanya menanyakan Ayra sakit apa Sakha meminta yang lainnya untuk join zoom agar lebih enak bercerita. Sakha pun pamit sama om dan Tantenya untuk pergi ke parkiran. Sakha berniat untuk melakukan zoom di dalam mobil bersama Chiko dan Sonya.