Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
88. Rasa kangen Ayra


__ADS_3

Di tengah perjalanan Vito mengajak Andra dan Bintang untuk mampir dulu ke Drive thru restoran cepat saji .


" Andra kita mampir dulu beli burger dulu yuk, aku lapar banget. Bin nggak apa-apa kan kalau mampir dulu." Tanya Vito.


" Iya nggak apa-apa." Jawab Bintang.


Andra pun membelokkan mobilnya ke restoran cepat saji.


" Kalian mau pesan apa?." Tanya Andra begitu sampai di tempat pemesanan.


" Aku double cheese burger, fried fries, minumnya ice lemon tea." Jawab Vito.


" Kamu bin?." Tanya Andra ke bintang.


" Aku chicken burger sama minumnya air mineral aja." Jawab Bintang.


Andra pun memesan pesanan mereka dan membayarnya setelah itu menunggu berapa saat pesanan mereka pun jadi. Setelah itu Andra pun kembali menjalankan mobilnya meninggalkan restoran cepat saji.

__ADS_1


Andra pun mengantarkan Bintang dulu ke rumahnya, dan sampai di rumah Bintang bersama dengan papanya Bintang yang juga sampai rumah. Andra dan Vito pun ikut turun untuk menyapa papanya Bintang.


" Assalamualaikum om." Andra dan Vito pun mencium tangan om Mike dan Tante Ditha, papa dan mamanya Bintang.


" Walaikum salam, kok kalian bisa pulang bareng ." Tanya om Mike.


" Kebetulan tadi sekolahnya bintang ada pertandingan basket tingkat kabupaten di sekolah Andra om. Makanya  kita bisa pulang bareng." Jawab andra.


" Oh gitu, ayo masuk dulu." Ajak om Mike.


" Ya sudah kalau gitu terima kasih ya sudah  nganterin Bintang pulang. Kalian hati-hati ya pulangnya."


" Iya om, Tante. Assalamualaikum." Andra dan Vito pun pamitan dan kembali masuk ke dalam mobil kembali.


" Walaikum salam."


*****

__ADS_1


Sudah hampir delapan bulan Ayra tidak pernah bertemu dengan Ghaizan karena dari pertama kakak sepupunya itu masuk sekolah Akmil di Magelang. Sampai sekarang kakak sepupunya itu belum pernah pulang. Hanya om Sakti dan Tante Mala saja yang setiap bulan selalu menjenguk bang Ghaizan ke Magelang.


Bulan ini om sakti dan Tante Mala juga mezzaluna adiknya bang Ghaizan, mereka akan menjenguk bang Ghaizan. Tapi kali ini tidak hanya om sakti, Tante Mala dan Mezzaluna saja. Tapi mereka akan pergi bersama Oma dan opa yang sudah kangen sama cucunya dan juga keluarga om Rayyan yang memang akan ke Magelang karena ada undangan dari temannya om Rayyan.


Ayra sebenarnya juga kepingin ikut karena dia juga kangen dengan laki-laki yang sudah mengisi isi hatinya. Tapi Ayra nggak mungkin menawarkan diri ingin ikut.


Ayra hanya melihat kepergian keluarga om sakti, keluarga om Rayyan, dan juga Oma dan Opanya. Ayra hanya berharap suatu hari ini dia bisa mengunjungi pujaan hatinya atau dia menunggu pujaan hati nya pulang ketika liburan panjang.


Untuk menghilangkan kesedihannya Ayra pun memilih untuk pergi menemani Tante Jihan di rumahnya. Kebetulan suami Tante Jihan sedang bertugas di luar kota jadi Ayra bisa menginap di sana.


" Hai jangan bengong aja." Tanya Tante Jihan yang tiba-tiba duduk di sebelahnya dan itu membuat Ayra kaget.


" Hah...kenapa Tan, Tante Jihan ngomong sama aku." Tanya Ayra yang berbalik bertanya.


" Kenapa bengong aja dari tadi Tante perhatiin loh. Apa kamu lagi ada masalah? Kalau kamu mau bisa cerita siapa tahu bisa meringankan pikiran kamu supaya nggak bengong aja." Ucap Tante Jihan.


" Nggak apa-apa tan, aku cuma sedang mikirin nanti kalau nanti mau kuliah di mana?." Jawab Ayra yang nggak mungkin cerita kalau dia sedang memikirkan kakak sepupunya sepupunya .

__ADS_1


__ADS_2