Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
112. video call


__ADS_3

Andra menunggu mobil papi dan Maminya menghilang dari pandangannya. Baru Andra kembali masuk ke dalam rumah mertuanya. Dan Andra kembali bergabung dengan saudara Gianna yang memang akan menginap di rumahnya.


Jam sepuluh malam Andra pun memilih masuk kedalam kamar.


Ceklek ...


" Mas mau mandi kalau mau mandi biar aku siapin air hangat dulu." Tanya Gianna begitu suaminya masuk ke dalam kamar.


" Nggak usah dek aku nggak mandi paling cuci muka sama gosok Gigi aja." Jawab Andra.


" Ya sudah aku siapin baju tidurnya ya." Andra mengangguk.


Andra keluar kamar tapi tak mendapati keberadaan istrinya, Andra pun mengambil ponselnya lalu naik ke atas ranjang sambil mengecek email yang masuk.


Gianna masuk ke dalam kamar sehabis mengambil minum untuk persediaan di kamarnya.


" Dari mana dek?." Tanya andra.

__ADS_1


" Dari bawah ngambil minum takut nanti malam haus malas turun ke bawah." Jawab Gianna.


" Oh iya dek, tadi Oma telpon kalau besok pagi sekitar jam enam ada orang yang datang nganterin catering untuk sarapan dan siang nya juga bakal ada yang nganterin juga untuk makan malam."


" Ya Allah Oma pakai repot - repot, ya udah aku bilang ke mama sama Tante biar besok nggak usah repot bikin sarapan." Ucap Gianna yang izin untuk keluar kamar lagi.


Gianna hanya pergi memberitahu mama dan juga tantenya agar besok tidak usah membuat sarapan. Setelah itu Gianna kembali ke kamarnya begitu masuk kamar, Gianna melihat suaminya sedang melakukan video call.


Gianna pun langsung naik ke atas ranjang dan duduk di samping suaminya karena dia penasaran dengan siapa suaminya sedang video call.


" Assalamualaikum, kakak ipar." Sapa seseorang saat ponsel suaminya diarahkan ke Gianna.


" Walaikum salam Ay, apa kabar?."


" Alhamdulillah baik kak, oh iya kak turut berdukacita ya kak maaf aku nggak bisa pulang."


" Nggak apa-apa Ay, gimana kuliah kamu? Terus kapan pulang pingin ngobrol banyak."

__ADS_1


" Kuliah aku baik dan insyaallah bulan depan akan pulang kan bulan depan Breeze dan mas Ghaizan akan nikah. Oh iya kak gimana nikah sama mas Andra! Nyebelin nggak."


" Kita kan baru nikah dua hari Ay, jadi belum nyebelin tuh nggak tahu nanti kamu tahu sendiri udah dari jaman sekolah kakak kamu itu terkenal manusia kulkas dua pintu." Ucap Gianna yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya dan membuat Gianna dan Breeze menahan tawanya.


" Kak gia dan mas Andra udah dulu ya, soalnya aku mau lanjut ngerjain tugas, assalamualaikum." Ayra mengakhiri sambungan video call nya.


" Walaikum salam." Andra menaruh ponselnya di nakas sampai tempat tidurnya.


" Mas, Ayra di London kuliah di tempat yang sama kamu?." Tanya Gianna.


Andra mengangguk.


" Terus Ayra tinggal bareng kamu! Bukannya kamu tinggal bareng sama Lexi dan Vito juga."


" Tinggal di apartemen yang sama iya, tapi beda lantai. Ayra tinggal sama sepupunya mami yang memang menetap di sana. Baru pas aku lulus, Ayra baru pindah ke bekas apartemen aku."


" Tinggal sendirian?."

__ADS_1


" Nggak dia tinggal sama sahabatnya! Orang Indonesia juga dia kuliah di London karena dapat beasiswa. Sebenarnya sahabatnya Ayra harusnya tinggal di asrama tapi Ayra yang meminta dia untuk tinggal bersama Ayra." Jelas Andra.


Andra mengajak istrinya untuk tidur


__ADS_2