
Happy Reading.
"Aku ikut!"
Zicko menawarkan diri untuk ikut dengan ku mencari Javier.
"Tapi ... !"
"Tidak ada tapi-tapian, sayang, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa, aku yakin tempat itu bukanlah tempat yang bagus, apalagi kamu akan menemui laki-laki, aku tidak rela!"
"Baiklah, ayo!"
Zicko mengambil kunci mobilku dan jaketnya, akupun mengambil jaket ku karena malam ini cuaca sedikit mendung, membuat hawa dingin terasa menusuk ke dalam kulit.
Entah ada apa dengan Javier, kenapa tiba-tiba dia menelpon ku di malam-malam begini. Saat ini aku sedang berada di perjalanan menuju ke tempat yang disebutkan Javier tadi ditelepon, bersama dengan Zicko.
Zicko memaksa untuk tetap ikut menemui Javier, dia mengatakan tidak akan tenang kalau membiarkanku pergi sendirian malam-malam begini apalagi menemui seorang laki-laki.
"Zizi sayang, sebenarnya aku merasa curiga dengan atasan mu itu. Lihatlah, kenapa dia malam-malam begini menelpon mu dan meminta bantuan? apa itu tidak mencurigakan sayang?"
Aku hanya diam tidak menjawab.
Tapi menurutku memang benar juga apa yang si katakan Zicko, ataukah dia sengaja menelepon ku karena dia dalam keadaan terdesak dan jika aku yang menolong nya bukankah lebih cepat sampai ke apartemen nya, karena unit apartemen kita berada di gedung yang sama.
"Entahlah, mungkin karena aku tetangganya," jawabku masuk akal.
"Kenapa dia tidak meminta bantuan pada yang lain saja? dia kan seorang Bos, tentu saja memiliki asisten pribadi atau sahabat yang bisa membantunya, bukan?" Duda muda di sampingku ini dari tadi selalu cerewet, sampai aku bosan mendengarnya nya.
"Zicko, kamu bisa diam tidak? fokus saja untuk menyetir nanti kita juga tahu kenapa Javier malam-malam begini menelpon ku, jadi sekarang kamu diam saja, oke!" Javier langsung menghentikan bicaranya, dia terlihat sedikit melirik ke arahku kemudian fokus lagi ke depan.
Tidak sampai 30 menit akhirnya kita sampai di tempat yang disebutkan oleh Javier tadi. Mataku melotot sempurna ketika mendapati sebuah nama bar yang cukup terkenal di kota ini.
"Wah, wah sepertinya memang benar kalau pria itu sedang merencanakan hal buruk padamu sayang, lihat saja apa yang akan dilakukan padamu dengan menyuruh mu kw tempat seperti ini? aku pasti akan menghajarnya!" Zicko sudah mengepalkan kedua tangannya.
Aku juga sempat kaget melihat nama bar itu, sebenarnya kenapa sih dengan Javier? kenapa dia menelponku dan menyuruhku ke tempat ini? kalau memang dia membutuhkan bantuan, apa lagi di tempat seperti ini, bukankah seharusnya dia meminta pada orang lain? lalu sebenarnya apa yang dia rencanakan.
__ADS_1
"Ayo sayang kita masuk, kita lihat si pria brengsek atasan mu itu dia sedang melakukan apa di dalam." Zicko menarik lenganku dan mengajakku masuk ke tempat itu.
Kakiku melangkah masuk ke dalam bar, aku melihat banyak orang yang terlihat saling bermesraan tanpa rasa malu. Oh Tuhan, sebenarnya ini tempat apa? jujur, meskipun sebelumnya aku pernah bermain ke tempat seperti ini, tapi biasanya aku pergi ke cafe bar bersama Zicko dan teman-temanku, kami hanya bersenang-senang sedikit dan tidak sampai melakukan hal-hal yang diluar wajar seperti itu.
"Sayang, di mana atasanmu itu?" bisik Zicko di telingaku.
Suasana yang cukup ramai membuatku kesulitan untuk mencari Javier.
"Entahlah, aku juga tidak tahu!"
Aku hanya bisa mengedarkan pandangan mencari Javier dan menyapu seluruh ruangan, suasana yang sedikit remang itu disertai dengan dentuman musik dari DJ membuat telingaku sedikit sakit.
Sungguh aku merasa jijjk melihat orang-orang yang ada di tempat ini.
"Kenapa tidak kamu telepon saja, sayang!" tanya Zicko sambil sedikit berteriak.
"Aku sudah berusaha menelponnya, tetapi dari tadi nomornya sudah tidak aktif. Sebaiknya kita cari di dalam sana!" aku menunjuk sebuah pintu yang entah kemana arahnya karena ditempat ini aku tidak melihat Javier.
Akhirnya aku dan Zicko memutuskan untuk masuk ruangan itu dan betapa terkejutnya saat kami memasuki sebuah ruangan yang diperuntukkan untuk orang-orang yang sedang melakukan adegan bercinta.
Zicko langsung menarikku keluar karena dia juga tidak ingin aku melihat hal-hal seperti itu, padahal kami sudah sering melakukannya.
Tapi melihat orang lain melakukan adegan itu tentu membuat ku mual sendiri.
"Kalau kita tidak bisa menemukan Javier, sebaiknya kita pulang saja, sayang. Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa denganmu!"
Aku mengangguk kan kepala.
"Baiklah, sepertinya aku juga sependapat denganmu kali ini Zicko!"
Zicko menggenggam tanganku dan menarikku keluar dari tempat ini. Sungguh rasanya kakiku berasa lemas, seperti jely yang sewaktu waktu bisa meleleh.
Byuurrr!!!
Aku terkejut saat merasakan seluruh badanku tiba-tiba basah karena tersiram oleh minuman yang sangat menyengat baunya.
__ADS_1
Astaga, siapa yang melakukan ini! Jerit ku dalam hati. Aku menatap wanita yang baru saja menyerang ku itu.
Seorang wanita yang wajahnya sangat tidak asing menyiramkan segelas penuh minuman beralkohol ke arah tubuhku.
Lihatlah bahkan gelasnya masih anda di tangan wanita itu.
"Hei..! dasar wanita brengsek! apa yang kamu lakukan!!" Zicko yang berteriak dia langsung membuka jaketnya dan menutupi tubuh bagian atas ku yang basah.
Wanita itu tertawa keras, sungguh aku tidak mengerti kenapa wanita itu menjadi gila seperti ini, ada apa dengan nya?
"Dia memang pantas mendapatkannya!! lihatlah bagaimana dia dengan genitnya merayu Javier! aku sangat tidak suka dengan wanita ini karena telah merebut perhatian Javier!!" teriak wanita yang setelah aku amati ternyata dia adalah mantan kekasih Javier yang entah siapa namanya.
"Apa maksudmu Nona? Aku tidak mengerti, kenapa kamu mengatai ku merebut perhatian Javier? sedangkan aku dan Javier tidak ada hubungan apa-apa." Aku sungguh geram dengan wanita ini.
"Hahaha!! tutup mulutmu!! Aku tahu kamu telah merayu Javier kan? dia tidak mungkin bisa bercinta dengan wanita lain kalau wanita itu tidak merayunya!!" teriak wanita itu, suaranya begitu nyaring hingga membuat semua orang yang ada di tempat itu menatap ke arah kami.
"Apa maksudmu? aku tidak mengerti sama sekali!!"
"Jangan berpura-pura!! Aaakkkk!!" wanita itu berteriak dan hampir menjambak rambutku.
Tapi Zicko langsung menghadang dengan tubuh tegapnya.
"Hey Nona!! kamu salah paham!" seru Zicko.
"Siapa kamu pria muda! tidak perlu ikut campur dengan urusan kami!"
"Aku adalah kekasih Zivanna, jadi disini aku perlu ikut campur dengan urusan mengenai dia.!"
"Kekasih? kekasih bayaran maksudmu?"
Zicko hampir saja melayangkan tamparan ke arah wanita itu kalau saja tidak ada sebuah tangan yang menghentikannya.
Aku melihat Javier menatap ke arah Zicko dengan mata yang sangat merah, sepertinya pria itu setelah mabuk.
Zicko tak kalah sengit menatap Javier dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Bersambung.