Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
Bab 14


__ADS_3

Happy Reading.


Luka itu masih membekas di relung hati, bahkan terkadang masih terasa sakit dan perih, meskipun aku sudah berusaha mengobatinya tapi tidak semudah kamu menambal baju yang sudah robek.


Entah kenapa hidupku menjadi seperti ini. Dulu aku sudah menggadang-gadang akan menikah dengan pria yang ku cintai dan kami saling mencintai, tapi nyatanya saat ini semuanya berubah. Cinta, apalah daya jika hati sudah terpaut. Nyatanya mencintainya itu begitu menyakitkan.


Sudah sebulan ini aku pergi dari rumah. Yah setelah beberapa hari setelah kejadian di rumah sakit waktu itu aku langsung pergi dari kediaman Daddy Nickolas.


Nomerku sudah ku ganti dengan yang baru, aku tahu Zicko, Mommy dan Daddy sedang mencari ku kemana-mana.


Tapi aku sudah terlanjur kecewa dengan mereka, semua orang telah membohongiku. Apa menurut mereka itu hal yang menyenangkan. Sakit sekali rasanya mengingat semua itu.


Bagaimana rasanya jika orang-orang yang selama ini kamu sayangi malah menorehkan luka dalam itu?


Sakit! perih! remuk dan hancur!

__ADS_1


Akhirnya hanya jalan ini yang ku tempuh. Melarikan diri dari kenyataan yang tidak siap kamu tampung di hati dan pikiranmu.


Berkali-kali Zicko dan Mommy meminta maaf dan ingin menjelaskan semuanya tapi bagiku itu sudah terlambat.


Zicko sudah menjadi seorang Daddy dan suami dari gadis yang ... yah menurutku masih lebih cantik aku dari pada dia, entah apa yang membuat Zicko memilih gadis itu.


Susah payah aku menata hati ini agar bisa sembuh dari rasa sakit itu, saat ini aku kembali ke Australia dan tinggal di apartemen ku yang dulu.


Tapi aku tidak bekerja di perusahaan Mama, rasanya masih belum semangat untuk menjalani hidup dan bekerja.


Kenapa kalian semua tega membohongi ku? Apakah aku yang terlalu bodoh karena sedang jauh di dari mereka dan mereka seenaknya saja menyembunyikan fakta itu.


Aku pun merebahkan tubuhku di atas ranjang king size. Menghirup nafas dalam-dalam berusaha mengusir segala perasaan berkecamuk di dalam dada.


Ya Tuhan, kenapa wajah Zicko yang sedang menggendong bayi itu selalu terlintas, kenapa aku masih mengingatnya, kalau saja segala ingatan tentangnya bisa di hapus dari memori ini, aku ingin Tuhan menghapus segala ingatanku tentangnya.

__ADS_1


Melumpuhkan segala memori yang masih terekam di hati dan pikiran, Tuhan lumpuhkan saja ingatan ini agar aku tidak terlalu merasakan sakit.


Kalau memang Zicko bahagia dengan pilihannya, aku juga ikut bahagia. Rasanya sudah muak kalau harus selalu teringat segala sesuatu tentangnya lagi.


Tiba-tiba ponselku berdering, aku mengambil ponsel itu di nakas dan melihat siapa yang menelepon.


Dari nomer tidak di kenal.


Aku sangat malas untuk mengangkat telepon dari nomor yang tidak ku beri nama seperti itu.


Nomerku ini hanya Sasha yang tahu. Maka dari itu aku tidak mau mengangkat orang yang menelpon ku di nomer baru ini.. Aku masih butuh waktu untuk sendiri.


Jam menunjukkan pukul 10 malam, rasanya sudah begitu lelah, bukan lelah karena bekerja seharian, melainkan lelah memikirkan semua ini.


Aku pun terlelap dengan sendirinya, berharap bahwa esok hari saat bangun keadaan ku jadi lebih baik. Atau berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi belaka dan aku terbangun dari mimpi buruk yang sesungguhnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2