
Kedatangan Ayah kandung Andra dan Ayra ke gedung al-Fathir corp dengan membawa berapa orang. Memang sudah di perhitungkan oleh Deddy Gibran saat mereka memutuskan untuk mengadopsi Andra dan Ayra.
Kini Deddy Gibran dan Mommy khayra meminta orang-orang tersebut untuk menemui mereka berdua di ruang rapat. Setelah putra dan berapa pengacara keluarga al-Fathir juga sudah berada di sana.
Orang-orang itu pun masuk ke dalam ruangan rapat, Mommy khayra melihat laki-laki paruh baya yang bergaya parlente. Iya laki-laki itu adalah ayah kandung Andra dan Ayra. Mereka pun mulai duduk di kursi masing-masing yang telah di siapkan.
Mommy Khayra dan Deddy Gibran menunggu apa yang akan mereka katakan.
" Perkenalkan nama saya Warsito, Saya adalah ayah dari anak yang kalian bawa begitu saja." Laki-laki paruh baya itu pun mulai bicara.
" Kalian telah membawa anak saya pergi bertahun-tahun tanpa meminta izin kepada saya sebagai ayah kandungnya." Ucap laki-laki itu lagi.
" Maaf sebelumnya saya tidak pernah membawa anak tanpa izin dari orang tuanya." ucap Mommy khayra dingin.
" Izin ke siapa?." tanya laki-laki itu angkuh.
" Ibu kandungnya yang telah melahirkan mereka sendiri yang meminta saya untuk menjaga dan merawat anaknya." Jawab Mommy khayra.
" Tapi saya tidak rela anak saya di rawat orang lain." ucapnya.
" Astaga dia bilang nggak rela Andra dan Ayra di rawat sama kita. dia pikir selama ini dia peduli dengan Rahma dan anaknya. Dasar laki-laki sontoloyo dia pikir kita nggak tahu niat mereka." omel Mommy khayra dalam hati.
Sedangkan Deddy Gibran hanya diam saja sambil menatap tajam orang-orang itu.
Begitu juga dengan Bagas dia juga diam saja dan menatap tajam mereka. Bagas nggak akan membiarkan mereka mengambil kedua anaknya. Andra dan Ayra adalah anaknya dan selamanya akan menjadi anak ya.
" Anda bilang nggak rela terus selama ini Andra kemana?" ucap Mommy khayra dingin.
" Saya mencari mereka kemana-mana selama ini." jawabnya.
" Sekarang apa mau kamu." tanya Deddy Gibran yang akhirnya mulai bersuara.
__ADS_1
" Saya mau mengambil anak-anak saya."
" Anda pikir kami akan memberikan mereka ke anda." ucap Deddy Gibran yang sudah malas berbasa-basi dengan mereka.
" Haruslah karena saya yang berhak atas mereka."
" Tapi kalau kalian berat melepas mereka, bagaimana kalau kita buat kesepakatan." ucapnya dan itu yang di tunggu oleh keluarga al-fathir.
" Apa?." Jawab Deddy Gibran singkat.
" Saya akan membiarkan mereka bersama kalian asal kalian memberikan uang kompensasi ke saya sebagai ayah kandungnya." jawab orang itu santai.
" Sudah ketebak." gumam om Hilman dan om Akbar dalam hati.
" orang tua nggak punya perasaan." Gumam Mommy khayra kesal.
" Nggak punya otak anak aku mau di tukar dengan uang." gumam Bagas dalam hati sambil mengepalkan tangannya menahan mahal.
" nggak banyak kok cukup lima milyar." Ucap orang itu tanpa dosa.
Deddy Gibran dan Mommy khayra memandangi semua satu-satu.
" Saya akan kasih anda lima milyar.' orang itu pun langsung kesenangan akan mendapatkan uang yang banyak.
Deddy Gibran langsung menuliskan nominal yang orang itu minta di cek. Setelah itu Deddy Gibran langsung memberikan ke orang tersebut.
" Saya minta jangan pernah lagi ganggu cucu saya lagi." ucap Deddy Gibran.
" Anda tenang saja." jawab orang itu sambil memandangi cek yang di berikan Deddy Gibran.
Ceklek....
__ADS_1
Pintu ruangan di buka masuklah sekretaris Deddy Gibran bersama polisi yang memang di panggil oleh Deddy Gibran.
" Selamat siang pak Gibran." ucap Mike seorang komandan polisi yang juga mempunyai hubungan yang dekat dengan keluarga al-fathir.
" Siang Mike, silahkan." ucap Deddy Gibran yang langsung mempersilakan Mike dan anggotanya menangkap orang itu bersama anak buahnya.
Mike dan anggotanya langsung menangkap mereka.
" Ini ada apa kenapa kalian menangkap saya." ucap orang itu panik.
" Iya kamu saya tahan atas dasar pemerasan ke keluarga al-fathir, dan masih banyak lagi nanti di kantor saya akan jelaskan satu-satu." ucap Mike.
Tak menunggu lama Mike pun langsung membawa mereka ke kantor polisi.
" Putra urus kasus ini." ucap Deddy Gibran meminta om putra pengacara keluarga al-Fathir.
" Baik pak Gibran, kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum." Ucap om putra pamit ke keluarga al-fathir yang ada di ruangan itu.
" Walaikum salam."
Tak lama om Hilman dan om Akbar juga pamit kembali ke ruangan mereka. kini tinggal Deddy Gibran, Mommy khayra dan juga Bagas.
" Kenapa sayang?." tanya Deddy Gibran saat melihat Mommy khayra mengusap matanya.
" Aku sedih, bagaimana bisa kedua cucu kita mempunyai ayah kandung yang memilih menukar mereka dengan uang." jawab Mommy khayra sedih.
" Bagas juga nggak habis pikir Mom, Bagas yang bukan ayah kandungnya, sampai kapan pun akan tetap mempertahankan Andra dan Ayra sebagai anaknya Bagas dan Zafira."
" Sekarang tugas kamu adalah membuat Andra dan Ayra untuk menjadi anak yang baik, sopan, ilmu agamanya yang baik dan masih banyak lagi. Tapi intinya mudah-mudahan sifat ayah kandungnya tidak ada yang menurun ke mereka berdua." ucap Deddy Gibran.
" Amin." jawab Mommy khayra dan juga Bagas bersamaan.
__ADS_1
setelah berbicara mereka pun kembali ke ruangan masing-masing.