Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
76. gagal berangkat


__ADS_3

Liburan sekolah sudah tiba kali ini Mommy khayra dan Deddy Gibran mengajak anak dan cucunya untuk mengisi libur cucunya kali ini dengan pergi umroh.


Ayra yang sebelumnya sempat sedih karena keputusan kakak sepupunya yang memilih untuk masuk Akmil. Tapi aura juga tidak bisa apa-apa karena tidak mungkin dia melarang Ghaizan sedangkan itu cita-cita dia.


Maka dari itu Ayra begitu amat senang saat Oma dan Opanya bilang liburan tahun ini mereka akan umroh. Ayra sangat bahagia karena dia akan melihat pujaan hatinya setiap hari sebelum pujaan hatinya pergi bersekolah dan akan jarang pulang.


Tapi rencana tinggal rencana saat mereka akan berangkat ke bandara. Bagas mendapat kabar kalau ayahnya terjatuh di kamar mandi dan saat sedang berada di ruang ICU.


Telpon Bagas berbunyi Bagas pun Langsung mengambil ponselnya yang dia simpan di saku celananya.


" Siapa mas?." Tanya Zafira ke suaminya.


" Aji." Jawab Bagas.


" Angkat saja mas siapa tahu mereka mau tanya kita sudah berangkat belum. Soalnya semalam Lona tanya mau berangkat jam berapa?." Ucap Zafira.


" Halo, assalamualaikum ji."


" .......... "

__ADS_1


" Apa!.... Terus sekarang gimana?."


" ........... "


" Baík mas Bagas akan ke sana."


Bagas pun menutup telponnya dan semua orang yang di sana langsung menatap Bagas. Mereka melihat wajah Bagas yang langsung berubah menjadi wajah khawatir.


" Ada apa mas?." tanya Zafira khawatir.


" Sayang kalau mas nggak ikut pergi dengan kalian umroh nggak apa-apa kan." Ucap Bagas.


Deddy Gibran yang melihat ada sesuatu yang terjadi dia pun bertanya ke anak angkatnya yang naik pangkat menjadi menantunya.


" Iya ded, ayah jatuh di kamar mandi dan saat ini nggak sadarkan diri di ICU." ucap Bagas.


" Innalilahi...."


" Kita batalin keberangkatan kita." Ucap Deddy Gibran.

__ADS_1


" Jangan ded, semuanya tetap saja berangkat nanti Bagas minta tolong doain ayah di sana." Ucap Bagas.


" Tapi kita nggak mungkin berangkat kalau ada keluarga kita yang Sedang tertimpa musibah." Ucap Deddy Gibran.


" Justru kalau semua nya berangkat siapa tahu kalau kalian semua berdoa di sana Allah mendengar dan mengangkat penyakit ayah." Ucap Bagas yang meminta yang lainnya untuk tetap berangkat umroh.


" Baiklah Semoga Allah segera mengangkat penyakit ayah kamu."


" Fira nggak ikut, Fira mau menemani mas Bagas di sini." ucap Zafira yang nggak mungkin meninggalkan suaminya yang sedang tertimpa musibah. Walaupun kepergiannya untuk beribadah tapi Zafira ingin selalu berada di samping suaminya saat ini.


" Aku juga nggak jadi ikut." Ucap Arqan.


" Aku juga." Ucap Andra.


" Aku juga." Arfan ikut saudaranya yang lainnya.


Ayra yang awalnya ingin puas-puasin bersama dengan pujaan hatinya. Ayra yang melihat kakak dan adiknya tidak ikut akhirnya Ayra pun memilih tidak ikut juga.


" Ya sudah, kami berangkat dulu kalau ada apa-apa kamu langsung menghubungi kami ya.' Ucap Deddy ke Bagas saat mereka pamitan untuk berangkat ke bandara.

__ADS_1


Bagas dan keluarga kecilnya pun kembali membawa koper mereka masing-masing ke dalam kamar. Dan mereka pun mengganti baju, Setelah itu mereka pun bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.


Mereka pun berangkat ke rumah sakit dengan Zafira yang menyetir mobilnya. Awalnya Bagas kekeh ingin menyetir sendiri mobilnya, tapi Zafira tak mengizinkan Suaminya untuk menyetir. Karena Zafira nggak mau ngambil resiko karena suaminya sedang tidak fokus.


__ADS_2