Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
132. pindah kuliah


__ADS_3

Setelah menjalani terapi akhirnya berangsur-angsur kondisi Ayra membaik. Sekarang Ayra sudah bisa bertemu banyak orang. Tapi dia masih akan merasa ketakutan kalau ada orang yang berteriak kencang atau ada yang sedang bertengkar.


Papi Bagas dan mami Zafira pun memutuskan untuk Ayra meneruskan kuliahnya di universitas wisindu. Dengan begitu papi Bagas dan mami Zafira bisa tetap mengawasi Ayra. Bahkan Ayra di berikan seperti bodyguard yang juga satu kampus dengan ayra.


Para sahabatnya yang berada di London cukup sedih karena mereka harus berpisah dengan sahabat terbaik mereka. Dan mereka juga berjanji akan terjadi berkomunikasi walaupun mereka sudah berpisah negara.


Nisya teman sekaligus bodyguard Ayra, ini hari pertama mereka berdua akan coas di rumah sakit royal Medika. Dan pagi-pagi sekali Nisya pun sudah berada di kediaman keluarga al-Fathir.


" Kamu mau berangkat sekarang ay?." Tanya Tante Khanza.


" Iya Tan."


" Nggak bareng Tante aja."


" Nggak ah, masa aku bareng dokter senior."


" Lah emang kenapa?."


" Udah ah, ay berangkat dulu assalamualaikum.' Ayra pun pamit dan tak lupa mencium tangan para tetua yang ada di sana.


Setelah itu ayra keluar menuju garasinya dan sudah menunggu Nisya yang sudah standby di dalam mobil.


" Pagi Nis, yuk kita langsung jalan."

__ADS_1


" Pagi juga, sudah siap untuk coas hari ini." Ayra mengacungkan jempolnya menandakan dia sudah siap.


Nisya pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga al-Fathir.


Sampai di rumah sakit royal Medika Ayra dan Nisya pun bergabung dengan yang lainnya.


Hari pertama kerja Ayra mendapatkan tugas mendampingi dokter di poli jantung. Dan ternyata dia mendapatkan tugas untuk mendampingi Om nya sendiri yaitu dr. Fadli, anaknya nenek Zahra adiknya Oma khayra.


" Awas ya ngerepotin om ya." Goda om Fadli.


" Tergantung om, hehehe..." Cengir Ayra.


" Kamu masih terapi sama dokter Anne? " Tanya dr.fadli.


" Alhamdulillah kalau begitu om ikut senang!."


Setelah mengobrol sebentar dengan omnya, Ayra pun memulai tugas coas nya.


" Dok sudah waktunya visit pasien rawat inap." Ucap suster memberitahukan dr.fadli.


" Terima kasih sus." Jawab dr.fadli." yuk Ay, ikut om visit ke pasien, kalau kamu nanti merasa nggak nyaman kamu bilang ke om ya."


Ayra mengangguk lalu mengikuti omnya visit pasien.

__ADS_1


Alhamdulillah hari pertama Ayra bisa lalui dengan baik dan rasa trauma nya sama sekali nggak muncul. Apa mungkin karena lingkungannya sudah Ayra kenal jadi tidak merasa asing. Apalagi banyak om, Tante dan sepupunya yang menjadi dokter di rumah sakit royal Medika.


****


Siang ini setelah makan siang dengan mamanya Gianna merasakan perutnya kembali sakit. Sang mama yang melihat anak gadisnya meringis dan langsung bertanya.


" Kamu kenapa sayang?." Tanya mamanya Gianna.


" Perut Gia sakit mah,"


" Sakit gimana? Udah dari kapan?." Tanya mamanya Gianna panik.


" Sebenarnya sudah dari subuh tadi mah, tapi nggak sesering sekarang." Ucap Gianna sambil meringis.


" Kita ke rumah sakit ya." Gianna mengangguk.


Mamanya Gianna langsung meminta supir untuk menyiapkan mobilnya sedangkan mamanya Gianna di bantu oleh bibi menyiapkan barang-barang untuk di bawa ke rumah sakit.


Setelah siap mamanya Gianna pun membantu anaknya untuk berjalan menuju mobil.


Di dalam perjalanan ke rumah sakit mamanya Gianna tak lupa menelpon sang menantu untuk menyusulnya ke rumah sakit.


Ayra yang akan pergi ke kantin untuk makan siang, tiba-tiba melihat mobil kakak iparnya tiba-tiba di depan lobby IGD rumah sakit. Dan keluarlah mamanya Gianna dari dalam mobil. Ayra pun langsung menghampiri mobil kakak iparnya.

__ADS_1


" Tante ada apa?." Tanya ayra.


__ADS_2