
Setelah ayah Rudi di meminta anak, menantu dan cucunya untuk pulang semuanya. Dirinya tak masalah kalau sendirinya di rumah sakit. Tentu permintaan ayah itu langsung ditolak oleh anak dan menantunya. Dan setelah berargumen dengan sang ayah akhirnya di putuskan kalau yang menunggu di rumah sakit adalah Bagas.
Anak, menantu dan cucunya ayah Rudi pun pamit pulang dan berjanji akan menjenguk lagi esok hari. Setelah berpamitan satu persatu pun meninggalkan ruang rawat sang ayah. Begitu pun dengan Bagas yang mengantar anak dan istrinya sampai ke parkiran.
" Gas kalau ada apa langsung hubungin kami, insyaallah kami akan secepatnya ke sini." ucap kak Jihan sebelum dia pergi meninggalkan rumah sakit.
" Iya mas." ucap Aji.
Satu persatu mobil kakak dan adiknya pun sudah meninggalkan parkiran rumah sakit. kini tinggal mobilnya yang akan di bawa oleh istrinya.
" Sayang, bawa mobil hati-hati, kalau sudah sampai rumah langsung telpon aku biar aku tenang." Pesan Bagas Saat anak
dan istrinya sudah berada di dalam mobil.
Sebenarnya bagas cukup khawatir istrinya menyetir mobil sendirian. Tapi dia juga nggak mungkin membiarkan ayahnya sendirian di rumah sakit.
" lya mas, kalau ada apa apa mas bagas juga langsung telpon Fira." Bagas mengangguk
" Iya, itu sudah pasti sayang."
" Ya sudah aku pulang dulu ya. Assalamualaikum."
" Walaikum Salam."
Mobil yang dikendarai Zafira pun meninggalkan parkiran rumah sakit.
Setelah mobil yang di kendarai oleh istrinya dan di dalamnya ada anaknya juga sudah tak terlihat lagi. Bagas pun bergegas kembali ke kamar rawat inap ayahnya. Sebelumnya Bagas mampir terlebih dahulu ke coffee shop yang berada di lobby rumah sakit.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit mobil yang di kendarai oleh Zafira pun Sampai di kediaman keluarga al-Fathir. setelah memarkirkan mobilnya mereka pun masuk ke dalam rumah bersamaan dengan keluarganya yang baru selesai makan malam.
" Assalamualaikum."
" Walaikum Salam."
" Kalian sudah pulang, kalian sudah makan." tanya mommy khayra.
" Alhamdulillah sudah tadi di rumah sakit." Jawa Zafira.
" Ya sudah kalau begitu, oh iya Bagas mana?." tanya Mommy khayra yang tak melihat keberadaan menantunya.
" Mas Bagas jaga ayah di rumah sakit Mom."
" Ya sudah kalian istirahat saja, kami juga mau beristirahat." ucap Mommy khayra yang menyuruh anak dan menantunya untuk beristirahat.
Setelah di minta oleh Mommy Khayra untuk pada kembali ke kamar masing-masing. mereka pun langsung berpamitan ke mommy Khayra dan Deddy Gibran.
Kini Bagas sudah berada di depan kamar rawat sang ayah setelah mengantar anak dan istri juga membeli kopi.
Ceklek.
" Assalamualaikum."
" Walaikum salam, sudah pada pulang gas." Tanya ayah Rudi.
" Sudah yah." jawab Bagas yang langsung duduk di bangku dekat sang ayah.
__ADS_1
" Kamu beli apa gas?." tanya ayah Rudi.
" Ini yah beli kopi sama kue, ayah mau kue."
" Nggak gas ayah masih kenyang."
" Oh iya pekerjaan kamu bagaimana di kantor mertua kamu." tanya ayah Rudi.
" Alhamdulillah baik-baik saja ayah."
" Syukurlah. Kamu juga kalau ada waktu sesekali bantu Aji di perusahaan ayah gas."
" Iya yah insyaallah."
Bagas dan ayah Rudi pun mengobrol sebentar sampai mereka memutuskan untuk tidur pukul sembilan malam.
pukul dua malam Bagas di bangunin oleh ayah Rudi karena ayah Rudi ingin shalat tahajud. Bagas pun membantu ayahnya yang mau shalat tahajud.
" Kita shalat tahajjud berjamaah yah." ucap Bagas.
Mereka pun menunaikan shalat tahajud dan Bagas yang menjadi imamnya. Ayah Rudi sendiri shalat tahajud di atas brankar.
Selesai shalat tahajud Bagas pun beranjak dan ingin mencium tangan ayahnya. Tapi Bagas pun panik karena duduk sambil membungkuk.
" Yah, ayah kenapa ayah sakit?." tanya Bagas.
Karena nggak ada jawaban Bagas pun mencoba menggoyang tubuh ayahnya. Tapi begitu Bagas menggoyangkan tubuh ayahnya,tubuh ayahnya justru hampir terjatuh.
__ADS_1
Deg....
Bagas pun langsung memencet bel untuk memanggil perawat.