
Di Amerika Sakha dan Shanum langsung bersiap-siap membereskan barang mereka setelah sang Opa meminta mereka untuk pulang saat ini juga.
Setelah rapi Sakha dan Shanum bergegas pergi ke rumah Oma buyut Hanmi. Karena rencananya Sakha dan Shanum akan pergi bersama keluarga Oma Buyut Hanmi.
Sampai rumah Oma buyut Hanmi mereka baru tahu kenapa mereka di suruh pulang saat ini juga. Ternyata Oma buyut sedang dalam keadaan yang tidak baik makanya mereka di minta untuk pulang.
********
Setelah meminta cucu untuk pulang dan akhirnya Deddy Gibran memberitahukan kondisi Mama nya sudah sangat mengkhawatirkan. Deddy Gibran dan kakaknya Tante Gita sudah ikhlas kalau sewaktu-waktu Allah memanggilnya. Deddy Gibran hanya ingin saat Allah SWT memanggil mamanya menghadapnya. Deddy Gibran ingin anak, cucu dan cicitnya sudah berada di sini makanya dia meminta kedua cucunya yang sedang menimba ilmu di luar negeri untuk pulang.
Zafira yang cukup dekat dengan sang Oma karena dia cucu perempuan satu-satunya yang tetap tinggal di kediaman keluarga al-fathir setelah kak Dania memutuskan untuk bersekolah di pesantren.
Zafira juga yang selalu menemani Oma nya kalau berkunjung ke panti asuhan atau pergi kemana saja. Kalau Mommy atau Tante Gita kakak Deddy nya tidak bisa menemani sang Oma. Sudah bisa di pastikan Zafira dengan senang hati akan menemani Oma nya itu.
__ADS_1
Tapi Zafira juga merasa kasihan terhadap Oma yang kesehatannya menurun setelah opanya meninggal dunia.
*
Rombongan yang dari Amerika sudah tiba begitu juga berapa keluarga yang lainnya. Sejam setelah kedatangan kedua cicitnya Sakha dan Shanum. Oma menghempaskan napas terakhirnya di hadapan anak, cucu, cicit serta berapa saudara dari pihak Oma.
Semuanya pun langsung bersedih tapi mereka harus tetap mengikhlaskan kepergian Oma.
Malam itu kediaman keluarga al-Fathir mendadak ramai banyak orang yang datang untuk melayat. Berita meninggalnya ibu dari Gibran al-Fathir di siarkan baik media elektronik maupun surat kabar.
Walaupun sudah tengah malam masih banyak tamu yang datang bergantian mengucapkan belasungkawa.
Keesokkan harinya pukul sepuluh pagi jenazah Oma pun di berangkatkan ke makam keluarga al-fathir. Semua keluarga ikut mengantar jenazah Oma ke peristirahatan terakhirnya.
__ADS_1
Jenazah Oma pun di makamkan di sebelah makam Opa. Rayyan, Miko dan Zafran turun ke liang lahat untuk proses pemakaman jenazah. Proses pemakaman berjalan lancar setelah membacakan doa. Satu persatu pelayat yang datang mengikuti proses pemakaman Oma pamit dan pergi meninggalkan area pemakaman.
Tak lama sanak saudara, anak, cucu dan cicit pun satu persatu meninggalkan area pemakaman. Tinggal Deddy Gibran yang masih berada di sana di temani oleh Mommy Khayra.
Mommy Khayra terus mengelus punggung suaminya memberikan kekuatan untuk suami tercintanya.
" Boleh sebentar lagi aku di sini." Deddy Gibran menatap sang istri meminta izin sedikit lagi agar dia bisa lega meninggalkan kedua orang tuanya.
Mommy Khayra mengangguk.
" Kita akan pulang setelah kamu siap meninggalkan mama dan papa di sini. Setelah pulang aku mohon jangan ada lagi kesedihan dalam diri kamu sayang. Kalau kamu lemah bagaimana dengan aku, anak-anak juga cucu-cucu kita." ucap Mommy khayra lembut.
Cup...
__ADS_1
" Terima kasih karena kamu selalu ada untuk aku." Deddy Gibran mencium kening istrinya.
Tiga puluh menit akhirnya Deddy Gibran mengajak istrinya untuk pulang ke rumah. Dan dia juga berjanji kepada mama dan papanya untuk menjaga keluarganya. Sama seperti papanya yang selalu menjaga keluarganya semasa hidupnya.