
Dan ayra pun bertemu dengan kakak iparnya.
" Akhirnya kita ketemu juga ya ay." Ucap Gianna memeluk adik iparnya.
" Iya kak, rasa ay pengen ngobrol banyak sama kakak."
" Sama Kakak juga, oh iya kakak di kasih oleh-oleh nggak nih."
" Tenang aku bawain kok oleh-oleh buat kakak dan juga kado pernikahan untuk kalian. Tapi nanti ya soalnya ada di kamar." Seru ayra.
" Sip." Ujar Gianna memberikan jempolnya.
Ayra yang dari datang memang belum bertemu dengan Breeze. Ayra pun langsung menghampiri Breeze begitu Breeze baru muncul.
" Yang mau nikah baru nongol." Ucap Ayra begitu menghampiri sepupunya.
" Hah.... Kak ayra, Zee kangen banget-banget." Teriak Breeze yang langsung memeluk sepupunya.
" Sama aku juga kangen." Jawab Ayra.
" Kapan sampainya kok aku nggak tahu.' tanya Breeze.
__ADS_1
" Iya lah nggak tahu kamu kan lagi di pingit jadi ngerem terus di kamar. Gimana perasaannya mau nikah."
" Nano... Nano... Padahal kan nanti yang ngucapin ijab qobul kan mas ghai tapi kenapa aku yang tegang ya." Ujar Breeze.
" Wajar Zee pasti semua orang juga ngalamin kaya kamu juga."
" Oh iya kamu jadi kuliah di Bandung?." Tanya ayra.
" Jadi kak, nggak mungkin kan udah nikah masa aku maksa untuk kuliah di Amerika. Mas ghai sih nggak apa-apa kalau aku mau kuliah di sana. Tapi kok aku merasa jadi istri yang durhaka ya." Ujar Breeze.
" Keputusan kamu sudah tepat Zee, walaupun mas ghai mengizinkan tapi kan yang namanya sudah menikah pasti seorang suami menginginkan selalu ada di samping istrinya."
" Iya kak, toh kampus di Bandung juga nggak kalah bagusnya dengan kampus di luar negeri."
Ayra pun memperkenalkan Breeze ke sahabatnya.
Setelah makan malam, ayra pun langsung mengajak sahabatnya kembali ke rumah yang di tempati oleh sahabatnya selamat mereka ada di sini.
" Ay perasaan kamu gimana saat ini?." Tanya Fatimah pakai bahasa Indonesia agar sahabat yang lainnya tidak tahu pembicaraan mereka.
" Baik walaupun aku belum bisa melepaskan semua perasaan aku. Tapi aku berusaha untuk mengikhlaskan karena kasta tertinggi mencintai yaitu mengikhlaskan orang yang kita cintai untuk bahagia dengan pilihannya." Jelas Ayra.
__ADS_1
" Aku doain semoga kamu nanti akan mendapatkan laki-laki yang terbaik dan mencintai kamu." Ujar Fatimah.
" Kalian ngomongin apa sih?. Jangan pakai bahasa kalian dong kami kan nggak ngerti." Ucap Jessica sebal.
Ayra dan Fatimah tertawa karena melihat Jessica sebal.
Ayra dan Fatimah pun minta maaf.
*****
Gianna baru pertama kali menginap di rumah mertuanya karena selama ini Gianna kalau datang tak pernah menginap karena nggak tega meninggalkan mamanya sendirian di rumah. Walaupun di rumah ada ART tapi Gianna nggak tega aja. Apalagi Gianna sering melihat mamanya melamun semenjak papanya meninggal dunia.
Kini Gianna berada di kamar suaminya.
" Mas aku mau tanya dong."
" Mau tanya apa?."
" Kalau pagi yang buat sarapan siapa? Kan ini pertama kalinya aku nginap di sini. Takutnya nanti aku nggak bantuin buat sarapan kan nggak enak." Ujar Gianna.
" Kalau subuh biasanya para laki-laki akan shalat berjamaah di masjid. Dan kalau yang perempuan akan shalat berjamaah di musholla yang ada di rumah. Setelah itu kalau untuk buat sarapan tergantung siapa aja yang lagi pengen turun ke dapur. Nanti kalau kamu merasa nggak enak kamu lihat aja siapa yang ada di dapur tapi kalau nggak ada yang di dapur berarti Oma sudah menyuruh chef yang buat semuanya. Biasanya sih kalau lagi banyak orang kaya gini chef sih yang masak." Jelas Andra.
__ADS_1
Gianna pun hanya mengangguk.