
Happy Reading.
Malam itu Zicko bertemu dengan Alex Robinson, Ayah dari Orlando. Ternyata orang tua itu benar-benar tidak tahu malu dengan mengatakan bahwa dia akan mengambil paksa Keanu kalau Zicko tidak memberikannya uang kompensasi.
"Tuan Alex, kenapa di sini yang merasa di rugikan saya? Seharusnya anda dan putra anda meminta maaf pada saya, karena sudah berani menipu, memalsukan hasil tes DNA agar jalan kalian membuat keluarga ku hancur menjadi lebih mulus!! tapi ternyata bagaimanapun kalian menyembunyikan kotoran, pasti tetap akan tercium juga!!" ucap Zicko.
"Hahahaha, ternyata kamu memang genius!! jadi bagaimana? Aku adalah kakek Keanu dan darah Keanu mengalir darahku, kalau kamu ingin meng-abdosinya silahkan transfer ke rekening saya Lima juta dollar, kirim secepatnya sebelum esok hari!" Pria paruh baya itu kemudian bangun dari duduknya dan pergi secepat kilat.
Zicko nampak tertegun, entah adegan yang baru saja di perlihatkan Alex, sungguh membuat nya ingin tertawa.
Apakah pria tua itu mengira bahwa Zicko akan takut dengan ancaman nya??
Tidak sama sekali.
***
Keesokan harinya.
Zivana dan Zicko sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Hari ini Zicko sudah berjanji mengajak sang kekasih untuk menonton di bioskop.
Sudah lama rasanya tidak jalan-jalan ala anak-anak muda, mungkin karena pekerjaan yang tidak ada habisnya membuat mereka harus merelakan untuk tidak bisa sekedar menikmati libur akhir pekan.
Zivanna terlihat sumringah ketika melihat suasana mall yang sudah lama tidak ia jejaki. Zicko juga terlihat bahagia jika sang kekasih bahagia.
"Sayang, kamu mau menonton film apa?" tanya Zicko kepada Zivanna.
Wanita itu menoleh.
"Terserah kamu saja, aku suka semua genre film," jawab Zivanna tersenyum.
Zicko terlihat berpikir, jawaban Zizi selalu seperti ini tapi akhirnya dia pasti memilih film dengan genre romance. Dulu pada waktu Zicko masih SMA hampir setiap akhir pekan mereka menyempatkan diri untuk nonton atau sekedar jalan-jalan.
"Film romantis, ya?" tanya Zicko sekali lagi. Memastikan bahwa dia nanti tidak salah beli tiket. Karena pernah pada waktu itu dia salah membeli tiket karena bingung harus membeli apa. Zizi selalu bilang terserah, semua genre suka, karena dia memang tidak terlalu mengikuti perkembangan film sekarang.
"Iya sayang, sudah lama juga tidak nonton film ber-genre romantis, terakhir aku nonton waktu kamu masih high school," Zivanna menoleh ke arah Zicko.
"Iya aku ingat itu, kita izin sama Papa dan Mama,, mereka mengira kalau kita hanya jalan ke mall dan bersenang-senang, padahal itu adalah kencan pertama kita." Zicko terkekeh.
"Iya, mereka masih mengira kalau waktu itu kakak perempuan ku ini aku paksa buat menemani jalan ke mall, taunya kita sedang kencan dengan sembunyi-sembunyi." Ucap Zicko mengenang masa lalu.
Terlihat senyum lebar terpatri di wajahnya yang tampan mengingat kenangan masa-masa indah dulu.
__ADS_1
Zivana menoleh menatap Zicko dari samping. Sungguh tidak dipungkiri bahwa kekasihnya ini memang benar-benar tampan. Zicko mengeratkan genggamannya pada tangan Zivanna. Senyum mengembang tidak pernah lepas dari bibirnya.
"Kenapa tidak dari dulu saja kita berkencan seperti ini, sayang? pasti aku akan menjadi orang yang sangat bahagia," Ucap Zicko.
Ya, dulu mereka memang selalu sembunyi-sembunyi jadi tidak bebas kalau ingin sekedar bergandengan tangan ataupun berinteraksi lebih intim di luar rumah.
"Kamu tahu sendiri kan sayang, dulu kita terlalu takut untuk berkata jujur kepada Daddy dan Mommy." Zicko mengangguk.
Sebelum mereka menyadari perasaan cinta masing-masing, Zivanna memang sudah memiliki rasa kagum terhadap pria muda itu. Tetapi rasa cinta itu dia sadari ketika Zicko selalu memberi perhatian lebih terhadapnya. Bahkan dengan terang-terangan selalu mengatakan cinta pada Zizi.
"Awalnya aku juga takut untuk mengungkapkan perasaanku padamu kepada orang tua kita, entah cobaan yang ku alami itu adalah musibah atau anugrah,, tapi yang pasti Papa dan Mama tahu bagaimana waktu itu aku benar-benar frustasi dan hampir gila,, akhirnya aku menceritakan semuanya bahwa aku mencintaimu, Zivanna sayang." Zivanna benar-benar merasa terharu dengan sikap tegas duda muda satu ini.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli tiket film ber-genre romantis. Zivanna dan Zico masuk ke dalam gedung dan duduk di tempat nomor yang sudah di sediakan. Mereka pun menonton film itu dengan saling berpegangan tangan, bahkan sesekali Zicko mencium tangan Zivanna.
"Kenapa adegannya bikin aku pengen ya," ucap Zicko meremas tangan Zivanna.
"Jangan di lihat, tutup matamu sayang, aku yakin kamu tidak akan kuat!" Zivanna terkekeh melihat Zicko yang sudah memerah wajahnya.
Zicko menarik tangan Zivanna untuk lebih mendekat, duda muda tampan itu tidak bisa menahan diri lagi.
Zicko menyentuh tengkuk Zivanna dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir kekasihnya itu. Bahkan tangannya sudah bergerilya kemana-mana.
Zivanna mencubit paha Zicko, membuat Pria itu melepaskan ciumannya.
"Sayang, ayo kita menikah besok!" ucap Zicko membuat Zivanna melotot sempurna.
###
Beberapa hari kemudian.
Zivanna menatap pria di depannya ini dengan menutup mulutnya, hampir tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh duda muda satu ini.
"Will you marry me, Zizi?" Zicko berlutut sambil memperlihatkan benda kecil berwarna merah maroon dan ada sebuah cincin berlian di dalamnya.
Zivanna tidak bisa berkata apa-apa, hatinya sungguh bahagia ketika Zicko melamarnya secara tiba-tiba.
Speechless, itulah yang dirasakan oleh Zivanna saat ini. Sebuah lamaran romantis dari sang pujaan hati tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh wanita itu.
"Sayang,, kenapa diam saja? aku tidak menerima penolakan!" Zicko berdiri dan meraih tangan Zivanna untuk memasangkan cincin berlian itu di jari manisnya.
Setelah selesai memasangkan cincin indah itu Zicko langsung memeluk Zivanna erat, dia tahu kekasihnya ini pasti sangat terkejut dengan acara lamaran dadakan seperti ini.
__ADS_1
"Kenapa mendadak sih, aku kan tidak bersiap-siap, bahkan mandi saja belum," ucap Zivanna cemberut.
Ya, tentu saja Zivanna cemberut, pasalnya dia baru saja bangun tidur tiba-tiba Zicko mengetuk pintu kamarnya.
"Sebenarnya nggak mendadak sih sayang,, aku udah nyiapin semua ini dari seminggu yang lalu tapi baru saat ini aku bisa melakukannya," jawab Zicko jujur.
Zizi terharu, matanya berkaca-kaca.
"Kenapa baru sekarang?"
"Ehhmm, aku gugup sayang." Jawab Zicko menggaruk tengkuknya.
Zizi memicingkan matanya yang sudah memerah.
"Gak percaya..!" sela Zivanna cepat.
Pria seperti Zicko masa bisa gugup??
"Beneran sayang, aku gugup banget saat mau melamar kamu seperti ini," jawab Zicko dengan serius.
Zivanna merasa berbunga-bunga, hatinya seperti ada kembang api yang meletup-letup.
"Dulu kan udah pernah menikah, mass masih gugup!"
"Jangan di bahas lagi masalah itu sayang, gak ada lamaran atau apapun, sudah ku bilang kalau aku hanya mencintaimu!!" Zicko langsung mencium bibir Zivanna lembut.
Dia sangat tidak suka jika Zizi mengungkit masalahnya dengan Sonia. Zicko ******* bibir itu intens.
Mengangkat tubuh kekasihnya itu dan menggendongnya seperti koala. Zicko menutup pintu kamar menggunakan kaki kanannya.
Masih dengan bibir yang saling terpaut, Zicko membawa Zivanna ke arah ranjang dan meletakkan tubuh calon istrinya itu di sana.
"Sebulan lagi kita menikah sayang," ucap Zicko sambil membelai pipi mulus Zivanna.
Kedua mata itu saling mengunci dengan tatapan yang sangat dalam.
"Aku mau acara yang mewah, tidak kalah mewah dengan pernikahan pertamamu." Zicko menarik hidung Zivanna gemas.
"Sudah ku bilang jangan membahas itu lagi sayang, anggap saja aku belum pernah menikah, bagiku menikah denganmu adalah yang pertama dan terakhir dalam hidupku."
Zivanna tersenyum menatap calon suaminya itu, bagi Zicko memang dia merasa belum pernah menikah, tapi semuanya tidak masalah bagi Zivanna.
__ADS_1
Yang terpenting adalah kehidupannya yang sekarang, dia dan Zicko bisa hidup bahagia selamanya dengan restu kedua orang tua mereka.
Tamat