Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
98. Tersimpan di hati


__ADS_3

Mereka pulang tengah malam, saat di bangunkan untuk sahur semuanya masih susah untuk membuka mata. Ayra yang baru turun langsung duduk di samping Breeze. Sahur hari ini kami duduk lesehan karena sedang kumpul semuanya.


" Mata aku nggak bisa buat melek maunya merem Mulu." ucap Breeze.


" Iya aku juga." Timpal mezzaluna.


" Iya ini padahal sudah di buat melotot agar kelopak matanya nggak kembali menutup mata. Tapi akh... sebel." Gerutu Ayra yang kesal karena matanya susah di ajak kompromi.


Deg...


Mata Ayra tiba-tiba segar saat melihat seseorang yang sangat dia tunggu.


Ayra benar-benar merasa senang sekaligus malu karena wajahnya kucel baru bangun tidur. Ayra melihat Ghaizan sudah duduk di sofa sebelah Omanya.


" Abang Ghai kapan sampai?." Tanya Breeze sedangkan Ayra hanya bisa diam membeku nggak tahu harus apa.


" Sampai rumah tadi jam setengah dua malam.' Jawab Ghaizan.

__ADS_1


" Hah.... Jam setengah dua malam emang bang Ghai dari Sana Jam berapa?." tanya Breeze yang kaget kakak sepupunya sampai rumah jam segitu.


" Kan bang Ghai dari sana naik kereta api bersama bersama teman-teman yang lainnya. Bang Ghai dari sana sore makanya sampai jam segitu. Sampai stasiun Bang Ghai minta jemput supir tapi ternyata papa sama


mama yang Jemput bang Ghai di stasiun." Jawab Ghaizan.


" Naik kereta berapa lama bang? pasti capek ya bang perjalanan jauh.' tanya Breeze lagi.


" Sekitar tujuh sampai delapan jam, Capek sih tapi seru banyak hal yang menarik selama perjalanan." jawab Ghaizan.


" Zee di bawain Oleh-oleh nggak bang." tanya Breeze lagi.


banyak oleh-oleh Cuma abang beli bakpia aja. Sama ini Abang beliin kalung buat Mezza, buat Ayra, buat sara, buat kak Shanum, buat Zia dan juga buat kamu. Abang pingin beli kalungnya yang kembaran biar sama semua tapi sayang hanya ada lima jadi buat kamu Abang beliin yang beda kamu kan suka kan model yang seperti ini." ucap Ghaizan sambil menunjukkan kalung yang dia beli dan dia juga memberikan ke Ayra karena hanya ada Ayra dan Breeze saja yang ada di situ.


" Nggak apa-apa yang penting dapat oleh-oleh, iya kan kak ay." ucap Breeze sumringah


" Iya makasih bang Ghai." ucap Ayra.

__ADS_1


Dengan Kepulangannya kakak sepupunya ayra suka Curi - Curi


Pandang kalau kakak sepupunya sedang berada di sini. main di kediaman keluarga al-Fathir karena bang Ghaizan tinggal tak jauh dari rumah keluarga al-fathir.


Hampir dua minggu kakak Sepupunya ada disini Dan akan kembali lagi ke asramanya. Tapi Ayra cukup senang Walaupun Ayra hanya bisa memendam perasaannya sendiri tanpa berani mengungkapkannya entah Sampai kapan hanya


Ayra saja yang tahu.


****


" Drs sebentar lagi kamu lulus Sekolah kamu nanti mau kuliah dimana?. Tanya papi bagas ke putranya yang tadi dia panggil untuk menemui Dia dan juga sang istri ke kamarnya.


" Pih kalau Andra mau ambil jurusan arsitektur boleh nggak pih?." tanya Andra sedikit gugup karena dia takut kalau harus mengambil jurusan Bisnis.


" Silahkan kalau kamu memang menyukainya dan bisa bertanggung Jawab dengan apa yang sudah kamu ambil papi dan mani pun akan mendukung apapun yang kamu ambil." Jawab papi bagas dan dianggukin oleh mami Zafira.


" Terima kasih papi dan mami, tapi Andra belum tahu mau masuk kampus mana? " Ucap Andra.

__ADS_1


" Kamu cari saja dulu terserah kamu masih mau cari kampus di dalam negeri atau luar negeri, senyaman kamu aja."


__ADS_2