
Sampai di kediaman keluarga al-Fathir Oma khayra langsung menyambut cucunya yang masih memperlihatkan wajah ketakutannya. Oma khayra pun meminta mami Zafira untuk segera membawa putrinya ke kamar.
Andra yang mengetahui kalau Adiknya sudah berada di kediaman keluarga al-Fathir. Andra pun mengajak sang istri untuk pergi ke kediaman keluarga al-Fathir untuk melihat adiknya.
Sampai di kediaman keluarga al-Fathir Andra dan Gianna langsung pergi menemui adiknya yang sedang berada di dalam kamar bersama bi Yana.
Bi Yana yang melihat kedatangan Andra dan Gianna pun bergegas keluar dari kamar.
" Dek!." Andra mengelus kepala adiknya yang sedang tertidur di atas ranjang.
Merasa ada yang mengelus kepalanya, Ayra pun membuka matanya. Dan di lihat wajah kakaknya, Ayra pun langsung bangun dan memeluk kakaknya.
" Ayra malu kak....! Semua orang melihat aurat Ay kak!, Ay nggak punya harga diri lagi kak." Kata Ayra ke kakaknya sambil menangis.
Andra yang mendengar rasanya hatinya begitu sakit.
__ADS_1
" Sudah lupain aja anggap aja nggak pernah terjadi." Ucap Andra menenangkan adiknya.
Banyak keluh kesah yang Ayra luapan sambil memeluk kakaknya. Bahkan Andra sendiri sampai tidak bisa menahan air matanya.
Cukup lama ketiganya berbicara sampai akhirnya Andra meminta Ayra untuk istirahat. Dan mengajak istrinya untuk keluar kamar Ayra, tak lupa Andra memanggil bi Yana untuk menemani adiknya.
****
Fatimah sangat sedih saat mengetahui sahabatnya di bawa pulang oleh keluarganya ke Indonesia. Dan bahkan sebelum Ayra di bawa oleh keluarganya pulang Fatimah belum menemuinya.
Sampai kampus Fatimah langsung menuju ke kelasnya, kelasnya masih sepi belum banyak yang datang para sahabatnya juga belum pada datang. Tak lama Fatimah sampai kelas, sahabat yang lainnya pun baru pada datang.
" Fat kabar Ayra gimana? Nanti pulang dari kampus kita jenguk yuk." Ajak Nancy.
" Iya yuk kita jenguk." Timpal Jason.
__ADS_1
" Ayra di bawa sama kedua orang tuanya pulang ke Indonesia.' kata Fatimah yang membuat para sahabatnya kaget.
" Di bawa pulang ke Indonesia, kenapa?." Tanya Nancy.
" Ayra mengalami trauma dan takut bertemu dengan orang kecuali keluarganya. Makanya orang tuanya memilih membawanya pulang." Jelas Fatimah.
" Nanti kembali ke sini lagi nggak." Tanya Michelle.
" Kalau itu aku nggak tahu."
Para sahabatnya menyayangkan kejadian kemarin bisa terjadi.
Sedangkan di lain tempat Ibrahim yang sudah mendengar berita bahwa mamanya mendatangi Ayra di kampus. Dan membuat keributan sampai menarik hijab Ayra. Ibrahim makin tidak punya muka sebelumnya dia tidak punya muka di hadapan Ayra dan Fatimah. Kini Ibrahim tak punya muka di depan sahabatnya bahkan satu kampus.
Biarkan semua orang menganggap dirinya pengecut karena tidak berani muncul. Ibrahim juga sudah meminta tolong temannya untuk mengurus kepindahannya. Dan rencananya Ibrahim akan pergi meninggalkan London dan juga keluarganya.
__ADS_1
Ibrahim juga tahu kalau sang mama di laporkan oleh pihak keluarga ayra. Tapi Ibrahim sudah sangat lelah dengan sang Mama yang mengatur dirinya. Dan mamanya yang mengatur semua anaknya untuk dekat dengan lawan jenis sesuai kriterianya. Padahal dulunya mereka juga bukan terlahir dari keluarga terpandang.