
Tak terasa sudah sepuluh hari ayahnya Bagas tak kunjung bangun dari komanya . Dan selama itu pula anak dan menantunya bergantian menungguinya. Bahkan mereka juga sudah pasrah kalau memang Allah SWT akan mengambilnya.
Bahkan keluarga besar sang istri yang pergi menunaikan ibadah umroh hari ini akan kembali pulang. Dan selama itu pula ayahnya sama sekali belum membuka matanya. Bagas sebagai menantu di kediaman keluarga al-Fathir tidak mungkin tidak menyambut kepulangan keluarga Istrinya. Makanya hari ini Bagas pun absen tidak menunggu ayahnya di rumah sakit.
Bagas bersama Zafira dan anak-anaknya menjemput keluarga al-fathir di bandara. Setelah menunggu kurang lebih sejam rombongan keluarga al-fathir pun keluar dari dalam bandara.
" Ya Allah, kalian pakai menjemput segala." Ucap Mommy khayra melihat Bagas, Zafira dan anak-anaknya menjemput mereka.
" Oh Iya, ayah kamu gimana gas?." Tanya Deddy Gibran ke menantunya itu.
" Masih belum ada kemajuan Ded." Jawab Bagas dengan wajah sedih.
" Rencana mau di bawa ke Singapura gimana?." Tanya Deddy Gibran lagi.
" Dokter masih nggak mau ngambil resiko ded, tapi kami juga sudah ikhlas ded kalau memang Allah SWT memang mengambil ayah. Karena kami juga nggak tega melihat ayah seperti ini terus." ucap Bagas.
__ADS_1
" Kita berdoa saja yang terbaik untuk ayah kamu." Ucap Deddy Gibran.
" Ngobrolnya di lanjut di rumah aja yuk." ucap Mommy khayra yang mengajak semuanya pulang ke rumah.
Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil yang menjemput mereka. Sampai rumah mereka juga di sambut oleh keluarga mommy Khayra dan juga para pekerja di rumah.
Mereka mengobrol sebentar sambil membongkar oleh-oleh lalu istirahat sebentar.
Sore harinya Deddy Gibran mengajak keluarganya untuk menjenguk besannya. Keluarga Mommy khayra juga ikut ke rumah sakit sebelum mereka pulang.
Mereka pun sampai di rumah sakit dan rumah sakit pun mendadak heboh dengan kedatangan keluarga konglomerat dan juga pemilik rumah sakit. Mereka pun langsung menuju ruang ICU.
" Maaf ya kalau Mommy baru jenguk ayah kamu." Ucap Mommy khayra sambil memeluk anak angkatnya dulu.
" Nggak apa-apa Mom kami mengerti kok, Mommy dan yang lainnya pergi karena memang pergi beribadah." Jawab Jihan.
__ADS_1
Deddy Gibran berbicara dengan dokter yang bertanggung jawab atas ayahnya Bagas. Deddy Gibran meminta izin untuk masuk melihat keadaan besannya. Setelah mendapat izin Deddy Gibran pun masuk ke dalam setelah memakai baju khusus.
Kini Deddy Gibran sudah berada di samping besannya yang masih betah menutup mata. Deddy Gibran pun mulai membacakan doa untuk kesembuhan besannya itu. Selesai berdoa tiba-tiba Deddy Gibran dikejutkan dengan bergeraknya jari ayahnya Bagas. Deddy Gibran yang ingin memanggil dokter pun di urungkan karena Deddy Gibran melihat besarnya membuka matanya.
" Mas...mas Rudi." Panggil Deddy Gibran.
" Mas Gibran aku ada dimana?." Tanya ayah Rudi yang merasa asing dengan ruangannya.
" Tunggu ya." Ucap Deddy Gibran tidak menjawab pertanyaan besannya dia memilih untuk memencet bel untuk memanggil dokter.
Dokter yang mendapatkan panggilan dari ruang ICU, dokter dan perawat pun berbondong-bondong langsung pergi ke ruang ICU.
Orang-orang yang berada di depan ruang ICU di buat kaget dan juga khawatir.
" Mas Bagas ayah kenapa ? Kok dokter dan perawat masuk ke dalam tergesa-gesa? Ayah nggak apa-apa kan mas." Ucap Luna panik dan sekaligus takut sampai dia sudah tak bisa membendung air matanya.
__ADS_1
Bagas pun langsung memeluk adik bungsunya menenangkannya walaupun dirinya juga tidak tenang.
" Kita berdoa saja ya, semoga ada berita baik." jawab Bagas.