
Happy Reading.
Heh, apa-apaan itu, benar-benar tuan menyebalkan!! Apakah dia kira aku wanita bodoh yang tidak paham jika tengah di peralat?
Ternyata pria seperti Javier juga juga bisa patah hati karena cinta. Ck, dasar laki-laki bucin! Ingin sekali ku tarik tanganku ini, kenapa dia betah sekali dengan pegangan tangan itu.
Aku pulang ke apartemen dengan wajah yang suram, kenapa? Karena ternyata aku hanya di jadikan umpan oleh pria yang bernama Javier itu.
Apa dia tidak tahu kalau wanita yang dijadikan tumbal ini juga sedang patah hati. Bahkan mungkin rasa sakit nya melebihi apapun, di khianati, di selingkuhi, di tinggal menikah.
Sungguh tidak akan ada yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.
Javier ini berpura-pura baik dan mesra padaku, padahal itu hanya untuk memanasi wanita pemilik restoran itu. Aku paham trik murahan seperti itu.
Sepertinya Javier merasa marah dan kesal dengan wanita tadi karena di tolak lamarannya. Aku hanya menduga sih, soalnya Javier juga tidak cerita apa-apa padaku.
Namun terlihat jelas dari sorot matanya yang mengatakan bahwa dia sangat kecewa.
"Huh, tapi memang begitulah kenyataannya, Javier di tolak lamaran nya!"
Hanya tadi pada saat aku ke kamar mandi sempat mendengar dua orang pelayan wanita mengatakan bahwa Javier dan atasannya saling mencintai, tapi karena si wanita yang entah siapa namanya itu masih ingin berkarir, jadi dia menolak lamaran dari kekasihnya dan mengakibatkan hubungan mereka menjadi renggang dan kemudian putus.
Klise sekali ya kisah mereka, tidak seperti kisah ku yang benar-benar rumit. Mungkin orang-orang tidak akan pernah mengerti bagaimana akhirnya? tapi semuanya sudah ku tutup rapat-rapat agar tidak jatuh ke dalam lobang yang sama.
Sebenarnya tadi tidak ada niat untuk menguping pembicaraan, tapi karena kita ada di dalam kamar mandi yang sama yah, akhirnya aku mendengar para pelayan itu menggosip.
Huh, rasanya begitu menyebalkan! Para pria yang menjadi budak cinta benar-benar terlihat seperti orang yang bodoh. Hah! Sudahlah, yang penting besok-besok aku tidak akan mau apabila harus di jadikan Javier alat untuk membuat mantan kekasihnya itu cemburu.
No Way!! Aku bukan wanita yang hanya ingin di manfaat kan!
Dengan langkah lesu aku pun berjalan pintu apartemen yang sudah terlihat tidak jauh itu. Sedari tadi ponselku terus berdering, aku sudah tau siapa yang meneror ku itu. Tentu saja siapa lagi kalau bukan Zicko. Pria yang telah menyakiti ku sangat dalam.
Aku tahu itu dia karena sempat membaca beberapa pesan darinya, ada ratusan pesan di notifikasi yang tidak ku buka. Sepertinya dia tahu nomer baruku dari Sasha, ya Sasha memang sempat bilang kalau ponselnya direbut paksa oleh Zicko.
Drrttt, drrrtttt!
Drrrtt, drrrtt!
"Astaga!"
__ADS_1
Aku berhenti dan mengambil ponselku, ku buka nomer itu dan ku pencet tombol block. Ini sudah nomer yang ke lima yang aku blokir dalam seminggu ini.
Sepertinya Zicko masih tidak mau menyerah dengan ku, apa dia memang tidak punya hati? Sudah memiliki istri dan anak tapi masih mengganggu ku juga!
Rasa sakit itu masih terasa hingga sekarang, kalau dia seperti ini terus bisa di pastikan bahwa aku tidak akan pernah bisa menghilangkan Zicko dari pikiran ku!
Setelah memblokir nomer Zicko, ponsel ku matikan dan ku masukkan ke dalam tas. Akhirnya aku sampai di depan pintu apartemen dan membuka pintunya dengan kunci sandi.
Ceklek.
Perlahan aku masuk sambil menundukkan wajah, mengingat betapa kesalnya hati ini.
"Zivana sayang!"
Aku mengangkat wajah ketika mendengar suara yang sangat ku kenal. Bola mataku melotot sempurna kala melihat siapa yang ada di hadapan ku saat ini.
"Mommy!"
Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu berjalan ke arahku dengan berurai air mata. Mommy Liora ada di apartemen ku? Sejak kapan?
"Mommy kok ada di sini?" tanyaku heran.
Sungguh aku sama sekali tidak pernah menyangka bahwa Mommy akan datang jauh-jauh hanya untuk melihat keadaan ku.
Aku masih mencerna ucapan Mommy, kenapa minta maaf padaku?
Aku tersentak kala Mommy tiba-tiba berlutut di depanku.
"Aku hanya ingin minta maaf, Ra!"
"Mom, jangan lakukan itu, berdirilah!"
Sungguh aku tidak pernah menyangka bahwa Mommy akan melakukan hal ini padaku!
"Tidak Zizi, Mommy tidak akan berdiri kalau kamu belum memaafkan Mommy!"
Aku menatap Mommy yang terlihat sangat sedih itu dengan perasaan tidak menentu.
Apakah pantas aku mendapat semua ini?
__ADS_1
"Ayo bangun Mom, kita bicara di sofa sana," Perlahan Mommy mau bangkit berdiri setelah aku memaksanya.
Sungguh mommy benar-benar sosok ibu yang sangat bijak.
Aku bisa merasakan penyesalan dari tatapan wanita yang telah membesarkan ku ini. Meskipun Mommy Liora bukan wanita yang melahirkan ku, tapi selama ini kasih sayangnya melebihi Mama kandungku yang sekarang entah di mana.
Sejak usia lima tahun, Mommy Liora dan Daddy Nickolas telah mengadopsi ku sebelum Zicko lahir.
Mommy menangis sesegukan sambil menggenggam tanganku.
"Zizi, Mommy hanya ingin kamu memafkan kami, Daddy dan juga Zicko. Tolong dengarkanlah penjelasan Mommy saat ini."
Aku hanya diam tidak menjawab, memangnya apa lagi yang akan di perjelas? Semua yang ku lihat sudah sangat jelas.
"Ini tidak seperti yang kamu lihat nak, ada sebuah rahasia tersembunyi yang sudah terkuak selama ini." Ucap Mommy.
"Mom, aku tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun, beristirahatlah dulu di kamar, nanti aku buatkan makan malam."
"Tidak Nak, Mommy mau cerita padamu tentang sebuah fakta yang akan membuatmu mengerti."
"Fakta apa Mom?" Merasa sangat tidak enak dan kasihan terhadap Mommy akhirnya aku berusaha menguatkan diri agar tidak mengeluarkan air mata untuk mengetahui sebuah fakta lagi.
Sepertinya kali ini aku harus berdamai dengan keadaan, melihat Mommy yang sangat sedih seperti itu aku menjadi tidak tega.
"Zizi, sebenarnya Zicko adalah korban, dan anak itu bukan anaknya Zicko, selama ini dia hanya di jebak oleh Sonia dan juga Orlando!"
Aku mengerutkan dahi.
"Apa maksudnya Mom?" Tanyaku penasaran. Kenapa Mommy membahas Orlando lagi.
"Baiklah, Mommy akan menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, kamu hanya perlu mendengarkan saja."
Akhirnya Mommy menceritakan semuanya padaku tanpa jeda. Meskipun di sini aku memilih untuk diam dan menyimak.
"Kami semua sudah menyakitimu mak, maafkan Mommy, Zizi!"
Mommy menghambur ke pelukanku dan menangis tersedu. "Sudahlah Mommy, jangan menangis!"
Aku sedikit terkejut dengan cerita dan Fakta dari Mommy, tapi aku masih sedikit kesal dengan sikap Zicko yanh seenaknya saja.
__ADS_1
Meskipun kenyataan itu mengatakan bahwa Zicko hanyalah korban tapi tetap saja rasa sakit ini masih membekas.
Bersambung.