Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
114. Ayra pulang


__ADS_3

Dan siang ini tiba-tiba Andra di telpon oleh Vito ngajakin untuk ke temuan di cafe pulang kerja. Andra yang saat ini sedang berada di perusahaan mertuanya bersama sang istri. Andra pun langsung meminta izin untuk menemui para sahabatnya. Lagi pula mereka juga mengenal Gianna.


" Dek, sahabat aku ngajakin ketemuan nanti sore di cafe kamu mau ikut atau nggak?." Tanya Andra.


" Boleh, aku telpon mama dulu biar mama nggak nungguin kita pulang." Jawab Gianna.


Sore hari pulang kantor Andra dan Gianna langsung menuju ke cafe tempat mereka janjian.


Sampai sana ternyata sudah ada Lexi, Vito, Albert, Erwin dan mika yang menunggu.


" Assalamualaikum, sorry telat." Ucap Andra sambil menyalami sahabatnya.


'" walaikum salam,"


" Akhirnya datang juga pengantin baru." Ucap Albert sambil menyindir


Andra yang tahu sahabatnya sedang menyindirnya tapi Andra cuek saja. dan langsung menarik tangan istrinya untuk duduk di kursi kosong yang ada di sana.

__ADS_1


" Kalian kok nikah nggak bilang sih kalau nikah." Tanya Albert.


" Iya nih, kamu anggap kita itu sahabat atau bukan sih." Timpal Lexi.


" Maaf bukannya nggak mau memberitahu kalian tapi karena semuanya serba mendadak membuat aku nggak sempat bilang ke Kalian." Jawab Andra.


" Mendadak! Kamu nggak DP dulu ke Gianna kan." Ujar Lexi.


" Astaghfirullahaladzim, kalian pikir aku sebejat itu. Kalau aku melakukan itu sudah pasti aku nggak ada di sini. Kalian tahu kan keluarga aku kaya gimana!."


" Aku mendadak menikahi Gianna karena permintaan papanya Gianna. Papanya Gianna kecelakaan pesawat dan sempat koma dan begitu sadar dari komanya papanya Gianna ingin melihat dan menikahkan sendiri anaknya. Kalian tahu kan kalau Gianna anak semata wayang dan papanya Gianna ingin sebelum pergi anaknya sudah punya suami yang menjaganya. Lalu papanya Gianna meminta aku dengan Gianna dan tiga hari kemudian kami menikah di rumah sakit karena kondisi papanya Gianna yang tidak mungkin untuk di bawa keluar dari rumah sakit. Sehari setelah kami menikah keesokan harinya habis subuh papanya Gianna meninggal dunia." Jelas Andra.


" Maaf Gianna kami nggak tahu, turut berdukacita ya." Ucap Vito.


" Iya Gianna turut berdukacita." Ucap Albert dan di ikuti yang lain.


" Iya terima kasih." Jawab Gianna.

__ADS_1


" Kalian nggak ngadain resepsi." Tanya Vito.


" Belum tahu dan belum kepikiran." Jawab Andra.


" Ya sudah kami ucapkan selamat menempuh hidup baru semoga samawa dan cepat di berikan momongan." Ucap kelima sahabatnya.


" Amin, terima kasih."


Mereka pun mengobrol karena sudah lama juga mereka tidak bertemu.


*****


Akhirnya libur pun tiba dan sesuai rencana ayra akan pulang ke Indonesia. Biasanya dia pulang memakai pesawat pribadi keluarga al-fathir. Tapi karena liburan kali ini ayra pulang ke Indonesia bersama dengan sahabatnya. Makanya mereka naik pesawat komersil lagi pula pesawat pribadi milik keluarga al-fathir sedang di pakai.


Karena pesawat mereka akan berangkat jam dua siang makanya jam dua belas kurang mereka sudah sampai di bandara.


Pesawat mereka pun take off tepat waktu sesuai jadwal. Dan mereka akan transit di Turki baru melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

__ADS_1


Perjalanan hampir dua puluh jam akhirnya mereka semua pun sampai ke Indonesia. Setelah pemeriksaan imigrasi dan mengambil koper, mereka pun keluar dari bandara.


Keluar dari bandara ayra langsung mengajak sahabatnya menuju ke mobil yang menjemput mereka.


__ADS_2