
Mezzaluna yang berapa hari yang lalu harus berangkat ke Yogyakarta untuk meeting mewakili perusahaan bersama dua orang pegawai al-Fathir corp. Dan hari ini Mezzaluna memutuskan untuk pulang lebih dulu dibandingkan dengan dua pegawai al-Fathir corp yang ikut bersamanya. Karena masih ada yang harus mereka kerjakan jadi mereka akan berada di sana dua hari lagi.
Mezzaluna pulang karena dia ingin menghadiri acara aqiqah putrinya Andra. Di tambah para sepupunya pada kumpul semuanya jadi dia nggak mau ke tinggalan kumpul bareng sama mereka.
Sampai bandra Mezzaluna di jemput supir dan langsung menuju ke rumah mas Andra. Sampai di rumah mas Andra, Mezzaluna langsung masuk kedalam dan menyapa kedua orang tua dan juga saudara-saudara yang lainnya. Setelah itu Mezzaluna ikut bergabung dengan sepupu perempuannya.
Di tempat lain ada seorang laki-laki yang menatap Mezzaluna begitu Mezzaluna turun dari mobil sampai dia masuk ke dalam rumah tanpa berkedip.
" Woi.. kedip! Awas nanti kesambet loh." Seru Albert yang menepuk Vito yang terus saja lihatinĀ Mezzaluna terus.
Vito tersentak kaget saat Albert menepuk pundaknya.
" Astaghfirullahaladzim al ngagetin aja." Ucap Vito.
" Habis ngelihatin Mezza begitu banget, udah sana samperin ajak bicara." Kata Albert.
" Kamu mau ngomong sama Mezza sekarang Vit? Kalau mau nanti aku bantu kamu biar bisa bicara dengan Mezza." Ucap Andra.
" Kamu serius dra! Boleh dra." Vito senang sahabatnya mau membantunya untuk mendapatkan pujaan hatinya.
" Ya udah aku tinggal dulu ya." Andra pun pergi dari sana karena Andra harus menyapa tamu undangan yang lainnya.
__ADS_1
****
Sebelum mengajak Mezzaluna untuk bertemu dengan Vito, Andra berbicara terlebih dahulu dengan mas Ghaizan meminta pendapatnya sebagai kakak dari Mezzaluna.
" Mas Ghai bisa bicara berdua nggak." Ajak Andra.
" Mau bicara apa dra." Tanya Ghaizan.
" Begini mas ada laki-laki yang serius menyukai Mezza dan dia ingin meminta Mezza untuk menjadi istrinya."
" Siapa orangnya?." Tanya Ghaizan.
" Vito."
" Kalau dia memang serius dengan Mezza langsung datang ke rumah dan menemui papa." Ucap Ghaizan.
" Tapi mas Ghai nggak apa-apa kalau Vito sama Mezza." Tanya Andra.
" Kenapa nggak kita sudah lama mengenal Vito dan keluarganya dan tahu Vito seperti apa. Jadi nggak ada alasan untuk menolak Vito. Bilang aja sama Vito suruh ke rumah." Ucap Ghaizan.
Setelah berbicara dengan mas Ghaizan Andra pun mencoba berbicara dengan Mezzaluna.
__ADS_1
" Za, mas Andra boleh bicara sama kamu." Tanya Andra.
" Mau bicara apa? Mau bicara dimana?.' ucap mezzaluna yang sedang mengobrol dengan sahabat lainnya.
" Di sini juga nggak apa-apa."
" Ya udah ada apa?." Tanya Mezzaluna yang penasaran dengan apa yang akan di tanyakan oleh sepupunya.
" Begini za, kalau ada laki-laki yang menyukai kamu dan serius sama kamu. Apa kamu mau ngasih laki-laki itu lampu hijau untuk mendekati kamu." Tanya Andra.
" Memang siapa mas? Laki-laki yang suka sama aku." Tanya Mezzaluna.
" Vito."
" Vito sahabatnya mas Andra."
" Iya, Vito sahabat aku."
" Kalau kak Vito serius sama aku suruh langsung menemui papa." Jawab Mezzaluna.
" Oke nanti aku bakal bilang ke Vito, makasih ya za sudah mau ngasih kesempatan untuk sahabat aku."
__ADS_1
Setelah berbicara dengan Mezzaluna, Andra pun kembali ke tempat para sahabatnya. Dan Andra memberitahukan kepada Vito untuk langsung ke rumah Mezzaluna menemui papanya. Vito yang mendengar itu sangat senang tapi juga ada rasa takut kalau dirinya di tolak oleh kedua orang tua Mezzaluna.