Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
125. mika emosi


__ADS_3

Setelah kejadian dimana keluarga Ibrahim menemui keluarganya. Dan berakhir dengan tidak menerimanya keluarga Ibrahim akan masa lalunya dua hari yang lalu. Sampai saat ini mereka tidak melihat keberadaan Ibrahim.


Ketika mau pulang mika menghampiri Ayra dan Fatimah.


" Ay... Fat ... Tunggu,." Panggil mika saat ayra dan Fatimah ingin masuk kedalam mobil.


" Iya ada apa mik." Tanya ayra basa-basi padahal dirinya sudah bisa menebak kalau mika pasti akan menanyakan keberadaan Ibrahim.


" Oh iya ay aku mau tanya tapi kamu jangan tersinggung ya!." Ayra mengangguk.


" Dua hari yang lalu Ibrahim jadi ke rumah kamu menemui kedua orang tua kamu." Tanya mika.


" Jadi."


" Terus bagaimana pertemuannya?. Soalnya sampai saat ini aku belum melihat keberadaan Ibrahim. Kemarin pulang dari kampus aku ke apartemennya tapi tidak ada orang."  Dan benar mika menanyakan keberadaan Ibrahim.


" Mereka datang ke rumah dan memberitahu ke mami dan papi aku maksud kedatangan mereka. Dan yang sudah aku bilang sebelumnya tentang masa lalu aku, kamu juga tahu kan. Dan ternyata Ibrahim tidak menceritakan itu kepada keluarganya. Saat papi aku kembali memberitahukan tentang masa lalu aku. Mereka kaget dan tidak merestui hubungan ini." Jelas ayra.

__ADS_1


" Bahkan mereka pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan papi dan Maminya Ayra." Tambah Fatimah.


" Astaga kenapa bisa begitu, memang kenapa dengan masa lalu ayra, toh bukan ayra yang melakukan kesalahan itu. Yang harusnya di lihat masa kini dan masa depan nanti. Belum tentu mereka yang dari keluarga baik-baik masa depannya akan baik." Ucap mika yang sepertinya terpancing emosi dengan sikap keluarga Ibrahim.


" Sudahlah aku nggak marah kok dari awal aku sudah menyiapkan kemungkinan kalau Keluarga Ibrahim tidak merestui kami. Aku percaya kok Allah SWT sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk aku." Ucap ayra sambil tersenyum.


" Tapi ay...."


" Sudahlah mik, aku minta jangan di bahas lagi. Kalau kamu bertemu Ibrahim bilang ke Ibrahim untuk melupakan kejadian yang kemarin. Dan jangan jadikan kejadian kemarin merusak persahabatan kita." Ucap Ayra.


" Aku nggak tahu hati kamu terbuat dari apa! Kamu bisa bersikap biasa saja."


" Astaga ay...."


" Aku pulang dulu ya mik, soalnya mami aku nyuruh pulang cepat." Pamit ayra.


" Ya udah, sama aku juga mau pulang sampai ketemu besok." Mika pun pergi dari hadapan Ayra dan Fatimah.

__ADS_1


Ayra dan Fatimah masuk ke mobil dan pergi meninggalkan kampus.


Pulang dari kampus maminya mengajak Ayra dan Fatimah untuk pergi ke mall untuk mencari titipan sang menantunya yang sedang hamil.


Sebenarnya mami Zafira ingin sekali berburu baju-baju bayi tapi kata orang pamali kalau membeli barang kebutuhan bayi sebelum kehamilan tujuh bulan.


Kini ketiganya sudah berada di mall,


" Banyak titipannya mih?." Tanya Ayra.


" Titipan Kakak ipar kamu?." Tanya mami balik.


Ayra mengangguk.


" Minta beliin camilan, coklat dan pernak-pernik khas Inggris." Jawab mami Zafira.


" Pernak-pernik khas Inggris! Maksudnya barang-barang yang biasanya di beli untuk oleh-oleh."

__ADS_1


" Iya, kaya gantungan kunci, tempelan kulkas dan yang lainnya."


" Astaghfirullahaladzim aku rasa calon anaknya mas Andra pasti ngambek kalah sama kaya bapaknya yang sangat menyukai kota Inggris." Ucap Ayra yang mengingat kakaknya sangat menyukai negara Inggris mau apa pun bentuknya.


__ADS_2