
Ibrahim dan para sahabatnya yang lainnya sudah kembali ke London dan sudah pulang ke rumah masing-masing. Hanya mika saja yang memilih ikut dan menginap di rumah Ibrahim.
" Him, kamu sudah yakin dengan perasaan kamu dengan ayra." Tanya mika yang memang menjadi teman curhatnya.
" Insyaallah yakin." Jawab Ibrahim mantap.
" Terus kapan kamu mau menyatakan perasaan kamu ke ayra." Tanya mika lagi.
" Insyaallah setelah lulus kuliah aku akan menemui orang tuanya Ayra untuk melamarnya." Jawab Ibrahim.
" Kenapa nggak di segerakan aja him, aku merasa keluarga ayra nggak masalah deh. Buktinya yang kemarin menikah bukanya baru lulus SMA."
" Nanti deh aku akan pikiran lagi nanti."
" Ya sudah aku cuma mau mengingatkan kamu jangan sampai menyesal nantinya tiba-tiba ayra di lamar orang lain karena kamu kelamaan menyatakan perasaan kamu " ujar mika yang langsung beranjak pergi.
__ADS_1
Setelah kepergian mika, Ibrahim pun memikirkan omongan mika. Dan Ibrahim membenarkan apa yang di bilang oleh mika.
" Iya ya, kalau aku nunggu lulus kalau ayra belum di lamar orang tapi kalau sudah bukannya itu akan menjadi penyesalan dalam hidupnya. kayanya aku harus shalat istikharah terlebih dahulu untuk memantapkan hati ini." Gumam Ibrahim dalam hati.
***
Setelah istrinya dinyatakan hamil Andra benar-benar sangat menjaga kondisi kesehatan istrinya.
" Dek aku antar kamu dulu ke kantor, tapi ingat jangan ngerjain perkejaan yang berat dan jangan lupa kalau sudah lelah istirahat jangan memaksakan diri." Banyaknya rentetan pesan yang di berikan oleh Andra saat mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Gianna dan Andra pun keluar kamar dan langsung turun menuju ke meja makan. Dan benar saja mama Ruth sudah menunggu di sana.
" Ayo kita sarapan dulu." Ajak mama Ruth saat melihat anak dan menantunya baru turun dari atas.
Andra duduk di samping mama mertuanya sedangkan Gianna duduk di ruang tengah. Karena sejak di nyatakan hamil Gianna sama sekali nggak bisa makan nasi bahkan mencium bau nasi pun nggak bisa. Makanya mama Ruth sudah menyiapkan sarapan dan susu untuk Gianna di ruang tengah.
__ADS_1
Setelah sarapan Andra dan Gianna pun pamit ke mama Ruth. Andra meminta sopir untuk ke perusahaan milik mertuanya untuk mengantarkan istrinya terlebih dahulu. Baru setelah itu Andra akan pergi ke perusahaan al-fathir corp karena dia harus menemui beberapa klien.
Sampai di perusahaan milik mertuanya Andra mengantar istrinya sampai di ruangannya. Setelah memastikan istrinya sudah duduk dengan nyaman di kursi di ruangannya. Barulah Andra berangkat menuju ke kantor milik keluarganya. Beruntung jaraknya tidak begitu jauh hanya butuh waktu sepuluh menit saja Andra sudah sampai di gedung al-Fathir corp.
Mami Zafira yang hari ini di minta sama Mommy nya untuk ke restoran untuk mengecek pembukuan. Saat sedang memeriksa pembukuan tiba-tiba ponselnya berdering, mami Zafira pun langsung melihat siapa yang menelponnya ternyata sang menantu yang menelpon.
" Assalamualaikum sayang ada apa?."
" Walaikum salam mami, mami lagi dimana?."
" Di restoran sayang kenapa?."
" Mami di restoran! Kok Gia jadi ingin makan ikan bakar."
" Kamu kepingin makan ikan bakar sayang mau mami bawain nanti, kamu sekarang ada dimana?."
__ADS_1