
Tak lama Andra pun selesai ganti baju lalu segera menghampiri sepupunya. Andra pun langsung mengajak Mezza pulang tapi sebelumnya di pamitan dulu ke pak Dewo.
Mereka berdua pun keluar dari sekolah menuju mobil yang menjemput mereka.
" Mas Andra bilangin dong sama teman mas Andra." Andra yang duduk di bangku depan spontan langsung menengok ke belakang.
" Iya temannya mas Andra, aku tuh risih tahu dia dekat-dekat aku terus." Ucap Mezzaluna sebal.
" Siapa sih maksud kamu?." Tanya Andra yang bingung siapa yang di maksud karena ada berapa teman seangkatannya yang suka menanyakan sepupunya itu.
" Siapa lagi kalau bukan si Mika."
" Oh Mika, Kenapa memangnya?."
" Mas... kok kenapa sih!" Teriak Mezzaluna kesal." Aku tuh nggak suka sama mika."
" Mika baik loh, udah gitu baik, pintar, ganteng dan banyak loh cewek-cewek yang menyukai Mika. Kamu harusnya senang di sukai oleh Mika." Ucap Andra sambil menahan tawanya karena setelah ini sepupunya pasti akan ngamuk.
Dan benar saja tak lama Andra pun di pukuli lengannya karena Mezzaluna kesal kakak sepupunya itu tak mengerti dirinya.
" Iya...iya nanti mas Andra bilang ke Mika." Jawab Andra.
__ADS_1
" benar ya mas. Janji loh." Andra mengangguk.
Sampe rumah Andra pun langsung masuk ke kamarnya, Setelah dia sebelumnya menemui Oma dan Tante-tantenya mencium tangan mereka.
Sedangkan mami nya memang tidak ada di rumah karena Maminya sedang mengecek restoran milik Omanya yang kini di pegang Maminya.
Keesokkan harinya giliran Ayra yang tidak bisa ikut pulang bareng
kakak, adik dan sepupunya. Hari ini Ayra yang menjabat Sebagai
seketaris kelas. Jadi dia bersama dengan dua teman yang lainnya yang menjabat sebagai ketua kelas dan juga bendera kelas dan juga wali kelas mereka. Berencana untuk menangokin teman sekelas mereka yang sakit karena kecelakaan dan masuk ke rumah sakit.
Selesai shalat magrib Bu Fitri wali kelas Ayra, mengajak Ayra dan juga kedua temannya yaitu Maudy dan Andri untuk makan dulu di kantin rumah sakit.
" Kalian Mau makan apa? Tenang aja nanti ibu yang bayar dan kalian juga nggak usah khawatir ibu sudah memberitahu orang tua kalian kalau pulang telat." ucap Bu Fitri yang tahu mereka takut diomelin oleh orang tua masing-masing.
Tapi mendengar kalau Bu Fitri sudah memberitahu orang tua masing-masing. Mereka pun bisa bernafas lega.
Selesai makan Bu Fitri pun mengajak kami meninggalkan kantin dan menuju parkiran tempat dimana mobil Bu Fitri berada.
Tapi saat di parkiran dan akan masuk ke dalam mobil Bu Fitri tiba-tiba namanya ada yang panggil.
__ADS_1
" Ayra." Ayra yang di panggil namanya pun langsung menengok kearah yang memanggilnya.
Dan ternyata tak jauh dari sana ada bang Ghaizan, anak sulung om Sakti dan Tante Amara.
" Bang Ghaizan." gumam Ayra.
Ghaizan pun berjalan menghampiri adik sepupunya itu.
" Ayra kok ada di sini." Tanya Ghaizan.
" Oh , Ay habis nengokin teman yang sakit dan ini juga sudah mau pulang." Jawab Aura.
" Ya udah bareng bang Ghai aja.'
Ayra pun menerima tawaran kakak sepupunya untuk pulang bareng. Tapi dengan begitu juga meringankan Bu Fitri jadi tinggal hanya mengantar Maudy dan Andri saja.
" Bu Fitri, Ayra pulang sama kakak sepupu ayra saja. Dia bang Ghaizan kakaknya kak Mezzaluna."
" Ya sudah kalau begitu kami duluan ya."
Akhirnya Ayra pun pulang bareng mas Ghaizan.
__ADS_1