Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
137. Fabian siuman


__ADS_3

Habis magrib Ayra sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.


" Sayang kamu sudah mau berangkat sekarang nggak makan malam dulu?." Tanya mami Zafira ke putrinya.


" Nggak mih, Ay bawa bekal aja nanti baru di makan di rumah sakit lagipula ay masih kenyang tadi habis makan burger." Jawab ayra.


" Ya sudah mami minta bibi buat nyiapin." Ucap mami Zafira.


" Sekalian bawain juga buat makan malam pak Bisma." Ucap Oma khayra yang meminta mami Zafira sekalian membuatkan bekal makan malam untuk pak Bisma.


" Nggak apa-apa kan sayang Oma nitip makan malam buat nak Bisma." Tanya Oma khayra ke cucunya.


" Nggak apa-apa kok Oma."


" Tante nanti kalau adik Fabian sudah bangun langsung telpon Nindya ya. Nindya kangen banget sama adik Fabian." Ucap Nindya sambil matanya berkaca-kaca.


" Iya sayang nanti Tante akan langsung telpon Nindya kalau adik Fabian bangun. Kalau nggak nanti kalau pas Tante sedang periksa kondisi adik Fabian Tante telpon kalian biar kalian bisa bicara dengan adik Fabian. Walaupun adik Fabian belum sadar tapi adik Fabian pasti akan mendengar suara kalian. Kalian mau ?." Tanya Ayra.

__ADS_1


Kedua kakak beradik itu pun mengangguk.


" Ya sudah Ayra berangkat dulu, assalamualaikum." Pamit Ayra setelah bekal makan malamnya sudah siap.


" Walaikum salam."


Sampai di rumah sakit Ayra langsung menuju ke ruangan ICU untuk menemui pak Bisma.


" Selamat malam pak Bisma." Sapa Ayra.


" Selamat malam juga dokter Ayra."


" Terima kasih dokter Ayra, jadi merepotkan pakai di bawakan makan malam segala. Dan juga nanti tolong bilangin sama Bu Khayra terima kasih." Ucap pak Bisma.


" Sama-sama pak Bisma, kalau begitu saya permisi dulu. Selamat malam."


" Selamat malam juga."

__ADS_1


***


Sesuai dengan janjinya ke Katya dan Nindya kalau dirinya akan menelpon mereka berdua agar Katya dan Nindya bisa berbicara dengan adiknya.


" Hallo Katya dan Nindya, sudah siap berbicara dengan adik kalian." tanya Ayra ke kedua kakak beradik dan kedua kakak beradik itu pun mengangguk. Ayra memang sengaja melakukan video call dari pada telpon biasa agar Katya dan Nindya bisa melihat adiknya langsung.


Katya dan Nindya mulai mengajak bicara adiknya, mereka berdua bercerita tentang kebersamaan mereka selama ini. Terlihat Katya dan Nindya sangat amat menyayangi adiknya, mungkin karena memang usia mereka yang terpaut jauh dengan Fabian yang berusia tiga tahun. Jadi Ayra bisa melihat bagaimana Katya dan Nindya sangat menjaga adiknya.


Hampir satu jam mereka berdua mengajak Fabian berbicara dan saat Katya dan Nindya ingin berpamitan. Mata Ayra melihat jari tangan Fabian bergerak.


" Sayang Tante tutup Dulu ya nanti Tante telpon lagi." Ucap Ayra.


" Ada apa Tante? Apa ada yang terjadi sama Fabian Tante." Ucap Katya yang langsung menangis karena takut terjadi sesuatu kepada adiknya.


" Kalian berdoa saja ya, Tante tutup dulu."


Setelah itu Ayra langsung memanggil dokter jaga, Fabian pun langsung di periksa dan Alhamdulillah ternyata Fabian sudah sadar dari komanya. Ayra pun sangat bahagia melihat Fabian akhirnya bangun dari komanya.

__ADS_1


Ayra pun langsung keluar dari ruang ICU dan mencari keberadaan pak Bisma. Tapi ternyata pak Bisma sedang beristirahat di kamar yang memang di siapkan untuk istirahat pak Bisma Selama menunggu putra bungsunya.


__ADS_2