Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
90. Andra kecelakaan


__ADS_3

Papi bagas mulai menelpon sahabat putranya menanyakan keberadaan putra. Bagas yang awalnya berpikir positif kini Bagas langsung memikirkan hal buruk yang menimpah putranya. karena ke empat sahabatnya putra sudah sampai rumah masing-masing sudah dari tadi. Tapi putranya belum sampai rumah dan juga belum ada kabarnya.


" Gimana pih?." Tanya mami Zafira.


Belum papi Bagas menjawab pertanyaan mami Zafira tiba-tiba bibi asisten rumah tangga datang dengan nafas ngos-ngosan.


" Pa..pak Bagas ada telpon dari pihak kepolisian?." Ucap bibi dengan tangan yang gemetaran.


Papi bagas dan mami Zafira saling pandang dan kemudian papi Bagas pun menerima telpon.


" Hallo...."


" ............ "


" Iya saya sendiri."


" ............. "


" Innalilahi, ba...baik kami akan ke sana pak."

__ADS_1


Papi bagas pun menutup telponnya.


" Pih ada apa?." Tanya mami Zafira.


Papi bagas yang masih syok tak mendengar pertanyaan istrinya. Sampai mami Zafira berteriak baru papi Bagas mendengar.


" Andra mih, Andra kecelakaan mobilnya di tabrak oleh truck Mih." Jawab papi Bagas gemetaran.


Mendengar anaknya kecelakaan mami Zafira pun berteriak histeris sampai Arfan dan Arqan juga berapa asisten rumah tangga pun langsung menuju kamar papi Bagas dan mami Zafira.


" Pih, mami kenapa?." Tanya Arfan.


" Kakak kamu kecelakaan." Jawab papi Bagas.


" Arfan, Arqan kalian jaga mami kamu dulu papi harus ke rumah sakit melihat kondisi kakak kamu." Ucap papi Bagas meminta anak kembarnya untuk menjaga sang istri yang masih histeris mendengar anaknya kecelakaan.


" Nggak pih, aku mau ikut aku mau lihat kondisi anak aku pih." Ujar mami Zafira yang ingin ikut dengan suaminya ke rumah sakit.


" Ya sudah kalau mami mau ikut mami harus tenang jangan kaya begini lebih baik mami berdoa saja semoga Andra tidak kenapa-kenapa. Kita siap-siap terus ke rumah sakit.' ucap papi Bagas.

__ADS_1


" Kita juga ikut pih." Ucap Arfan dan Arqan.


Papi bagas mengangguk mengizinkan mereka untuk ikut dengannya ke rumah sakit.


Papi bagas, mami Zafira, Arfan dan Arqan pun berangkat ke rumah sakit. Beruntung jalan sepi mungkin karena memang sudah beranjak malam dan sebagian orang mungkin sudah terlelap tidur di rumah makanya mereka sampai rumah sakitnya cepat.


Sampai rumah sakit mereka langsung menuju ke bagian informasi.


" Selamat malam, saya mau tanya korban kecelakaan yang baru saja di bawa ke sini ada di mana ya?." Tanya papi Bagas.


" Selamat malam pak, kalau boleh tahu bapak keluarga dari korban yang mana ya?." Tiba-tiba mereka di samperin oleh dua orang polisi.


" Malam juga pak, saya mencari anak saya namanya Muhammad Attaqy Rafandra al-Fathir dia pakai mobil range Rover pak." Jawab papi Bagas.


" Mari ikut kami pak kebetulan dokter ingin bicara ke keluarga korban." Ucap polisi itu yang menyuruh kami mengikuti mereka menemui dokter.


" Selamat malam dok, kami mengantarkan keluarga Muhammad Attaqy Rafandra al-Fathir." Ucap polisi tersebut.


" Oh iya terima kasih," dokter itu pun berterima kasih ke kedua polisi.' Mari ikut dnegan saya." Ucap dokter.

__ADS_1


Mami Zafira dan papi Bagas pun mengikuti dokter ke ruangannya  setelah sebelumnya berterima kasih juga dengan polisi yang mengantar mereka menemui dokter. Sedangkan Arfan dan Arqan memilih menunggu di luar sambil memberitahukan keluarga yang lainnya.


" Selamat malam bapak dan ibu sebelumnya kami ingin menjelaskan kondisi ananda Muhammad Attaqy, kondisi nya saat ini kritis dan harus segera di lakukan operasi tapi rumah sakit ini tidak mempunyai peralatan yang lengkap. Jadi kami ingin meminta persetujuan keluarga untuk di pindahkan ke rumah sakit besar dengan peralatan yang lengkap." Jelas dokter.


__ADS_2