Mencintai Adik Angkat

Mencintai Adik Angkat
49. Tahu


__ADS_3

Bagas dan Zafran pun sudah sampai di rumah siang tadi dan langsung memilih tidur setelah semalaman begadang.


Malam hari setelah makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga.


" Gimana Luna dan Aji gas." Tanya Deddy Gibran.


" Iya loh mas Bagas belum cerita." ucap Zafira yang penasaran dengan kabar kedua adik iparnya.


Bagas pun mulai menceritakan semuanya.


" Jadi kami sepakat akan menikahkan Luna dengan laki-laki itu tiga hari lagi." Ucap Bagas.


" Sudah di cek latar belakang laki-laki itu." Tanya Deddy Gibran.


" Sudah Ded."


" Zafran kamu sudah minta bantuan Nando." Tanya Deddy Gibran ke Zafran.


" Om putra yang menghubungi bang Nando dan bang Nando sudah mengirimkan ke Zafran. Mau lihat di sini atau mau di ruang kerja." Tanya Zafran.


" Di sini aja Fira masih pingin mas bagas elus perut Fira." bukan Bagas yang jawab tapi Fira. karena saat ini Bagas sedang mengelus perut buncit Fira.


" Ya udah aku ambil laptopnya dulu." Zafran pun pergi ke kamarnya untuk mengambil laptop.


Tak lama Zafran kembali dan mulai menyambungkan laptop dengan layar tv agar semua orang yang berada di situ bisa melihat.


" Ini rekaman CCTV dimana Arif di bekap?." Zafran menunjukan rekaman CCTV dimana Arif yang sedang membuang sampah di bekap hidung yang membuat Arif pingsan. Lalu mereka membopong tubuh Arif dan membawa pergi.


Selanjutnya Zafran menunjukan rekaman CCTV yang menampilkan Luna yang di bekap saat akan membuka pintu mobilnya. Dan di CCTV bagian lain terlihat ada dua mobil dan salah satunya yang membawa Luna.


" Sudah di cek plat mobilnya." Tanya Deddy.


" Sudah ded, kedua mereka sudah ada di tempat biasa." Jawab Zafran.


Selanjutnya Zafran memperlihatkan CCTV yang berada di hotel.

__ADS_1


" Kamu kenal wanita itu gas." Tanya Zafran yang menunjuk ke sosok perempuan yang ada di sana.


" Nggak Bagas nggak kenal, misalnya dia itu klien atau apa yang berurusan dengan perusahaan ayah, Bagas sama sekali nggak tahu apapun yang berurusan dengan perusahaan ayah." Jawab Zafran.


" Kamu tanya ayah kamu atau Aji." Ucap Deddy Gibran.


Bagas pun langsung menelpon Aji yang kebetulan sedang bersama ayahnya. Bagas pun langsung mengirimkan rekaman CCTV ke mereka dan menanyakan tentang wanita itu.


Tak lama Aji mengirim pesan ke Bagas.


" Kata Aji wanita itu istri dari salah satu klien perusahaan ayah. Nama farel Subandono, Dia anak dari Danang Subandono dari perusahaan DS group." Jelas Bagas.


" Ray coba cari tahu." Ucap Deddy Gibran yang menyuruh Rayyan mencari tahu karena Rayyan seorang hacker juga.


Rayyan pun mengambil laptopnya, Setelah kembali dia mulai mengutak-atik laptopnya.


" Dapat." semuanya langsung memandang ke Rayyan.


" Danang Subandono mempunyai tiga orang anak, dan Farel Subandono adalah anak laki-laki satu-satunya. Semenjak memutuskan untuk menikahi Sasa dan tidak di restui oleh keluarga Farel."


" Sedangkan Danang Subandono adalah sahabat ayah kamu kan?." Tanya Rayyan.


" Iya om Danang itu sahabat ayah."


" Sasa itu siapa mas Ray." Tanya Zafira.


" Sasa adalah wanita penghibur yang tak sengaja di selamatkan oleh Farel. Tapi entah kenapa Farel memilih menikahi wanita itu dan di benci oleh keluarganya." Jawab Rayyan.


" Kalau nggak salah ayah pernah cerita, Alasannya karena kasihan dan wanita itu ingin bertobat. Dan Farel bertekad akan membimbingnya." Jelas Bagas.


" Dengan bukti yang ada lebih baik kamu diskusikan ke ayah dan saudara kamu langkah apa yang mau di ambil. Nanti kamu tinggal hubungi putra." Ucap Deddy Gibran.


" Lebih baik di laporkan ke pihak berwajib mas karena ini sudah tindakan kriminal dan merugikan orang lain." Ucap Zafıra.


Bagas pun kembali menelpon ayahnya lagi dan akhirnya mereka sepakat untuk melaporkan Sasa ke pihak berwajib besok pagi.

__ADS_1


*


*


Selepas bertemu dengan keluarga Luna dan dia juga sudah mengambil keputusan untuk menikahi Luna. Sore hari Arif pun menelpon adik perempuannya karena dia yang memegang ponselnya.


" Assalamualaikum dek, ibu sama bapak ada."


" Walaikum salam, Ada mas." Adik Arif pun langsung meloudspeker.


" Nak gimana kabarmu di sana?." Tanya pak Nurcholis.


" Alhamdulillah baik pak, tapi Arif sedang terkena musibah pak."


" Astaghfirullahaladzim musibah apa nak."


" Arif di jebak orang pak saat lagi kerja, Arif nggak tahu tapi tiba-tiba Arif sudah berada di dalam kamar hotel sama perempuan pak."


" Astaghfirullahaladzim nak kenapa bisa begitu kamu nidurin perempuan itu." ucap Bu Nurmadiah kaget.


" Mereka menjebak Arif dan perempuan itu seakan-akan kami tidur bersama. Dan Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, Tapi keluarga perempuan itu meminta Arif untuk menikahi wanita itu tiga hari lagi pak."


" Apa dia wanita baik-baik nak." Tanya Bu Nurmadiah.


" Arif belum bertemu lagi dengan perempuan itu, Arif hanya melihat saat masih di hotel. Tapi kakak dan ayahnya menemui Arif dan memintanya baik-baik. Karena pelakunya belum bertemu mereka tidak tahu kedepannya apa yang akan di lakukan oleh pelakunya."


" Bertanggung jawablah nak, Nanti bapak akan mencoba mencari pinjaman supaya bisa pergi ke sana." Ucap pak Nurcholis.


" Nggak usah pak, kata kakak wanita itu mereka akan mengirimkan orang untuk menjemput bapak dan ibu juga adik besok."


" Ya sudah kamu di sana baik-baik ya nak. Assalamualaikum."


" Walaikum salam."


Arif dapat bernafas lega setelah memberitahu kepada orang tuanya. Sore ini juga dia sudah boleh pulang dan sudah di jemput oleh pak amar pemilik restoran tempat dia bekerja.

__ADS_1


__ADS_2