
Sebagai orang yang sudah diberikan tanggung jawab khusus oleh Christian Bellamy untuk menjaga Erthian dan memastikan kalau si sulung Bellamy itu menjalankan misinya dengan sempurna, Carlos merasa ia akan kehilangan kepalanya begitu ia mendarat di Sorrento nanti. Habisnya, Erthian yang ia lindungi, tidak menunjukkan kalau ia akan melakukan tugasnya sekarang.
Erthian telah memperpanjang masa menetapnya di Vegas selama seminggu, tapi tiga hari telah berlalu, dan Erthian tidak melakukan apa pun. Dia hanya berleha-leha di kamar hotelnya, tidur dan makan sesuka hatinya.
Erthian sama sekali tidak memikirkan Carlos yang nyaris gila di sebelahnya. Ketakutan ditebas oleh Christian sudah menguasai benak si bodyguard bertubuh jangkung itu.
Erthian tidak sungguh-sungguh akan menunggu Demian Bellamy menyeret bokongnya sendiri ke Sorrento, kan? Bahkan bila kiamat terjadi hari ini, situasi ideal itu tidak akan terjadi.
Carlos percaya ia harus melakukan sesuatu, tidak, lebih tepatnya mengatakan sesuatu kepada Erthian. Carlos takut kalau Erthian terlalu santai, Erthian akan berujung membuat seluruh pengawalnya terbunuh. Carlos tidak mau mati sia-sia hanya karena bosnya lupa apa tugasnya di sini!
"Aku tau apa yang kau cemaskan, Carl. Bahkan tanpa kau bicara, hanya mendengarkan desau napasmu saja, aku sudah bisa membaca isi kepalamu." Erthian menimpali kecemasan Carlos begitu.
'Kalau kau tau, kau seharusnya melakukan sesuatu!' Carlos membatin gundah.
"Aku hanya akan bergerak ketika waktunya sudah tepat." Erthian memberikan tanggapan lagi. "Sekarang ini, Demian menjadi begitu overprotektif pada Jessica. Mereka mungkin menghabiskan 24 jam bersama."
"Kalau begitu, kita akan berakhir memperpanjang waktu menetap kita, bukan?"
Christian tidak akan senang dengan informasi itu. Melepaskan Erthian nyaris sebulan di Vegas saja sudah membuat seisi mansion goyah, situasi hanya akan memburuk kalau Erhian tidak kunjung pulang.
"Aku tidak seberminat itu pada tempat ini. Tenang saja, sebelum masa menetapku berakhir, aku akan melakukan sesuatu." Dalam arti lain, dalam empat hari yang tersisa ini, akan ada masa ketika Erthian melakukan misinya. Yaitu, membuat Demian ikut padanya ke Sorrento.
"Untuk sementara, bagaimana dengan tempat yang sudah kuminta?"
"Tempat itu sangat aman, Bos. Bahkan Oscar Brown tidak mempunyai keterkaitan apa pun pada tempat itu."
"Itu bagus...," Untuk membangun benteng, mereka perlu tanah yang solid untuk berdiri. Mereka tidak bisa membangun benteng di tanah lawan, mereka hanya akan berujung dikalahkan dari sudut yang tak terduga.
"Sekarang, aku hanya perlu waktu ketika Jessica sendirian. Namun, itu akan sulit kalau orang-orang Erthian mengepung Elixir."
"Itu..., memang benar." Dari pengamatan Carlos, area di Almond street dipenuhi oleh kaki tangan Demian Bellamy. Mereka tidak bisa ke sana tanpa membuat alarm berbahaya menyala. Mereka butuh suatu cara..., tapi..., apa?
Sungguhan, ya. Si bungsu Bellamy itu memang lawan yang tangguh. Kendati ia baru beberapa tahun di Vegas, ia sudah mempunyai jaringan dan orang-orang yang dapat ia gunakan sebagai kaki tangan. Carlos percaya, bila itu Erthian yang berada di posisi Demian, Erthian mungkin akan kesulitan.
__ADS_1
"Ah..." sementara Carlos merenungi dan mengagumi eksistensi Demian Bellamy, Erthian menerima panggilan telepon dari orang yang tidak terduga. Ponselnya bergetar dan menampakkan nama Angela di sana.
"Ini di luar harapan," ujar Erthian. Ia memberikan tanggapan pada panggilan Angela. Mereka berbincang-bincang sebentar di sana. Setelah panggilan itu berakhir juga, Erthian berbalik dan menatap Carlos di muka. Seringai tipis si sulung itu merekah jenaka.
"Sekarang, Carlos..., kau sudah bisa bernapas lega sekarang."
"Eh, y-ya?"
"Aku sudah memperoleh kepingan puzzle yang kurang di papan permainan kita sekarang."
Mendengar ucapan Erthian, senyum Carlos seketika merekah cemerlang. Pundaknya yang selalu menegang, merosot penuh kelegaan.
Dengan ucapan Erthian, itu berarti mereka sudah bisa melancarkan misi mereka sekarang. Mereka sudah bisa membuat Demian Bellamy pulang.
Meskipun ia akan melakukan pekerjaan kotor untuk misi ini, Carlos merasa itu lebih baik daripada ia harus berdiam diri. Carlos merasa begitu puas ketika ia membalikkan badannya meninggalkan Erthian. Ia perlu mengamati segala persiapannya sekarang. Ia perlu membuat segala aspek dari misinya berjalan sempurna.
*
Jessica mengira itu adalah Adam yang Demian maksudkan, jadi Jessica tidak begitu berpikir panjang. Jessica tidak tau saja, kalau orang yang sekarang Demian temui adalah Oscar Brown.
Demian--seperti yang sudah Oscar ramalkan--akan menemui Oscar untuk meminta bantuan. Demian tau dia tidak mampu mengalahkan Erthian sendirian, jadi Demian butuh Oscar sebagai backing-annya. Toh, setelah mendengar cerita dari Adam tempo hari, Demian pun menyadari kalau Oscar tidak memihak Erthian sama sekali.
"Kalian sama-sama terancam sekarang, bagaimana kalau kalian bekerja sama seperti sedia kala?" adalah ucapan Adam hari itu, dan Demian--kendati egonya setinggi gunung--menyetujui apa yang Adam ucapkan.
Jadi, di sinilah Demian sekarang. Di sebuah casino yang sudah berminggu-minggu tidak Demian kunjungi. Di Bronze.
"Lihat siapa yang datang..." Dalam suara penuh kebanggaan, Oscar menyapa Demian yang melenggang menghampirinya. Demian tidak menunjukkan keramahan sama sekali di parasnya. Sebaliknya, ia hanya menunjukkan kemuakan yang kentara.
Demian tidak suka berurusan dengan Oscar. Tidak setelah pria itu menikam belakangnya.
"Aku membutuhkan bantuanmu," kata-kata Demian keluar tanpa beban. Ia duduk di sofa seperti biasa, kaki tersilang arogan dan mata menatap Oscar penuh kekejaman.
"Jika kau membutuhkan bantuanku, kau seharusnya lebih ramah dari itu."
__ADS_1
"Aku tidak membunuhmu sekarang adalah bentuk keramahanku."
"Kenapa kau ingin membunuhku?" Oscar agak tersinggung. "Aku tidak melakukan apa pun."
Masalahnya, di mata Demian, Oscar sudah melakukan terlalu banyak. Gara-gara pria itu yang bertingkah sesuka hati dan membocorkan informasi di sana-sini, hubungan Demian dan Jessica menjadi berantakan. Demian sudah berada di kesempatan terakhirnya sekarang. Demian percaya, bila ia menghancurkan hati Jessica sekali lagi, ia akan benar-benar ditinggal pergi.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Oscar kemudian. Sambil mengaduk martini di tangannya dengan jari kelingking, Oscar mendongak menatap kepada Demian.
"Aku ingin kau melindungi Jessica," ujar Demian. Tanggapan dan suaranya menyiratkan kesungguhan. "Aku merasa Erthian hendak melakukan sesuatu padaku. Aku pikir, bila itu terjadi hanya padaku, maka itu tidak masalah. Tapi bila itu melibatkan Jessica, aku tidak yakin aku bisa bertahan tanpa membunuhnya."
"Kau tidak boleh membunuh Erthian sama sekali." tukas Oscar. "Kalau kau tidak mau memimpin keluargamu, kau sebaiknya tidak membunuh satu-satunya orang yang bisa menggantikan posisimu."
"Aku tau itu..., makanya..." Demian butuh perlindungan ketat untuk Jessica. Demian tidak mau Jessica kenapa-napa, Demian tidak ingin lepas kendali dan membunuh saudaranya sendiri.
"Aku sudah memerintahkan orang-orang Adam untuk berpatroli di dekat Elixir, seharusnya tidak akan ada masalah kalau kau juga bisa berada di sisi Jessica sepenuhnya. Kita hanya butuh empat hari..., Erthian akan pulang empat hari lagi. Setelah itu, kau bisa bernapas lega dan memikirkan cara untuk benar-benar mencegahnya kembali."
Demian mengangguk. "Aku akan bicara dengan Christian Bellamy."
Bila Demian berhasil mengusir Erthian dari Las Vegas, maka yang tersisa adalah Christian. Demian percaya kalau pemimpin Bellamy itu akan datang menjemputnya sendiri. Hanya ketika pria itu datanglah Demian mampu melakukan negosiasinya di sini.
"Apa kau benar-benar tidak ada minat untuk kembali ke Bellamy sebentar saja, Demian?" Pilihan itu jauh lebih mudah, sebenarnya. Demian juga tidak perlu mencemaskan keselamatan Jessica. Namun..., tidak. Demian tidak mau kembali ke neraka itu lagi.
Bila ia berada di Bellamy dan meninggalkan Jessica sendirian, Demian tidak percaya Jessica akan aman. Bahkan bila Jessica didampingi oleh Oscar. Demian tidak yakin Jessica-nya akan baik-baik saja.
Lagipula, mereka baru kembali bersama. Demian tidak ingin meninggalkan Jessica. Demian hanya ingin hidup bersama Jessica, menjaga gadis itu tetap dalam jangkauan tangannya.
"Aku tidak berniat kembali ke sana lagi," sahutan Demian penuh kebulatan. Oscar menyimak sambil memberikan anggukan.
"Aku akan berusaha melindungi Jessica," tutur Oscar hari itu.
Tak tau kalau beberapa hari setelah pertemuannya dengan Demian, ia mendapat berita dari Adam kalau Jessica telah menghilang. Jessica Cerise..., tanpa petunjuk apa pun, telah menghilang tanpa jejak.
...****************...
__ADS_1