My Complicated Love : Triangle Love + You

My Complicated Love : Triangle Love + You
Perkelahian


__ADS_3

Rasa gemetar bercampur aduk dengan ngilu perut dan lutut lemas, tapi tidak pegal-pegal ya ... catat! membuatnya membeku saat mendapati aktifitas dadakan dari kekasihnya, bagai di gerilya namun tanpa perlawanan.


Wajahnya yang merona dengan Kedua tangan yang sibuk memegang erat sisi kiri dan kanan pada kursi yang didudukinya, merasa terpojok tanpa bisa bergerak. Seperti orang yang tidak siap naik Roller Coaster.


‘Bagaimana aku bisa bergerak kalau seatbelt masih terpasang begini. Bodohnya aku.’ Susan


Eli menghentikan aktifitasnya dan menjaga sedikit jarak antara wajah mereka, bahkan ia bisa melihat detail bulu mata Eli yg lentik bergerak turun kebawah saat sesekali masih memandangi bibir kekasihnya.


“Kenapa?? Masih marah??” Eli tersenyum masih memandangi dan memegang wajah Susan yang masih mendelik kaget.


Susan Menggeleng pelan


“Masih berpikir aku main-main?”


“Tidak ... Hhhh ... “ Menggeleng lagi, mengatur napas. “Uggh !”Baru mampu untuk mendorong sekuat tenaga pada kedua pundak Eli , hingga pria itu nyaris terdorong hingga dashboard mobil.


Eli mengatur napas kembali sambil tertawa.


“Hahhah ... Hhhh ... Good girl”mencubit hidung Susan. mundur dan kembali diposisi dudu semula pada bangku kemudi, menyandarkan kepala dan menghela napasnya.


‘Itu saja?? habis menyerang mendadak bikin dosa sama orang bukannya minta maaf!’. Susan


“Anyway, aku tau responmu akan begini, aku pun mengerti dari cara kau tidak membalas ciumanku, benar kan?” menunduk dengan nada sesal.


‘Bagaimana harus kubalas! balas pesan atau balas pukul aku tau! seumur-umur saja makan, minum, sendok, gelas dan sedotan aku tidak mau bercampur bergantian dengan orang lain.’


‘Tanya saja kak Edo ... Itupun kalau stok nyawamu banyak ... ‘


‘Tapi tidak seburuk yang kukira, ternyata gumpalan daging lembut yang menempel di bibirku tadi membuatku merasa semua aliran darahku naik ke kepala ... tidak terasa aneh ... hambar ... bahkan tergolong harum untuk nafas seorang pria.’ Susan


“Aku itu ... belum pernah ... ” menjawab datar dan terbata-bata.


“Apa?? Kissing? Serius??” Eli terkejut dengan jawaban Susan.


‘Bagaimana tau rasanya dicium, terakhir seseorang mencium tanganku kutampar dan tenggelam tidak ada kabarnya.’ Susan Sedikit meratap dalam hati

__ADS_1


“Aku ... masuk dulu!” dengan cepat membuka seatbelt, mengambil tas dan keluar dari mobil meninggalkan Eli.


Eli masih berada di dalam mobil memperhatikan Susan berjalan cepat masuk ke dalam rumah


‘Hah, masih polos sekali dia rupanya’ Eli merasa kali ini ia memang tidak salah memilih seseorang.


****


Malam itu seperti biasa Eli mempersiapkan segala keperluannya untuk berangkat ke Club, merasa bersalah setiap kali kakinya melangkah meninggalkan rumah tanpa memberitahu Susan. Eli berdiam diri sesaat sebelum menyalakan mesin mobil, tangannya berpangku di atas kemudi memegang ponsel, menunggu kemantapan hatinya yang ragu untuk berkata jujur. tidak ingin berlama-lama ... akhirnya ia memutuskan menekan power off menggagalkan niatnya untuk menghubungi Kekasihnya itu.


‘Entah kenapa perasaanku tidak enak malam ini.’ Eli mencoba mengesampingkan perasaannya demi mempertahankan pekerjaan dan karirnya saat ini.


Perjalanan malam ini terasa senyap, mungkin Jakarta sedang beristirahat dengan lelap.


Memasuki lahan parkir saat itu, menunjukan ID card pada beberapa penjaga untuk masuk melalui pintu samping Club “C”, Eli memasuki ruangan khusus dan mempersiapkan peralatan bawaannya.


Malam ini ia harus tampil pukul 1 dini hari, saat sebelumnya ia harus berkolaborasi dengan salah satu DJ lokal. Eli cukup punya nama di beberapa klub di negara asalnya, hanya saja dia bukan seorang artis dan kini dia berada di Jakarta sebagai DJ tamu yg diundang beberapa club besar di Jakarta ataupun luar kota.


Eli membawakan beberapa musik gabungan disko 80an dan setaranya, memanjakan telinga penikmat musik usia dewasa muda ketimbang ABG Usia 20an dan dalam hal ini selera musiknya memang berbeda.


Seorang pemuda duduk diantara beberapa sahabatnya sedang menikmati minuman yang memiliki “kadar memabukan” diiringi dentuman musik yg cukup memekakan telinga, sesaat sebelum Eli tampil pemuda itu sedang asik sendiri dengan apa yg ada dihadapannya.


Sejenak pemuda itu mencoba memfokuskan pandangannya dari arah sofa berjajar yang membentuk setengah lingkaran, sambil menenggak langsung minuman jernih berwarna keemasan dalam gelas yang super mini.


“Big shot!! Boooooom ... got you!!” pria itu mengarahkan telunjuk jarinya yg seakan-akan membentuk pistol ke arah Eli dari kejauhan.


“Kenapa kamu Dic?”


“Hahaha ternyata ini yang dibilang pria baik ... suka main di klab malam rupanya, coba sini ... kemarikan ponselmu”


Dicky merampas ponsel yg sedang digenggam temannya.


“Hah? buat apa??”


“Kita akan buat ini menjadi Viral untuk seorang perempuan yang sedang tergila-gila ... “ ucap Dicky menyeringai licik.

__ADS_1


Dicky berjalan mendekat ditengah kerumunan yang tengah menikmati musik, berhasil mendekat dengan jarak yang tepat dan mendapat posisi yang sangat jelas untuk menyorot dekat dengan wajah si DJ tersebut.



Eli nampak tidak menyadari karena sudah lumrah apabila orang mengabadikan momen dengan video, hanya saja siapa yg menyorot belum sempat ia sadari.


“HAHAHA LANJUTKAN ... PERSIAPKANLAH DIRIMU ...” Dicky berteriak mencoba mengalahkan suara dentuman musik saat itu. Eli masih terfokus nyaris mengabaikan suara itu.


“HEI LITTLE MAN! JANGAN LUPA TITIPKAN SALAMKU PADA SUSAN YAAA, KATAKAN AKU MERINDUKANNYA!” mencoba memancing situasi.


Sontak Eli menoleh ke arah pria tersebut yg ternyata adalah Dicky, dia sedang asik merekam video aktifitas Eli saat itu. Eli menepuk rekannya memberi kode untuk melanjutkan, dan turun ke pelataran pengunjung menghadapi Dicky.


“Berikan ponsel itu!”


“Oh, kau mau? ambil kalau kau bisa!”


Dicky melayangkan ponsel itu tinggi-tinggi seakan-akan ingin mempermalukan Eli yg akan sulit dan terlihat bodoh kala meraihnya.


Nyatanya tidak, Eli memutar badan dan menendangkan kakinya lurus ke atas mengenai lengan Dicky hingga ponsel itu terpental jauh, maaf saja meskipun tinggi tubuhnya lebih pendek Eli pun pernah belajar bela diri Capoeira.


Seketika gagal dengan aksinya, Dicky melayangkan kepalan tangannya ke arah wajah Eli, dan mengenai bagian rahangnya.


BUKKKKK


Perkelahian pun sudah sulit di elak, hanya beberapa pengunjung wanita yg terdengar berteriak melengking namun Show must Go on, sebagian orang memandangnya adalah hal lumrah terjadi di sebuah klab malam, beberapa penjaga bertubuh kekar datang dan melerai perkelahian itu, pengunjung yg membuat masalah lah yang harus terlempar keluar dari area klub, bukan si DJ.


Eli menghapus bekas darah di ujung bibirnya dengan handuk kecil yg dibawakan team klab itu, sambil terduduk di belakang stage, ia meminum banyak air mineral mengurai sedikit rasa pusing akibat beberapa pukulan.


“ You okay, atau mau berhenti dulu malam ini, El” tanya Tim pengamanan


“No, i’m fine, one last Gigs ... “ kurang lebih mengatakan satu penampilan lagi karena ia baik-baik saja.


Malam itu adalah benar yang dirasakan oleh Eli, sejenak sebelum berangkat tadi perasaannya tidak nyaman, dia merasa sudah menggagalkan Dicky memposting dan mengirimkan gambar dirinya sedang tampil di klab kepada Susan.


Entah dimana keberadaan ponsel itu atau kondisinya bagaimana tidak ada yang tahu, sayangnya jaman memang sudah berbeda, rekaman perkelahian mereka tidak serta merta lolos dari netizen yang sibuk demi eksistensi dan popularitas mereka disosial media, Tanpa menyadari akan ada beberapa orang yang dihancurkan perasaannya.

__ADS_1


“VIRAL PERKELAHIAN DI KLUB “C” MELIBATKAN DJ PENDATANG DARI US, DJ ELI DAN PENGUNJUNG LOKAL”


Bersambung


__ADS_2