My Complicated Love : Triangle Love + You

My Complicated Love : Triangle Love + You
Hanya Aku


__ADS_3

Sedikit percakapan terakhir dengan Kak Brian. Sebenarnya ia agak sedikit terburu-buru mengejar penerbangan sore itu, ternyata Adam nekat menghubunginya yang sudah siap berada di parkiran dan cepat kembali lagi ke kamar demi pertemuan terakhir kami, terima kasih Adam ... niatmu baik juga meski aku sedikit kecolongan ... lagi. Huh!


Mungkin terlalu naif atau ceroboh hingga selalu jatuh dalam kebodohan yang sama, sikap gegabah sering muncul tanpa kendali ... selalu saja membuat diri ini merugi berakibat penyesalan yang datang terlambat.


Sudah tiga kali kejadian seperti ini, mungkin sedikit koreksi dan berbenah diri bisa membantu di kemudian hari.


Ini pelajaran ...


****


Tanpa terasa waktu berjalan lebih cepat, beban hati perlahan memudar seiring kepergian kak Brian dan Dicky yang tanpa kabar. Meski baik juga mereka pergi, setidaknya berpikir untuk tidak bergantung dalam perlindungan siapapun jadi sesuatu yang memperkokoh kepribadian lemah dikemas sikap pembantah.


Sudah cukuplah mengikat rasa pada proses sebuah hubungan, akan tetapi ... menikah langsung tanpa melalui masa pacaran jauh lebih baik, tapi entah dengan siapa dan bagaimana ... harus yakin untuk terbiasa.


Kini tersisa Eli mengisi hari-hari, ia adalah orang yang berbeda dengan karakter yang terbilang sedikit bicara, tapi cukup menghibur kala kami bersama untuk sekedar berjalan berdua mencuci mata, akan kupastikan Eli tidak lagi mengganggu dengan keinginan lebih untuk mencinta.


Sekian kali ia berusaha memaafkan diri atas kebohongan fakta hingga pernikahan itu hancur tersia-sia. Biarlah semua terbungkam ... untuk kami menjalani persahabatan, sebagai pengganti kesalahan pada masa lalu sebelum semua ini terungkap.


Nyaris satu tahun berjalan, pernah sekali menghubungi Adam untuk menanyakan kabar nya juga kak Brian di tempat asalnya. Tidak banyak info ia sampaikan, sepertinya Adam pun ingin menutupi keadaan. Tidak tau apa tujuannya banyak merahasiakan tapi aku selalu tidak puas pada setiap jawaban, pada akhirnya kututup perlahan rasa penasaran terhadap perkembangan kak Brian.


Dicky, apa kabarmu sayang ... kulihat bukan dirimu lagi yang nampak berdiri di depan balkon kamarmu, sepertinya satu keluarga muda kini sudah menempati rumah yang tersewa secara sembunyi, siapa yang mengatur segalanya dan tidak tau harus mencari kemana, tidak ada informasi. Seandainya saja sempat kuberi tahu tentang kasus yang dibatalkan mungkin segalanya akan lebih mudah dan bisa saja memperbaiki hubungan dengan Dicky, entah bagaimana hukumnya wanita yang sudah diceraikan kembali rujuk dengan suaminya, apakah harus melewati tahap-tahap tertentu agar bisa diperbaiki namun nampaknya sudah tidak ada harapan lagi.


Baiklah ... fokus demi kehidupan dan jenjang karirku, sudah cukup airmata membanjiri malam-malam terdahulu, seperti pesan kak Brian dalam surat kecilnya kala itu ...


...Susan My Missorry, maaf jika telah saya sematkan panggilan aneh untuk kamu selama ini, sekedar menguatkan ingatan saya akan kepribadian kamu yang unik dan menarik saya untuk mengetahui tentang dirimu lebih jauh lagi. ...


...Terima kasih telah membagi keluh kesahmu yang telah menyadarkan saya bahwa obsesi dalam hidup serta kecemasan terhadap banyak hal terutama wanita tidak lagi menjadi mimpi buruk yang terus menghantui saya selama bertahun-tahun lamanya....

__ADS_1


...Sikap saya yang salah dengan mengambil tindakan sembarang telah menjauhimu dari orang yang kamu sayangi, semoga kamu berhasil untuk bersamanya lagi, ...


...walau ... jawablah sendiri ... jadikan itu observasi hahaha...


...Terakhir pesan dari saya, jangan lupa bangkit dan jaga dirimu baik-baik, jika suatu saat kamu merasa jatuh kembali pastikan bahwa kamu pernah menjadi seorang penyelamat bagi seorang Brian Adney William yang sudah menemukan jati diri dan solusi dari pengekang hidupnya selama ini. ...


...Terima kasih Missorry ... saya akan selalu mengingatmu ... aku harap kita bisa bertemu kembali dalam status sama di keadaan yang berbeda ......


Kak Brian ... kau penyemangat hidupku


****


Sempurna!


Di tahun kelima dari perjuanganku dalam dunia pendidikan, aku lulus dengan nilai memuaskan! memang tidak sesingkat seharusnya, tapi ini jerih payah pasca segala kejadian yang menimpa di tahun-tahun pertama.


Aku menjalaninya dengan cukup baik tanpa memikirkan masalah hubungan percintaan dengan siapapun, menguatkan diri dari godaan beberapa pria baru yang sempat mengisi waktu dan harapan akan cinta baru, tekad ini kuat ... menjaga perasaan ini tertutup sementara hingga waktu yang tepat tanpa pasti.


Di perusahaan ini cukup baik rupanya kinerjaku dimata atasan hingga di tiga bulan pertama bekerja pun jabatanku naik sebagai admin korporasi pada perusahaan edukasi bahasa asing. Belajar berkomunikasi secara profesional bersama manager perusahaan tempatku bekerja kala itu cukup meningkatkan potensi untuk maju ke jenjang karir selanjutnya.


Bagaimana tentang tawaran beasiswa S2 yang diberikan kak Brian? sepertinya tertunda sementara waktu, sadar diri tidak sepantasnya diperlakukan berlebihan seperti orang yang banyak berjasa, tidak lain seorang Susan yang biasa melakukan kesalahan karena selalu mengikuti logika.


Berjalan dua tahun menggeluti pekerjaan itu, pun mencoba satu peluang baru, tawaran menggiurkan pada posisi Admin General Manager kuajukan pada sebuah perusahaan telekomunikasi. Lagi-lagi lolos seleksi dari lima kandidat. Beruntung sekali!.


Mungkin karena pengalaman sebelumnya cukup baik saat bekerja langsung dibawah wewenang Manager selama dua kali, mereka kuat mempertimbangkan kemampuanku dalam hal ini.


Akan tetapi, satu minggu berjalan kunyatakan mundur karena tidak menyanggupi, bekerja menangani perihal uang, jadwal meeting, dan segala kebutuhan atasan yang terbilang padat, sangat terasa bukan ini yang dicari ... bukan hasrat yang bermain disini.

__ADS_1


Beberapa Manager yang sempat dikenalkan padaku menyemangati untuk tetap berada diposisi kini, tapi kupilih untuk tetap mencari peluang lain yang bisa mengerahkan kemampuan motivasi demi perkembangan orang lain, karena setiap manusia pasti pernah dalam posisi sama kala terjatuh dan butuh pertolongan untuk bangkit.


Dalam perusahaan yang sama akhirnya kudapatkan info untuk posisi yang memang tidak setara, serta divisi berbeda, seakan berpindah haluan tapi ini jalan untuk merasa lebih berguna bagi banyak orang.


Maju lagi! untuk peluang yang lain. Kali ini sebagai posisi HR Trainer. Dengan kemampuan minim akan presentasi kutunjukan pada seorang Manager HRD dengan gaya ku sendiri saat memperkenalkan diri.


Ruangan senyap itu berisi empat orang, Koordinator dan sang Ibu Manager HRD yang fokus memperhatikan penampilan dua orang kandidat baru sebagai HR Trainer yang akan menjadi PIC utama pada perusahaan bidang telekomunikasi tersebut.


Laptop berada diposisi meja, beserta slide dalam pantulan dari infocus kupersembahkan seputar pengetahuan standar tentang motivasi.


“Selamat siang sahabat semuanya, perkenalkan nama saya Susan Adriana, anda bisa memanggil saya Susan, dalam beberapa jam kedepan kita akan membahas mengenai pentingnya membentuk mindset positif, demi memotivasi kinerja baik, mengasah kemampuan serta pengetahuan anda dalam perusahaan, hingga dapat meningkatkan kepercayaan customer dalam bidang jasa telekomunikasi.”


Dan seterusnya rangkaian kalimat mengalir dengan seadanya, sesuai dengan segelintir ilmu yang kudapat tapi nampaknya dua orang penguji presentasi ini lebih mengutamakan sisi karakter si pembawa materi.


Sedikit cara berjalan yang santai dan elegan, berwibawa dan menebar senyuman serta tidak lepas melakukan kontak mata agar memastikan bahwa segala yang diucapkan benar-benar bisa tersampaikan secara halus dan meresap ke dalam otak.


Yes! Aku berhasil menarik perhatian sang Ibu Manager HRD.


Kandidat selanjutnya adalah sahabat semasa kuliahku, Haya. Saat memutuskan mundur dari jabatan yang sebelumnya, kupertimbangkan untuk menghubunginya dan menawarkan posisi kosong yang kedua di bidang itu, lima orang kandidat lainnya ternyata tersingkir atas pesona presentasi kami berdua, entah bagaimana ceritanya hanya saja ini keberuntungan yang tidak terduga, aku dan Haya berhasil sebagai partner!


Begitu senangnya saat segalanya terasa lancar, terlebih saat mengikuti serangkaian pelatihan untuk sertifikasi Trainer agar kuat dan secara resmi potensi kami untuk dipercaya membawakan materi softskill bagi para karyawan.


Satu bulan, dua bulan, tiga bulan berjalan hingga kini sudah lebih dari enam bulan sudah kujalani dan menikmati profesi seperti ini. Rutinitas ini semakin mengasah kemampuan dan kepercayaan diriku untuk tampil di depan puluhan pegawai baru setiap harinya.


Seperti biasa menyiapkan laptop, beberapa alat tulis, cokelat dan permen sebagai gimmick, dan tentunya satu syarat wajib adalah berpenampilan baik, melepas imej tomboy tanpa kosmetik saat lalu, saat kini aku belajar banyak untuk bisa menghias diri demi menjadi role model yang baik.


...‘Hal paling mendasar untuk orang memberi kepercayaan adalah penampilan, selanjutnya adalah kemampuan’...

__ADS_1


Itu pesan Manager kami.


Bersambung


__ADS_2