My Complicated Love : Triangle Love + You

My Complicated Love : Triangle Love + You
Recovery


__ADS_3

Pagi itu Eli mencoba menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi fisik Susan pada tahap awal, kak Edo dan Eli dikejutkan dengan hasilnya, terdapat fakta bahwa kemungkinan terburuk telah terjadi tindak pemaksaan yg menyebabkan pecahnya salah satu organ i*tim hingga terjadi pendarahan.


Pada tahap selanjutnya apabila ingin diteruskan penelitian oleh dokter spesialis untuk melakukan tes fisik pada tindak kekerasan s*ks*al harus mengikuti prosedur laporan pada pihak kepolisian terlebih dahulu.


Kak Edo mengurungkan niat untuk menindak lanjuti proses tersebut, Ini akan jadi masalah besar baginya, selain nama baik keluarga itupun akan menghancurkan nama baik adiknya hingga kedepan nanti, lalu siapa yg bertanggung jawab atas ini semua?


Dalam waktu beberapa hari Susan perlahan-lahan dibantu oleh orang-orang terdekatnya yang turut mensupport psikis nya, karena sampai detik itupun belum dapat ia utarakan detail kejadian yang menimpanya.


Sedikit demi sedikit Eli mencoba untuk membangkitkan rasa percaya diri kekasihnya lagi, namun tidak berani untuk langsung menunjukan sikap berlebihan selayaknya pasangan, Eli takut masih terdapat trauma yang tertanam.


‘Aku tau kamu perempuan yg kuat’. Eli


Hingga pada suatu hari mereka mulai tidak sabar akan pihak utama yang paling mereka cari yaitu pelakunya. sampai suatu ketika Eli mendapat pencerahan melalui ponsel yang dimiliki Susan.


‘Mari kita lihat dengan siapa dia terakhir berkomunikasi.’ Eli.


Atas izin kak Edo ponsel itu diperbolehkan untuk di periksa melalui segala jenis pesan-pesan melalui jejaring sosial dan lainnya.


Dan fakta mengejutkan muncul bahwa pada tanggal tersebut terdapat chat terakhir antara Susan dengan Dicky, Eli segera menunjukan kak Edo, chat terakhir mereka melakukan pertemuan.


“Tapi anak itu hingga sekarang memang belum kembali kerumahnya, kemana anak Bi*dab itu!!” kak Edo dengan geram memukul meja yang berada di depannya.


“Pikiranku pun tetap sama, dari awal sudah kukira ini kemungkinan terbesar ada hubungannya dengan Dicky”


“Aku akan paksa Susan untuk segera mengungkap kebenaran ini! kalau memang bukan dia pelakunya, tidak mungkin kuhancurkan anak orang menjadi potongan kecil-kecil!”


Glek!


‘Jadi siapa sebenarnya yang psycho disini, menyeramkan sekali kakakmu Susan’. Gumam Eli dalam hati.


****


Dalam satu minggu lebih Dicky pun belum berani menampakan diri, Agus yang tidak berani terlibat dengan kasus berat semacam ini terpaksa membujuk berulang kali agar Dicky segera menyerahkan diri kepada pihak keluarga Susan.


“Mau sampai kapan kamu bersembunyi disini ... kalau aku tau kau akan melakukan tindakan kriminal semacam ini, dari awal aku tidak akan mengijinkanmu berada disini!”


“Maaf, aku benar-benar ... tidak sengaja ... aku tidak bermaksud ingin bertindak sejauh itu! aku hanya tidak bisa menguasai diriku!”


“Tapi sekarang apa yang kau lakukan tidak lebih dari seorang b*jingan, kau tau itu tidak!!”


“Yang terlintas di pikiranku adalah menguasainya, aku sudah terlanjur membuatnya takut dan histeris, kalau tidak kulakukan saat itu juga ... mungkin kami tidak akan pernah bertemu lagi”


“Dan kau pikir dengan begini hasilnya akan sama, lihat dirimu sekarang! kau itu sekarang buronan, entah kenapa sampai detik ini belum ada polisi mencarimu, tapi aku yakin pada saatnya ... itu akan benar-benar terjadi! jadi apa yang kau tunggu sekarang! segeralah menyerahkan diri sebelum mereka berubah pikiran!”


‘Sudah siapkah aku mati konyol hari ini. ‘ Dicky terdiam lama hingga tidak mengindahkan kata-kata Agus selanjutnya, pikirannya terus berputar pada kata ...


Sekarang atau Pergi menghilang


****


10 hari berjalan setelah kejadian, sejak 2 hari ini kak Edo berkeliling bergantian dengan Eli mencari kabar keberadaan Dicky di kampusnya, namun hasilnya nihil karena teman-temannya pun tidak ada yang mengetahui keberadaannya saat ini.


Agus turut bungkam ketika mengetahui ada orang yang mencari-cari keberadaan Dicky saat ini.

__ADS_1


Keesokan paginya Eli mencoba meluangkan waktu untuk mencoba mengajak Susan duduk berjemur di rumput halus pada halaman depan rumahnya, karena nyaris selama seminggu lebih ia tidak tersentuh udara luar dan hangatnya matahari pagi.


Susan yang masih sangat trauma dengan pria, Ikut berjuang untuk dirinya membuka kesadaran pada realita, meski sampai detik ini mereka selalu menjaga jarak fisik satu sama lain, sudah waktunya ia harus bisa menerima kenyataan bahwa Eli adalah kekasihnya.


“Hei aku mau kau mendengar ini”


Eli menyerahkan ponselnya dan menunjukan Salah satu video musik di halaman you tube,


*Pacarku memang dekat ...


lima langkah dari rumah


tak perlu kirim surat


Sms juga tak usah


kalau Rindu Bertemu


Tinggal nongol depan pintu


Tangan tinggal melambai


Sambil bilang Halo Sayang


Eli ikut menyanyikan lagu itu dengan logatnya yang masih kental kebarat-baratan dan itu membuat Susan menjadi tertawa terbahak-bahak.



‘Teruslah tertawa ... Aku akan membuatmu bahagia dan ceria kembali.’ Batin Eli merasa puas


“Hahaha ... sejak kapan kamu belajar nyanyi dangdut?” Susan tersenyum.


“Sejak ... aku dengar lagu ini saat di stasiun kereta dekat kampus, ada abang-abang Kojek lagi dengarkan lagu itu, yaaa aku tanya itu lagu apa”


“Ojek bukan Kojek, El ... Hahaha”


“Yaaa yaa.. itu maksudku, aku senang kalau kau bisa tertawa seperti ini ..., Owh!karena ini pertama kali aku melihatmu tertawa kembali, bagaimana kalau kita jadikan lagu ini lagu kebangsaan untuk kamu dan aku, Yeeeyy!” Eli bertingkah seperti anak-anak. dan itu membuat Susan tertawa kembali.


“Hahahah ... Baiklah ... aku setuju!” Susan tersenyum lebar masih sedikit menahan tawa.


“Yeeeyy” lagi-lagi Eli bertingkah.


“Terima kasih ya! itu ... manis sekali”


‘Tidak adil rasanya kalau aku yang selalu kau hibur selama keterpurukan ku ini, mungkin sedikit gombal receh bisa membalas kebaikanmu saat ini.’ Susan


“Eli”


“Yaaap ... “ Eli masih terlihat bersemangat atas keberhasilannya.


“Papa kamu kontraktor ya?”


“Dari mana kau tau?” Wajahnya berubah serius.

__ADS_1


Susan melongo keheranan


“Siapa yang meneleponmu?? apa dia mengganggumu juga?! katakan!” Eli memberondong pertanyaan.


‘Eh, Nada bicaraku yang salah atau bagaimana ini.’ Susan


“Jawab saja ... kok tau!” Susan masih bernada datar.


“Oke ... okee kok kamu tau? kalau benar ini ulah ayahku, aku akan segera meneleponnya! keterlaluan sekali sampai berani mengusikmu seperti ini” Eli bergumam kesal


‘Pingsan sajalah lagi aku ini, begini pacaran dengan orang bule yang tidak paham dengan gombalan anak sekarang.’ Susan


“Susan?”


“Tidak usah banyak tanya, jawab saja kok kamu tau”


“Hhhh ... Ok ok ... kok kamu tau!”Eli menurut dengan terpaksa.


‘Keburu basi gombalanku, dasar bule kurang update! ‘ Susan


“Karena kamu telah memborong hatiku”


Eli mengernyitkan dahinya berpikir sejenak, kemudian sekejap berubah menjadi tertawa terbahak-bahak.


“Ah, jadi gak seru! lama sekali jawabnya!” Susan kesal


“Jadi itu maksudnya ... kenapa tidak bilang ... “


“Memangnya kalau menggombal harus bilang-bilang ... lagipula siapa yang tau kalau papamu seorang kontraktor! “ Susan merengut tapi sudut bibirnya sedikit menahan tawa.


”Baiklah ... terima kasih ... itu cukup menghibur meski nyaris memancing emosi .... Hahahhaha, Ow ... i know! hmm... let me try ... Kakak kamu psikopat ya?”


“Ha??” Susan tampak kaget dan bingung tapi mencoba mengikuti permainan “Hmm ... yaa yaa, Kok kamu tau?”


“Tidak dia memang Psycho, Gila memang kakakmu itu! Hahaah ... “


“HAhahahha .... !!” Susan tertawa terpingkal-pingkal.


“HEI BICARA APA ITU!” suara kak Edo dari dalam rumah.


Sontak Eli dan Susan menahan tawanya, karena ternyata mereka dari setadi diawasi dari balik jendela.


“Kamu sih! Hahaha ... “ Susan berbisik pelan.


“Benar kan kataku ... dia itu gila hahaha”


Susan tertunduk lagi tersenyum-senyum sambil memeluk lututnya. Piknik ringan ala anak komplek ini ternyata rumayan juga.


Baru saja Eli mengangkat perlahan tangannya bermaksud untuk mengelus kepala kekasihnya, ia dikejutkan dengan sosok seseorang yang berdiri tidak jauh dari mereka sedang memperhatikan dari arah belakang Susan.


.


itu DICKY!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2