My Complicated Love : Triangle Love + You

My Complicated Love : Triangle Love + You
S2 : Dalam tekanan


__ADS_3

POV Susan


Perasaanku tiba-tiba terasa tidak nyaman, hanya rasa bersalah yanh terpendam atas kemunculan Dicky dalam kehidupanku lagi. Hingga detik kami saling bertukar pesan, Brian bersikap biasa meski kecurigaan tentu saja sempat merubah suasana hatinya sesaat tadi.


...'Ia paling pandai menyembunyikan perasaan, tapi level kesabarannya tidak terdeteksi olehku. Tinggal menunggu waktu dan aku sulit mengelaknya lagi. Dicky harus kuberi pelajaran ... '...


Malam ini kubiarkan perasaanku tenang dalam kebimbangan, hubungan bertahap ini terlalu cepat ke jenjang pernikahan. Secara totalitas merubah banyak kebiasaan serta beradaptasi dengan gaya hidupnya adalah pertimbangan yang sulit. Disamping itu, bisa saja ia memintaku berhenti berkarir, dan menjadi istri rumahan yang sesungguhnya, sungguhlah aku belum puas dengan ambisi pekerjaanku.


****


Kantor Pagi Hari


Saking bosannya kubuka akun sosial media, sudah lama sekali tidak memeriksa isi dan puluhan notifikasi yang menumpuk sekian lama. Bahkan permintaan pertemanan pun kuabaikan dari sebagian orang-orang yang jelas, sisanya ... entah darimana.


Tetap saja semua itu tidak mengalihkan pikiranku yang ter acak kala menatap kosong pada layar ponsel. Ada rasa geram dan dendam tertuju pada seseorang.


'Setan wujud manusia itu belum nampak, ingin sekali kuhampiri ruang IT mencaci tindakannya kemarin'


Merahasiakan keberadaan Dicky memang tidaklah mudah. Bagiku, jika ia masih berbuat ulah maka lebih baik tidak melindungi identitasnya lagi. Keputusanku sudah bulat, tidak ada negosiasi.


Pesan masuk ke ponselku, yang kuharapkan Brian nyatanya hanya seorang Adam.


Adam [ Nona, bisa kita bertemu makan siang? ]


Susan [ Ada pesan apa dari Brian ]


Adam [ Ini saya pribadi ]


Susan [ Eh, ada apa kamu Adam? Brian tau gak? ]


Brian [ Demi kebaikan Nona sebaiknya jangan katakan apapun pada Tuan, tujuan saya jelas dan sangat baik, tidak perlu curiga atau khawatir ]


Susan [ Okay, pastikan kita ketemu di tempat yang jelas ya Dam ]


Adam [ Saya akan ke kantor Nona lantai 7 pukul 12 siang ]


Susan [ Okay, bisa diterima ]


Adam [ Baik, terima kasih ]


'Ada apa ini ... '


Kuperiksa status aktifitas terakhir Brian menunjukan dia sempat online di pukul tujuh tadi pagi, tapi tidak biasanya statusnya tertanda 'sibuk'. Ada kejutan apalagi yang membuat jantungan kali ini.


Untunglah semua laporan sudah ku selesaikan hingga permasalahan layanan kemarin juga telah berada di titik keputusan.


****

__ADS_1


Lantai 7 Foodcourt kantor


Pukul dua belas siang menunjukan jam istirahat,


'sekalinya tidak banyak kerjaan rasanya penat juga'


Kupastikan teman-teman berada terpisah dariku saat makan siang. Meraba permintaan Adam yang dadakan, cukup menjelaskan ada permasalahan rumit dibalik ini semua.


Aku memasuki area Foodcourt lantai tujuh, pandanganku menyapu setiap meja yang mulai sebagian terisi penuh. Yang ku hafal adalah Adam yang selalu menggunakan jas rapi nya, ketimbang Brian yang lebih santai dengan kemeja, mana Bos mana Anak buah.


Tapi itulah kekasihku, hanya kharisma yang membedakan dirinya dengan bawahannya. Selalu sederhana dengan penampilan yang berwibawa, diluar selera berkelas yang dimilikinya.


'Gimana caranya membedakan mereka, rata-rata pengunjung menggunakan jas'


Seorang Pria berbalik saat aku berada di tengah area meja-meja pengunjung. Kami berpapasan pandangan, ya itu Adam, segera kuhampiri meja nya.


"Nona, silahkan" Adam bangun dari duduknya, mempersilahkan ku duduk di kursi yang berhadapan.


"Adam, sudah lama?"


"Setengah jam lalu, Nona. Maaf, saya hanya punya waktu setengah jam sebelum Tuan mencari saya"


"Ada apa ini, Brian gak tau kamu disini?"


"Nanti saya jelaskan, Nona pasti akan paham kenapa saya mengambil keputusan ini"


"Jadi, semua ini saya lakukan agar Tuan tidak kecewa dengan Nona, ... apa maksud anda menyembunyikan keberadaan mantan suami Nona?" pandangan Adam sangat membuatku enggan menatap balik, biasanya aku yang berani membantah atau menentang sikapny, tidak kali ini.


"Adam, percaya sama saya. Ini juga demi kebaikan hubunganku dengan Brian, kamu udah kenal lama dengan saya 'kan? apa kamu yakin niat saya mempermainkannya dibelakang?"


"Satu hal saja anda lengah, saya tidak bisa membantu anda lagi. Maaf, saya tidak berpihak dengan siapapun yang hendak menyakiti Tuan"


"Siapa yang kamu maksud menyakiti? saya? kamu gila ya Adam!" tegasku.


"Beri saya satu alasan untuk bisa membela Nona"


"Saya cinta pekerjaan ini Adam, saya senang berada disini ... apa kamu pikir Brian bisa membiarkan saya melanjutkan karir jika tau Dicky berada disini?!"


"Tapi sebaiknya anda menjaga diri untuk tidak dekat dengan Pria itu, kenapa anda lakukan kemarin?!"


"Saya juga gak tau, Dam. Saya cuma diantar pulang, itu aja. Bahkan sedikit pun saya gak minta diantar olehnya, kami mampu bersikap layaknya teman"


"Meski itu membahayakan hubungan Nona?"


"Jadi kamu bilang sama Brian?"


Adam menunduk terdiam tidak memberi jawaban.

__ADS_1


"Adam! kamu bilang sama dia??" aku meninggikan suara.


"Saya tidak mendukung yang berbuat kesalahan"


"Duh!" aku menepuk keras dahi ku sendiri "kenapa kamu bilaaang!"


"Sudah saya ceritakan situasi semalam, anda harusnya berterima kasih sudah saya lindungi semenjak saya tau informasi ini, semua itu kan ulah Nona sendiri"


"Ckk ... Adam ... jadi ini yang ingin kamu sampaikan ...? bahkan kamu gak mau menerima alasan saya hanya karena kesetiaanmu pada Brian. Bahkan sekian tahun perkenalan kita, kamu tidak mengerti bagaimana saya"


"Tuan sudah cukup menderita atas perlakuan pamannya, apa anda mau berbagi andil turut mencelakainya?"


"Pertanyaan bodoh apa itu? membiarkan Dicky berkeliaran di kantorku itu bukan pilihan atau bahkan urusanku! selama kami tidak saling mengganggu, biarkanlah kami dengan pasangan masing-masing"


"Dia sudah punya pacar?"


"Tentu Adaaam ..., masih satu tim divisi kami. Saya hanya berharap ini menjadi awal baik dan segalanya akan berubah seiring waktu, biarlah hal buruk itu menjadi masa lalu ..."


"Dengan tidak menghargai hati pasangan masing-masing? Tuan orang yang sangat sabar Nona, tapi saya juga tau bagaimana ketika dia habis kesabarannya"


'Cukup mengejutkan perkataan Adam, entah bagaimana sikap Brian jika dalam keadaan marah, aku tidak berani berpikir panjang'


"Adam ... percayakan Tuan mu pada saya, saya tidak akan mengkhianatinya, bahkan sekedar niat sekalipun, saya juga ingin hidup tenang Adam ..."


Adam memandangku dengan seksama, mungkin mulai nampak iba sejak mataku mulai berkaca-kaca.


"Baiklah ... saya juga katakan sebatas ia bekerja di perusahaan ini, Nona. Tapi tidak mendetail tentang dimana posisi pekerjaannya," Adam mengambil ponselnya, dan menunjukan bagian layarnya kepadaku "perkataan Nona baru saja saya rekam, saya akan minta pertanggung jawaban jika anda berbuat macam-macam"


"Segitunya kamu gak percaya saya, Hah!"


"Bukan tidak percaya, tetap saja buat saya ... anda adalah orang asing, ya sudah ... sepertinya waktu saya mendesak, baru saja ada beberapa pesan masuk. Kemungkinan besar itu Tuan" Adam beranjak dari kursinya sembari mengancingkan jas kembali, sigap kutahan saat ia hendak melangkah.


"Adam! tunggu" Ia melihat tanganku yang menarik ujung lengan jasnya.


"Lepas Nona, tidak perlu begini"


"Tolong saya. Saya sangat mencintai Tuanmu ... jangan ragukan kesetiaan saya, jangan lagi kamu berikan informasi detail tentang Dicky, biar dia jadi urusan saya, saya yakin dia mau menjaga sikapnya"


"Buktikan saja Nona, tidak perlu memohon. Permisi ... selamat siang"


Adam meninggalkan meja tanpa berkata apapun lagi, baru kali ini kulihat Adam se serius ini hingga menjadi sangat dingin, padahal Adam sempat bersahabat baik juga denganku dimasa terdahulu kala aku masih menjadi mahasiswi, tapi satu hal yang kuyakini ... kesetiaan Adam memang patut diakui.


'Aku merasa terancam dengan kata-kata Adam, bagaimana aku harus mengakui hal yang tidak kulakukan. Di satu sisi benar-benar tulus kujalani hubunganku dengan Brian, tapi di sisi lain ... aku harus meladeni permintaan Dicky yang sulit dihindari'


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2