My Complicated Love : Triangle Love + You

My Complicated Love : Triangle Love + You
Tetangga baru


__ADS_3

Minggu Pagi.


Kulihat mobil box terparkir dirumah sebelah. Betapa antusias kak Edo menghampiri rumah yang bersebelahan tanpa berbatas tembok ataupun pagar, karena begitulah tatanan halaman dikawasan estate itu.


Kak Edo berdiri di halaman depan saat dihampiri oleh seorang pria bule bertubuh kurus dan tinggi, berambut coklat dan lurus sebahu, tapi karena diikat hanya bagian rambut terlepasnya yang terlihat.


Ia adalah Kak Zac, sahabat lama nya saat dulu sama-sama di Internasional School kawasan Jakarta, entah bagaimana prosesnya hingga Kak Zac lah yang kini menempati rumah kosong disebelah rumah kami.


"Kak Zac. Haaiiiii!" pekik ku kesenangan melihat sosok yang ku kenal sekian lama kini berada dekat dengan kediaman kami , "Long time no see ... !."


Aku melambaikan tangan dari atas balkon saat Kak Zac tak sengaja melihatnya berdiri sejak tadi memperhatikannya. Ia nampak masih meraba namaku dalam ingatannya.


"Oh hai ... mmm ... " balas Kak Zac, sambil melirik Kak Edo sejenak kode minta bantuan jawab "Suzie??!." lanjut Kak Zac, menjentikan jarinya.


"Iyaaa ... Susan ... Suzie, ya apalah! Kakak pindah sini??" sautku dengan senyum lebar.


Kak Zac tersenyum dan hanya menganggukan kepala karena masih menyimak kata-kata Edo yg berada didepannya dan kembali fokus berbicara.


Kak Zac adalah sosok kakak Idaman bagiku. Bukan hanya ramah tapi sopan, tidak kaku dan lebih terlihat santai dan penyabar dibanding kakakku.


Matanya yang biru terang salah satu alasanku ingin sekali menukar kak Edo yang konyol dan pemarah itu dengannya.


'Asik kak Zac! Asik kak Zac disini!' gumamku dalam hati, sambil berjalan kembali ke dalam kamar, meraih ponsel di meja dan semangat mengetik pesan.


*Pov author


Susan [ Ada tetangga baru dong, 'Dic! ]


Pesan masuk Dicky meraih Hpnya dibawah bantal masih berguling dan bermalas-malasan di atas tempat tidur.


Dicky [ Siapa? Cantik atau Ganteng? ]


Susan [ Gantenglaah ... ,iri bos ? ] emot love-love.


Dicky [ Ah ... gak seru! Bye! ]


Meski gengsi rasa penasaran menggugahnya bangun dan mengendap - endap dibalik jendela kamar mengintip ke arah depan rumah Susan.


Tidak terlihat aktifitas atau siapapun hanya terlihat mobil box parkir mundur dan berjalan keluar menjauhi lokasi rumah tadi. Dicky pun kembali acuh dan melanjutkan bermalas-malasan.


***


Hari itu Susan menghabiskan untuk bermain sosial media dan menonton video-video konser musik yang disukai nya. Tanpa menggubris pesan dari Dicky yang mengajak keluar rumah sekedar nongkrong di kafe area dekat rumah atau bahkan dengan alasan ke mini market.


Dicky [ Kenapa gak dibalas?? ]


Dicky [ Lagi apa sih, sibuk ngapain, kamu kan gak keluar rumah dari tadi!! ]


Pesan masuk berurutan hingga akhirnya membuat Susan kesal.


Susan [ Besok-besok pasang Cctv ya 'Dic ... biar kalo aku lagi di WC jadi kamu tau juga! ]

__ADS_1


Dicky [ Ishhh ... Pantas! baunya sampai kemari woy!. ]


Susan tidak membalas pesan lagi padahal sedang asik nonton drama korea di hamparan karpet sisi tempat tidurnya.


****


Malam itu, sekitar pukul 19.30 Susan turun ke lantai bawah setelah puas dengan maraton drama korea, namun tidak nampak kakaknya yang selalu sibuk main game di sofa depan TV.


'Aku lapar ... dimana Kak Edo ya?' pandangannya menyapu seluruh ruangan tapi tidak ditemukan sosok kakak menyebalkan itu.


'Apa-apaan ini jam segini belum ada makanan, dari tadi aku diatas kelaparan dia tidak muncul menawarkan makanan ... liat saja dia itu, akan kulaporkan ke mama papa nanti !' gumamnya dalam hati.


Tidak biasanya Kak Edo menghilang tanpa bertanya atau minimal mengirim pesan ke Susan untuk menawarkan makan malam ketika orang tua mereka tidak sedang berada dirumah.


Itu sudah amanat sang Mama. Tanggung jawab kak Edo semua.


Susan berpikir sejenak lalu mengambil ponsel disakunya, sambil berjalan dan menghubungi Kak Edo yang ternyata berada disebelah rumah.


'Tetangga baru? ah ya pasti dia sama Kak Zac! Huuu Senangnyaaa!' ucap Susan dalam hati


****


*Rumah kak Zac


Tokk... Tokk... Tokk


"Permisiiii ... Kak Zac ... !" mirip intonasi kurir paket.


Selang beberapa lama kemudian terdengar sautan kecil dari dalam rumah itu dan pintu terbuka perlahan.


'Kalau saja ini di film-film sudah pasti ada paduan suara dan bunyi kicauan burung berterbangan. Atau segerombol penari india yang muncul dari balik pohon dan tiang' Susan berimajinasi


Nampak dari balik pintu yang terbuka kini, sosok pria dengan mata biru yang dalam dan wajah yang tampan, rambut cokelat dengan senyum ramah membuat suara Susan tertahan beberapa detik lamanya menatap si pemilik sautan tadi.


"Yess?? are you okay?" tanya Pria itu mengulang pertanyaannya.


Sontak Susan mundur selangkah karena gugup dan menjawab gelagapan.


"Aaahh ... I—Iyyess, Zac! Kak Zac, here?" tanya Susan dengan canggung.


" Yeah, sure ... come in ... !." ajak Pria itu, sambil mengibaskan tangannya mengajak masuk.


'Kemana kita? tour rumah? yuk deh, hehehe ... ' pikir Susan konyol dalam hati.


"Oh okay, Hmm ... kak Edo, ada ya?" tanya Susan.


Pria itu berjalan masuk mengantarku ke dalam rumah untuk menemui kak Edo, tiba-tiba ia berbalik tersenyum mengulurkan tangan mengajak berkenalan.


"Eli. by the way ... " jawab Pria itu.


'Yah! Eli namanya' gumam Susan dalam hati.

__ADS_1


"Oy! sini San!" ajak Kak Edo.


Terlihat kak Edo sedang menikmati sesuapan besar pizza ditangannya, sambil duduk bersila di karpet bersama kak Zac.


'Oooh pantes lupa sama adiknya ... bagus ya enak-enak sendiri!' ucap Susan dalam hati


"Hmmm ... aku nunggu kabar lho dari tadi, disini asik numpang makan!." ucap Susan sambil berkacak pinggang.


Eli tersenyum menepuk lengan Susan dan mengajak ikut duduk dikarpet bersama Kak Edo dan Kak Zac.


'Aaww ... aku tersentuuuh! aku kotoooor! hehehe ... ' ucap Susan dalam hati yang mulai lebay.


Kami ber-empat bercakap-cakap dari perkenalan serta segala basa-basi yang tidak penting, sambil bercanda dan lanjut pada pembicaraan serius mengenai pekerjaan Kak Edo dan Kak Zac.


Adik-adik cukup dengarkan saja kalau soal itu, tapi tidak henti-hentinya hati Susan berdesir hangat kala berada dekat dengan Eli.


Sesekali hatinya berdebar saat melihat sorot mata Eli saat berkedip melirik kearah Susan ataupun yang lain.


'Fix, gak usah tukaran kakak, kak Zac jadi iparku saja, Ooh calon suamiii ... kemana saja kau baru muncul.' ucap Susan dalam hati.


Usai menikmati Pizza dan lama bertukar cerita, Susan dan Kak Edo pamit untuk pulang ke rumah.


Eli berjalan mengantar kami sambil mengajak ngobrol seadanya. Terutama pada Susan yang wajahnya sudah merona sejak dari dalam tadi.


"Aaa ... besok, kamu kuliah?." ucap Eli, melipat tangannya didepan dada.


"Oooh itu! ehh ... Ya kuliah sih ... tapi bisa diatur lah, ada apa ya?." ucap Susan dengan gugup mengangkat alisnya.


"Tidak, tidak apa-apa" jawab Eli, tertawa kecil.


"Ooh ya, oke hehehe." ucap Susan malu.


'Amsyong dia cuma nanya lho.' ucap Susan dalam hati, jadi salah tingkah menggaruk-garuk telinga.


Susan dan kak Edo berjalan menuju rumahnya lagi dan Eli berbalik kembali untuk memanggil.


"Ehm ... Suzie!! besok aku boleh kerumah ya?" Eli tersenyum ramah dari kejauhan sambil melambaikan tangan.


"Oooh iya iya, boleh lah ..., besok ya!". jawab Susan cepat.


Susan yang kikuk terburu-buru cepat masuk kerumah, diikuti kak Edo yang memperhatikan Susan sambil menggelengkan kepala.


'Idih!' ucap Kak Edo dalam hati


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan di seberang rumah sosok pria bongsor sedang mengamati kejadian barusan dari balkon kamarnya lalu bergegas mengetik sebuah pesan.


Dicky [ Oooh pantas, jadi sibuk numpang ke WC dirumah tetangga ya San? ]


Dicky [ Kalau mau numpang kerumahku saja, kalau perlu seharian numpang mandi disini! Gratis! ]


Dicky mulai tidak sabar karena pesan beruntun hanya dibaca tapi tidak dibalas sedikitpun.

__ADS_1


Sekalipun Dicky marah kali ini, Susan tau Dicky tidak akan pernah bisa berlama-lama marah padanya, Susan sangat mengenal sosok Dicky yang selama ini memang sabar menghadapi nya.


Dicky memang selalu mengalah atas sikap Susan yang seringkali dingin dan acuh meski tidak terjadi pertengkaran apa-apa, meski bertengkar sesekali mirip tom and jerry tapi memang sudah cara pertemanan mereka seperti itu.


__ADS_2