
Hari sudah hampir malam, Rara dan Kenzo sekarang sedang berjalan untuk menuju ruang makan. Kedua anak mereka masih tertidur pulas dikamarnya jadi Rara meninggalkan mereka berdua dikamar dengan maid yang Kenzo suruh untuk mengawasi kedua anaknya.
Dimeja makan nampak sudah ada Hazel yang duduk dengan beberapa makanan dihadapannya. Rara tersenyum ketika adik iparnya itu menatapnya.
"Eh ada kaka ipar." Hazel tersenyum menyapa Rara dengan hangat.
Kenzo yang melihat itu berdecih, kenapa hanya wanitanya saja yang disapa? memangnya disini siapa yang menjadi kakak kandung gadis itu?
"Iya Zel." jawab sapaan Rara dengan duduk dihadapan anak itu, Kenzo pun duduk dikursi utama meja makan ini.
Rara mengedarkan pandangannya melihat sekeliling ruang makan ini tapi ia tidak menemukan yang ia cari. Hazel yang melihat itu langsung ikut melihat tatapan Rara yang melihat kearah sekeliling meja makan ini.
"Kaka ipar cari apa?" tanya Hazel dengan menatap Rara penuh tanya.
"Mommy?" gugup Rara. Ya, setelah kembali kerumah ini ia sama sekali belum melihat Lia disini. Apa nyonya-nya itu sedang pergi?
"Oh, Mommy pergi tadi sore katanya ada urusan. Kayaknya juga gak bakalan pulang kerumah hari ini," jawab Hazel dengan mulai memakan makananya. Rara yang mendengar itu pun hanya mengangguk walau sebenarnya banyak pertanyaan dikepalanya menyangkut mertuanya itu.
Baru saja Rara akan mengambil makanannya tiba-tiba saja ada suara dari arah tempat duduk sampingnya.
"Ekhem."
Siapa lagi coba kalo bukan suara suaminya? Rara menatap binggung Kenzo, ada apa dengan pria itu? apa dia sakit tenggorokan?
Kenzo menatap Rara dengan tersenyum sambil mengarahkan sekilas pandangannya pada piring dihadapannya yang masih kosong.
Rara yang melihat arah pandang Kenzo pun langsung mengerti, ia mengambil makanan untuk suaminya itu dan menaruhnya dipiring milik Kenzo. Setelah selesai menaruh makanan itu Rara pun segera mengambil makanan untuk dirinya juga.
Tapi sekali lagi Kenzo bersuara yang membuat Rara merasa kesal.
"Ekhem." Lagi-lagi Kenzo berdekhem membuat Rara menatapnya kembali.
"Iya ada apa sayang?" lembut Rara dengan mengumpat didalam hati, pria disampingnya ini tidak bisa bicara apa ya? kenapa sedari tadi berdekhem terus yang membuatnya binggung apa yang di mau dari pria itu.
Kenzo menatap Rara dengan senyum diwajah tampannya. "Tangan-ku sakit." sahut Kenzo.
Rara menaikkan kedua alisnya penuh tanya, terus jika tangan pria itu sakit ia harus bagaimana?
"Lalu?" Rara menatap Kenzo penuh tanya.
Lain dengan Hazel yang hanya diam menatap keduanya, ia memakan makanannya dengan menonton drama gratis didepannya ini.
"Bagaimana aku bisa makan kalo tangan-ku sakit." ucapan Kenzo membuat pikiran Rara pusing, kenapa pria ini tidak to the point saja bicaranya? kenapa selalu membuatnya pusing dengan ucapan ambigu-nya.
"Jadi?" singkat Rara membuat Kenzo berdecak. Sepertinya wanita dihadapannya ini tidak peka-an.
"Ck! kau ini tidak peka sekali, bagaimana aku bisa makan jika tangan-ku sakit. Jadi suapi aku sekarang."
"Uhuk Uhuk"
Hazel terbatuk ketika mendengar suara itu, apalagi Kenzo mengatakan itu ketika ia sedang minum. Hazel-kan jadi kaget ketika mendengar ucapan Kenzo yang sedikit manja.
__ADS_1
"Hazel? kamu kenapa?" tanya Rara khawatir dengan menatap adik iparnya yang masih terbatuk dengan memegang lehernya itu.
"Uhuk, Gapapa kak cuma keselek air." Hazel kembali meminum minumannya untuk menetralkan tenggorokannya yang sakit. Setelah kembali normal Hazel pun bernafas lega dengan menatap kedua orang dihadapannya.
"Hehe, aku udah makannya kak jadi kalian silakan bermesra-mesraan berdua." Hazel segera bangkit dan berjalan kearah ruang tamu untuk memberi kesempatan mereka berdua menikmati makanannya. Ia memilih pergi karna tak mau menjadi nyamuk diantara keduanya.
Rara hanya diam menatap kepergian Hazel yang disengaja gadis itu, lagian siapa juga yang ingin bermesra-mesraan coba? ia kembali menatap Kenzo yang masih juga menatapnya dengan tersenyum.
"Mau-ku suapi?" tanya kembali Rara yang langsung diangguki Kenzo.
Rara pun mengangguk pasrah, ia segera mengambil alih piring Kenzo dan menyuapi bayi besar itu. Memangnya tadi tangan Kenzo kenapa? lagian saat turun tangan Kenzo masih setia menggenggamnya tapi kenapa sekarang dia bilang sakit?
"Kau juga makan, jangan sampai kau sakit nanti." sahut Kenzo dengan menerima suapan dari tangan wanitanya.
"Iya."
Alhasil mereka pun makan sepiring berdua karna Kenzo yang menyuruhnya. Rara hanya mengangguk, ia tak mau berurusan lagi dengan Kenzo jika ia menolak permintaan pria itu.
♣
Hazel tersenyum manis melihat kedua kakanya yang semakin romantis, ia menjadi iri karna sampai sekarang dirinya masih belum memiliki pasangan.
Padahal banyak yang menyatakan cinta pada Hazel tapi gadis itu malah menolak mentah-mentah setiap laki-laki yang mendekatinya. Bukan dirinya sombong atau bagaimana tapi ia belum menemukan pria yang cocok untuk hatinya.
Kapan kejombloan-ku ini berakhir? hiks
Hazel segera menjauh dari ruang makan dan berjalan menuju lantai atas, mungkin ia akan pergi kekamarnya dengan melintas kedepan pintu kamar kedua kakaknya.
"Non, tuan berhenti ya. Bibi cape ngejar-ngejarnya"
"Ndak mau! ayo bibi kejal kepin lagi!"
"Bibi ndak bisa kejal Keyla haha"
Hazel menganga melihat kamar kakaknya yang sudah seperti kapal pecah dimatanya. Ia menatap salah satu maid dan kedua ponakannya.
"Aduh ko jadi berantakan?"
Ia melihat Sprai kasur sudah terlepas dari induknya, bantal sudah berhamburan kebawah lantai dengan Keyla dan Kevin yang memegang salah satu bantal ditangan kecilnya untuk menyerang sang bibi yang sepertinya kelelahan mengurusi mereka.
hazel mendekat kearah Kevin dan Keyla yang terdiam menatapnya. Ia mensejajarkan tubuhnya pada kedua anak itu. "Dari pada main ini mending main ke-kamar aunty yuk?" ajak Hazel membuat kedua anak dihadapannya ini berfikir.
"Main apa?" tanya Keyla polos.
Hazel tersenyum menatap anak perempuan itu gemas. "Makannya ikut kekamar aunty yuk biar kalian tau kita main apa."
Tak lama Keyla dan Kevin mengangguk dan menggandeng tangan wanita dewasa yang mengaku aunty-nya.
Hazel segera memegang kedua anak itu dan menatap maid yang sedang menormalkan jantungnya.
"Bibi beresin yah, aku mau ajak Keyla sama Kevin kekamar aku." ucap Hazel dengan bersemangat.
__ADS_1
Maid itu nampak mengangguk sopan. "Baik nona." Tadi ketika Keyla terbangun anak majikannya itu menyuruhnya bermain, Kevin yang masih tertidur pun tiba-tiba saja terbangun ketika salah satu bantal yang dilembar Keyla mengenai tubuh kecilnya dan alhasil mereka pun bermain kejar-kejaran sampai kamar ini sudah tidak karuan lagi. Maid itu merasa lelah dengan tingkah laku kedua anak majikannya yang tidak bisa diam.
Mendapat anggukan dari bibinya dengan segera Hazel berjalan keluar dari kamar ini dan melangkah menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar kedua kakaknya. Ia tersenyum bahagia karna sekarang dia tidak akan sendirian lagi.
Ceklek
Dengan cepat ketiganya masuk kedalam kamar yang bernuansa pink dan putih ini. Hazel mengangkat kedua ponakannya untuk naik keatas kasur miliknya.
"Daripada cape lari-larian mending kita main ini aja." Hazel meletakkan sesuatu didepan mereka yang membuat mereka menatapnya binggung.
"Ini apa?" tanya Kevin menunjuk salah satu benda itu.
Hazel tersenyum. "Aunty contohin dulu ya?"
♣
Selesai memakan makanan malamnya Kenzo pun kembali kedalam kamarnya untuk mengecek kedua anaknya sedangkan Rara sedang berada diruang tamu untuk memberi tahu bawahannya alamat hotel yang dia tinggali agar para bawahannya itu megambil koper miliknya.
Sampai dikamar ia melihat maid suruhan untuk menjaga anaknya sedang bersih-bersih kamarnya, ia masuk dan melihat kasurnya kosong tak ada orang.
"Kemana anakku?"
Maid itu langsung menunduk mendengar suara Kenzo dibelakangnya. Dengan cepat ia berbalik menatap tuannya. "Tuan Kevin dan nona Keyla sedang berada dikamar nona Hazel Tuan, tadi nona Hazel sendiri yang mengajak mereka."
Kenzo segera keluar dari kamarnya dan berjalan kearah kamar adiknya itu. Ketika ia masuk kedalam kamar Hazel dirinya dikejutkan dengan memandangan didepannya.
"Hazel!" Kenzo menatap tajam Hazel yang sedang melakukan sesuatu dengan kedua anaknya. Ia melihat pipi anaknya dipenuhi cairan warna merah dan seperti bekas cakaran di dahi sang anak.
Rara yang baru saja sampai dilantai 2 ini langsung menghampiri suara itu dan berdiri disamping Kenzo dengan tatapan kagetnya. Ia melihat wajah sang anak yang dipenuhi cairan merah dengan wajah sama seperti Hazel.
"Kau apakan anakku itu hah! kenapa jadi seperti itu!" tegas Kenzo tak menyangka apa yang dilakukan adiknya.
Hazel tersenyum sinis menatap kedua kakaknya yang kaget melihat kelakuannya.
Kenzo melihat Hazel yang memegang benda dan mendekatkan benda tersebut kepipi sang anak dan timbul-lah warna merah di pipi dan bibir anaknya.
Hazel terkekeh. "Lucu kan kak." Rara tak menyangka adik iparnya melakukan ini kepada kedua anaknya.
"Ck! kau ini sedang apa?!"
Hazel bergegas bangkit dari tempat tidurnya dengan baju yang kotor karna perbuatannya dengan kedua anak itu. Ia mendekat kearah Kenzo dan menunjukan handponenya.
"Besok hari helloween kak, ada lomba di-instagram buat bikin foto se-menarik mungkin nanti hadiahnya voucer belanja sama satu set make-up hehe, jadi aku ikutan sama Keyla sama Kevin. Lucu kan kak hasilnya?!" Hazel gembira dan kembali mendekat kearah kedua ponakannya.
"Tos dulu dong sayang, semoga kita menang ya nanti aunty beliin mainan buat Keyla sama Kevin." Kedua anak itu pun menepuk telapak tangan aunty-nya dan tersenyum dengan wajah yang sudah dicoret-coret oleh Hazel.
"Yaa!" kompak mereka.
Rara menggeleng kepalanya menatap kelakuan Hazel kepada anaknya. Ia mengelus tangan Kenzo yang sudah meradang karna perbuatan adiknya itu yang me-make up wajah kedua anaknya.
▫▫▫▫▫▫
__ADS_1
Hayo tadinya mikirin apa nih soal kelakuan Hazel sama Keyla dan Kevin? hihi trimksih sudah membaca❤