My Devil Possessive

My Devil Possessive
Rumah Maura


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mobil Kenzo berhenti didepan sebuah rumah sederhana, rumah itu nampak sepi.


"Yee!! sampe!" dengan cepat Keyla dan Kevin turun, mungkin mereka rindu dengan kota kelahirannya. Kenzo dan Rara pun ikut turun.


"Akhirnya kesini lagi." gumam Rara dengan senyum terbit diwajahnya. Ia senang karna masih dapat berkunjung kesini.


"Kau tinggal disini?" Kenzo melihat arah rumah didepannya, terlihat tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil juga.


Rara menatap Kenzo yang sudah berdiri disebelahnya. "Iya, aku tinggal berempat dirumah itu." ucap Rara dengan menunjuk rumah didepannya.


Mata Kenzo melotot ketika mendengar itu, berempat? anaknya saja hanya 2 jika ditambah Rara berarti 3 orang tapi kenapa wanitanya mengatakan dirinya tinggal berempat? pikiran negatif Kenzo mulai terlintas dikepalanya sekarang. "Berempat?!"


Mendengar nada tak enak dari suamiya membuat jantung Rara berdetak tak karuan. "Iy-iya berempat dengan Bibi-pekerja dirumah ini." jelas Rara.


Kenzo nampak menghela nafasnya pelan, perkirannya salah tapi untungnya pemikiran itu tidak nyata.


"Yuk masuk." lanjut Rara dengan menarik pelan tangan Kenzo menyuruh pria itu masuk lain dengan kedua anaknya yang sudah berlarian menuju kedepan pintu rumah itu.


Para bodyguard dan beberapa bawahan mengikuti Kenzo dengan koper milik keluarga bosnya itu.


Toktoktok!


Rara mengetuk pelan pintu dihadapannya, ia sudah tak sabar masuk dan melihat rumah yang sudah lama tak ia masuki. Padahal dirinya baru meninggalkan rumah ini beberapa hari tapi dirinya sudah sangat merindukankannya.


Tak lama pintu terbuka dengan menampilkan sesosok wanita tua.


Ceklek


"Bibi!!!" Rara langsung berhamburan memeluk wanita yang terlihat kaget dihadapannya, Rara merindukan Bibinya ini yang sudah membantunya merawat rumah dan kedua anaknya.


"Neng Rara," Bibi itu membalas pelukan Rara, ia pun ikut tersenyum karna dirinya pun merindukan wanita yang sudah ia anggap sebagai anaknya juga.


Setelah puas Rara pun melepaskan pelukannya. "Bibi baik-baik aja-kan disini?" tanya Rara.


Bibi itu nampak mengangguk. "Bibi baik Neng, Neg Rara baik juga kan? eh Den Kevin sama Neng Keyla mana?" tanya wanita itu karna tak melihat kedua anak majikannya ini.


Mendengar itu membuat Rara ikut menatap sekitarnya, bukannya kedua anaknya tadi ada didekatnya tapi kenapa sekarang sudah hilang?


"Keyla sama Kevin dimana? " gumam Rara menatap Kenzo yang masih diam berdiri disampingnya.


Bodyguard yang berdiri jauh disamping Kenzo menatap Nona mudanya dengan sopan. "Tuan Kevin dan Nona Keyla tadi masuk kedalam rumah samping, tapi nona tenang saja mereka masih dalam penjagaan kami." jelas Bodyguard itu yang membuat Rara membulatkan mulutnya ber-oh.


"Silakan masuk dulu Neng, Tu-tuan." ucap Bibi itu menatap pria disampingnya yang belum ia ketahui siapa.


Rara pun tersenyum dan segera masuk kedalam rumahnya diikuti Kenzo dibelakangnya.


"Rasanya kayak udah lama gak kerumah ini padahal baru beberapa hari." gumam Rara dengan menatap isi rumah yang nampak tidak berubah.

__ADS_1


Bibi itu hanya tersenyum, mungkin majikannya ini rindu dengan rumahnya.


Kenzo menatap sekeliling rumah wanitanya, tidak besar namun cukup nyaman ditinggali.


"Oh ya Neng beberapa kali Pak Riki kesini." sahut Bibi itu yang membuat Kenzo langsung menatapnya.


Rara mengkerutkan dahinya. "Mas Riki? ngapain dia kesini?" ia bingung karna Riki tau jika dirinya tidak ada dirumah tapi kenapa pria ini tetap kesini?


Bibi itu nampak tersenyum. "Katanya Pak Riki kesini untuk melihat kondisi rumah ini Neng sekaligus kondisi Bibi."


Rara tak menyangka Riki seperhatian ini dengan rumahnya dan Bibi, sebenarnya pria itu baik dan sangat perhatian jika saja Rara tidak menyukai pria disampingnya ini mungkin saja Rara sudah menerima pinangan Riki.


Bibi itu nampak menatap pria disampingnya majikannya, Rara yang melihat itu langsung paham ia lantas melirik Kenzo dengan tersenyum


"Em kenalin Bi dia Ken-kenzo, Ayahnya anak-anak."


Bibi itu nampak membulatkan matanya terkejut, dia juga merasakan ada kemiripan diantara pria disamping majikannya dengan Keyla dan Kevin tapi ia tak menyangka jika pria itu adalah Ayah dari mereka.


Rara tau pasti Bibi ini kaget karna terlihat dari wajahnya. Ia langsung mengalihkan pandangannya pada pria disampingnya dan menyenggol lengan pria itu agar berbicara.


Kenzo nampak menatap Rara dengan pandangan tanya namun tak lama ia pun mengerti.


"Ekhem." Kenzo berdehem sebentar untuk menetralkan suasana. "Saya Kenzo, Ayah dari Keyla dan Kevin sekaligus suami dari Maura." ucap Kenzo dengan menyalami tangan wanita tua itu.


Bibi itu nampak masih diam tapi tak lama ia pun tersenyum. Ia berfikir pernah melihat pria ini tapi ia lupa dimananya.


"Aku mungkin akan menginap disini Bi beberapa hari, em untuk kedepannya nanti kita bicarain lagi ya Bi." ucap Rara yang langsung diangguki Bibinya itu.


"Jadi selama ini kau tinggal dikota ini? kenapa setiap aku melacak keberadaan mu aku selalu tidak menemukanmu? padahal kota ini termasuk sasaranku untuk menemukanmu." ucap Kenzo dengan sedikit bertanya.


Rara menaikkan kedua bahunya tak tau. "Mungkin perjuangan kamu kurang Mas." jawab Rara sedikit terkekeh.


"Aku tidak pernah kurang memperjuangkan-mu sayang, jika aku tau selama ini kau berada disini mungkin sudah sedari dulu aku menghampirimu dan membawa mu kembali kepelukan-ku." pelan Kenzo menatap wanitanya.


Sekarang posisi mereka saling berhadapan. Rara mendongak-kan wajahnya untuk menatap Kenzo yang tubuhnya lebih tinggi darinya. "Memangnya kamu yakin aku masih mau kembali kepelukanmu?" Rara menaikkan kedua alisnya.


Melihat itu membuat Kenzo semakin merapatkan tubuhnya ke wanita dihadapannya. Ia merasa jika Rara sekarang sedang menggodanya. "Yakin, karna aku tau kau hanya mencintaiku bukan? ayo ucapkan." ucap Kenzo dengan tersenyum.


Rara menelan salivanya kasar, ia masih belum yakin dengan perasaannya pada pria dihadapannya ini. Apa benar ia mencintainya? walau hatiny merasa dirinya memang mencintai pria ini tapi pikirannya masih tak yakin.


Tak kunjung dapat jawaban dari wanitanya membuat Kenzo menghela nafasnya. "Kau yakin-kan saja hatimu itu, aku akan menunggu kau mengatakan hal itu padaku."


Sepertinya Kenzo tau apa yang ada didalam pikiran Rara, hal itu membuat Rara sedikit lega. "Maafkan aku."


Kenzo membalasnya dengan anggukan singkat.


"Papah!!" teriak seseorang dari arah pintu membuat keduanya mengalihkan pandangannya pada asal suara itu.

__ADS_1


Rara langsung menjauhkan tubuhnya dari Kenzo, posisi mereka cukup intim jadi Rara tak mau kedua anaknya itu menanyakan hal yang tidak-tidak.


"Itu Papah na Keyla!" teriak Keyla dengan menunjuk Kenzo, ia menunjuk Papahnya kepada temannya yang berada disampingnya.


Kenzo yang melihat itu tersenyum, ia bahagia melihat anaknya yang begitu gembira sekarang.


"Papah na Keyla Ganteng!!!" ucap seorang anak perempuan dengan gembira.


"Ganteng dong kan Keyla na juga antik." bangga Keyla mengatakan dirinya cantik.


Keyla berlari-larian memeluk sang Papah dengan teman perempuannya yang ikut berjalan kearah pria dewasa itu.


Kenzo lantas mensejajarkan tubuhnya diantara kedua anak perempuan itu. "Teman-mu namanya siapa?" tanya Kenzo pada anaknya.


Keyla menatap temannya itu dan kembali mengalihkan pandangannya pada Papahnya. "Namanya sipa."


"Aku sipa Om." anak perempuan itu mendekat kearah Kenzo dan menyalaminya.


Dengan cepat Kenzo mengangguk, teman anaknya ini cukup cantik tapi masih cantikkan anaknya dan tentunya wanitanya juga.


Tak lama dari arah pintu muncul kedua anak laki-laki dengan anak perempuan.


"Papah!" Kevin berlari menuju Kenzo dan mendekati Ayahnya itu diikuti kedua temannya.


Kenzo yang mendengar itu mengalihkan pandangannya pada anak pertamanya, ia pun ikut menatap kedua anak disamping Kevin.


"Kenalin ini Lena sama Iyo!" sahut Kevin memperkenalkan temannya pada Ayahnya.


"Allo Om." serempak kedua anak itu dengan sopan sambil tersenyum membuat Kenzo ikut tersenyum. Ternyata kedua anaknya ini memiliki cukup banyak teman disini.


Setelah bersalaman dan sedikit berbincang akhirnya kedua anaknya itu melanjutkan bermainnya diluar rumah meninggalkan Rara dan juga Kenzo yang masih diam ditempat.


"Huh." Kenzo nampak menghela nafasnya pelan. "Aku jadi sangat merasa bersalah karna tidak ada disamping mereka sejak mereka dilahirkan." Kenzo menatap Rara sendu.


Mendengar itu membuat Rara sedih. "Ini bukan salahmu Mas, aku yang membuat ini semua terjadi." Ya! jika saja Rara tidak pergi mungkin saat itu kedua anaknya bisa merasakan figur seorang Ayah.


Kenzo mengarahkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Rara. "Yasudah kita ulang semuanya, aku ingin merasakan menemanimu ketika mengandung dan melahirkan anakku."


Rara menatap Kenzo tak mengerti. Maksud pria ini apa? memangnya waktu bisa di ulang?


"Maksudnya?" tanya Rara dengan tatapan binggung.


Kenzo memiringkan senyumannya. "Ayo kita buat kau mengandung dan melahirkan seperti dulu, sekalian mencicil lima anak yang ku mau darimu." Kenzo menaikkan salah satu alisnya untuk menggoda wanitanya.


Rara yang mendengar itu pun mengerti, baru saja mereka sampai tapi Kenzo sudah berbicara seperti itu.


Dasar pria mesum!!!

__ADS_1


▫▫


Terimakasih sudah mmbaca❤


__ADS_2