
Pagi harinya mereka masih nampak seperti biasa, setelah insiden tadi malam tingkah Rara semakin aneh wanitanya itu menjadi lebih manja pada Kenzo entah ada apa tau Kenzo merasa senang karna mungkin wanitanya sudah mencintainya juga. Seperti sekarang Rara mengantarkan Kenzo sampai depan pintu rumah.
"Ini tuan tasnya" Rara memberikan tas kerja tersebut pada Kenzo.
Kenzo menerima tas tersebut. "Kau diam saja dirumah jangan kemana-mana" titah Kenzo.
Rara mengangguk dan segera menyalami suaminya itu. "Hati-hati tuan"
Kenzo mencium singkat kening wanitanya. "Aku jalan dulu" setelah mengucapkan itu Kenzo melangkah pergi menjauh dari Rara yang masih terdiam di depan pintu sembari memandanginya.
Tak lupa Rara mengangkat dan melambaikan tangannya kepada tuannya itu.
Mobil Kenzo akhirnya melaju pergi keluar dari mesion. Ketika mobil suaminya sudah tidak terlihat dimatanya Rara bergegas masuk kedalam.
Badannya sedang tidak enak sekarang jadi ia memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana. Dirumah ini nampak sepi seperti biasa karna adik iparnya-Hazel sudah pergi berangkat kesekolah tadi pagi sedangkan mertuanya-Lia entah pergi kemana.
"Ngapain ya" gumam Rara dengan menatap sekeliling rumah ini.
Pekerjaan rumah sudah diselesaikan oleh para maid jadi dirinya binggung akan melakukan apa, alhasil dirinya memilih untuk pergi ke-taman belakang.
Ketika sampai disana Rara teringat dengan sesosok gadis yang waktu itu mengantarkannya berkeliling mesion ini. Marissa entah dimana anak itu sekarang, karna Rara sudah tidak pernah bertemu dengannya lagi setelah berkeliling mesion saat itu.
Dia duduk dibangku taman dengan pandangan kearah depan melihat luasnya taman belakang rumah ini.
"Nona mau dibawakan cemilan?" tanya salah satu maid yang melintas dihadapan Rara.
Rara nampak berfikir. "Aku mau teh manis aja bi"
__ADS_1
Maid itu lantas mengangguk dan pergi mengambil pesanan Rara.
Rara masih diam disana dengan menghirup udara segar dari taman ini.
Tak lama maid itu kembali membawa nampan berisikan segelas teh yang dipesan Rara.
"Makasih ya bi" sahut Rara dengan tersenyum.
"Sama-sama nona, kalo begitu saya permisi dulu" Maid itu kembali pergi untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat terhenti tadi.
Lama Rara duduk ditaman sana tiba-tiba dari arah belakang muncuk sesosok wanita yang berjalan mendekatinya.
"Ekhem"
Rara membalikan tubuhnya menatap asal suara tersebut. Ketika melihat siapa yang bersuara tadi Rara membulatkan matanya.
Ya, wanita yang mengaku calon istri dari Kenzo itu datang kembali kerumah ini, entah mau apa dirinya menghampiri Rara.
"Enak ya udah berasa kayak nyonya dirumah ini" ucap Sisil dengan melipat kedua tangannya didada.
Rara menguatkan hatinya membalas ucapan wanita dihadapannya. "Mau apa ka Sisil kesini?" ucap Rara dengan meminum minumannya.
"Seterah gue dong kan ini rumah calon suami gue. Rumah ini juga bakal jatuh ke tangan gue nantinya" sinis Sisil dnegan masih berdiri didepan Rara.
Rara pun bangkit dari duduknya. Sekarang posisi mereka saling berhadapan. "Baru calon kan? lagian Ken..zo udah punya istri jadi lebih baik ka Sisil jangan ganggu rumah tangga orang" walau gugup Rara tetap berbicara apa yang ada dihatinya.
"Heh, lo tuh yang ganggu hubungan gue sama Kenzo" Sisil masih menatap Rara dengan sinis.
__ADS_1
Rara mencoba tenang menjawab ucapan wanita didepannya. "Ka Sisil lupa? ka Sisil kan yang ninggalin Kenzo selama bertahun-tahun? dan sekarang Kenzo udah sama aku jadi lebih baik ka Sisil cari laki-laki lain aja"
Lama-lama Rara juga kesal dengan perempuan dihadapannya ini.
"Gue itu cuma sayang sama Kenzo lagian Kenzo juga cuma sayang sama Gue SISIL" ucap Sisil tak kalah sengit.
"Kalo Kenzo masih sayang sama ka Sisil ga-mungkin dong Kenzo nikahin aku?"
"Kalo lo gak pake pelet juga Kenzo gabakal mau sama lo"
"Aku gak pake apa-apa buat deketin Kenzo lagian Kenzo sendiri yang mau nikahin aku" darah tinggi Rara bisa-bisa naik jika menjawab ucapan wanita dihadapannya ini.
"Mana mungkin Kenzo mau sama cewe kampung kayak lo, liat gue nih terawat jadi gamungkin Kenzo seleranya turun drastis kayak gini" Sisil menatap remeh Rara.
"Namanya juga jodoh gaada yang tau kan? yang penting sekarang kenyataannya aku udah nikah secara hukum sama suami aku Kenzo jadi lebih baik ka Sisil pergi dari sini"
"Lo ngusir gue?" ucap Sisil terkekeh. "Emangnya lo siapa? beraninya ngusir gue"
"Aku istri dari Kenzo, pemilik rumah ini jadi aku bilang ka Sisil keluar sekarang sebelum aku panggil satpam" cukup sudah Rara membuang waktu meladeni ucapan wanita ini.
Rara tidak bermaksud memarahi atau mengusir wanita ini tapi sikap wanita dihadapannya ini yang membuat Rara tak tahan.
"Oke gue pergi, tapi lo harus inget gue pergi saat itu karna gue hamil anak Kenzo dan gue gamau hamil saat itu jadi gue pergi jauh buat gugurin anak yang gue kandung!" setelah mengucapkan itu Sisil pergi dari hadapan Rara yang nampak diam.
Apa? an..ak?
▫▫▫▫▫▫▫▫
__ADS_1
Trimksih sudah mmbaca❤