My Devil Possessive

My Devil Possessive
Ulang tahun


__ADS_3

Rara melangkahkan kakinya menuju gerbang didepannya, ia mungkin akan ke sana dengan menggunakan ojek online.


"Maaf pak"


Bapak-Bapak berseragam seperti satpam itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Rara ketika mendengar namanya dipanggil.


"Pakk bisa ga buka gerbangnya, saya mau keluar" lanjut Rara.


"Maaf nona nya siapa ya?" Tanya satpam berambut setengah botak itu.


Jika Rara menyebutkan calon istri dari pemilik rumah ini mungkin satpam ini tidak akan percaya atau malah menelpon laki-laki kejam itu.


"S..aya pembantu sini pak iya saya mau keluar mencari bahan-bahan yang diperlukan" Bohong Rara.


Satpam yang mendengar itu percaya, salah satu dari mereka pun membuka kunci gerbang tersebut.


Huh untung percaya


Setelah keluar dari rumah itu, ia berjalan sedikit menjauh dari masion Kenzo, lalu Rara segera memesan ojek yang akan dia tumpangi.


Namun belum ada beberapa menit ia berdiri disitu tiba-tiba dari arah sampingnya ada yang menyenggol lengannya.


"Aw" ucap Rara merasa kesakitan di bagian lengan kanan yang di senggol orang itu.


"Heh mbak! berdiri tuh jangan disini dong ngalangin jalan aja!" ucap seseorang yang menyenggol lengan nya tadi.


Rara yang mendengar itu pun melihat ternyata yang menabraknya adalah perempuan cantik, umurnya mungkin masih dibawah Rara.


"Maaf" seharusnya Rara yang marah karna orang ini tidak melihatnya disini, tapi karna Rara tidak mau cari ribut ia duluan yang meminta maaf.


Perempuan yang menabraknya pun melanjutkan langkahnya tanpa menjawab permintamaafan Rara.


"Mbak Maura?"


"Eh iya"


"Ini mbak helm nya"


Ojek yang dia pesan akhirnya sampai, Rara pun naik keatas motor tersebut dan melaju kearah tujuannya.


Setelah sampai ia pun turun dari mptor itu sembari mengeluarkan sejumlah uang untuk ongkos ojol itu.


"Makasih yah mbak ehh mbak nya suka belanja di butik ini toh?"


Rara yang mendengar itu pun terkejut namun ia memasang wajah senyum kembali.


"Ah iya pak hehehe emang nya kenapa?"


"Gapapa sih mbak, ini kan tempat butik terkenal itu pasti mbak nya orang kaya, ko mbak nya malah naik ojek gini"


Rara yang mendengar itu hanya terkekeh "Saya ga kaya ko pak hehehe kita semua itu sederajat gaada bedanya"


"Apa gamalu mbaknya?"


"Ngapain malu pak, yang seharusnya malu tuh orang kaya yang meninggikan derajatnya padahal harta yang mereka punya hanya titipan dari yang kuasa" ucap Rara dengan tersenyum.


Bapak ojol itu pun tersenyum mendengar tuturan dari Rara, ternyata masih ada orang seperti ini, mungkin banyak namun memang jarang saja ditemui, kadang manusia itu suka lupa jika kekayaan sudah didepan mata.


"Yaudah saya permisi dulu ya mbak"


Pak ojol itu pun melajukan motornya menjauh dari tempat Rara berdiri, setelah Rara melihat motor itu menjauh ia pun menatap butik yang diatas nya tertera nama AuraButiq, ia pun melangkahkan kakinya.


Ko gelap?


Ketika Rara masuk kedalam, hanya ada pandangan hitam didepannya ia tidak melihat apapun karna memang gelap di butik ini.


"Syah? kamu dimana?"

__ADS_1


"Mawar? Jessy? Kalian dimana ko ini gelap?" ucap sekali lagi Rara ketika tidak mendengar jawaban dari Aisyah.


Rara melangkah kan kakinya masuk lebih dalam ke butik tersebut, ia mencoba mencari skalar lampu, Ketika ia menemukannya Rara pun memencet tombol untuk menyalakan lampu tersebut.


Dor!Dor!


Happy Birthday Maura!


Ketika lampu itu dinyalakan ternyata diruangan tersebut terdapat Aisyah dan beberapa karyawan lainnya yang menyambutnya, Didepannya ada Aisyah yang sedang membawa kue ulang tahun dan dikue nya tersebut tertera nama dan juga umur Rara.


Rara yang melihat itupun menangis haru, ternyata ada yang mengingat hari ulang tahunnya, ia menatap karyawan dan juga sahabatnya Aisyah yang notabenya adalah sekertarisnya juga.


Aisyah maju mendekati Rara dengan membawa kue ditangannya "Selamat ulang tahun bu bos"


"Hiks makasih banget, aku ga nyangka kalian inget ulang tahun ku hiks"


"Duhh Bu Bos jangan sedih gitu dong" ucap salah satu karyawan yang ada disitu.


"Aku nangis karna bahagia ko hikss, sekali lagi makasih yah"


Aisyah yang mendengar itu pun tersenyum "Tiup dong Ra kue nya nih"


Huhhh huhh huhh


"Yeeeee! Kue nya kita potong aja ya sekarang?"


Aisyah Nurmala adalah sahabat SMA sekaligus sekertaris Rara dibutik, Aisyah lah yang menemani Rara dari dulu sampai saat ini, dia pun selalu membantu dan mendukung Rara dalam keadaan apapun.


"Potong aja Syah"


"Aku juga laper nih"


"Ayo potong potong potong"


"Ayoo"


"iya iya sabar napa" ucap aisyah.


Aisyah pun memberikan pisau kue kepada Rara, Rara mengambil pisau tersebut dan langsung mendekat ke kue yang diberikan Aisyah.


Sebelum Rara memotong kue, ia menatap sekelilingnya "Nungguin ya?"


Sepontan yang berada di ruangan tersebut tertawa, mereka sudah menunggu kue itu dipotong sedari tadi.


Rara pun memotong kue itu lalu membagikannya kepada semua karyawan.


Rara duduk di sofa yang berada di butik tersebut sembari mengarahkan pandangannya kearah karyawan didepannya yang nampak sibuk membersihkan tempat tersebut.


"Ra" Aisyah datang dan duduk disamping Rara, ia memang tidak memanggil nya dengan sebutan nona atau bos yang seharus nya diberikan kepada atasannya, namun Rara menolak panggilan tersebut ya mau tak mau dia dan para karyawan disana menyebutnya tanpa embel-embel Bos.


"Kenapa Syah?" Seketika Rara mengalihkan pandangannya kearah Aisyah yang duduk tepat di sampingnya.


Apa aku jujur ya sama Rara?


Aisyah binggung ia harus menyampaikan ini atau tidak Aisyah takut jika Rara akan marah padanya namun jika tidak dibicarakan ia merasa tidak enak.


"Hello? kenapa sih Syah ko malah ngelamun?" ucap Rara sembari melambaikan tangannya didepan muka Aisyah.


"Itu Ra"


"Itu apa?"


"Itu"


"Apa? kamu dilamar sama pa Cipto?"


"Issh! amit amitttt"

__ADS_1


Aisyah selalu bercerita tentang pelanggan tetapnya itu yang selalu menggoda Aisyah saat datang ke butiknya itu.


Cerita enggak cerita enggak cerita enggak aaa cerita aja ya deh


"Em gini"


Rara yang mendengar itu pun penasaran apa yang sebenarnya akan diucapkan Aisyah "Ngomong aja yang jelas Syah"


"Tad-"


Drttt! Drttt!


Tiba-tiba tas yang di pegang Rara bergetar, ia mengambil benda tersebut lalu melihat jika ada panggilan di hpnya.


089533****** is calling...


Rara menatap layar tersebut, ia tidak tau siapa yang menelponnya lalu dengan sigap ia mengangkat sambungan itu siapa tau penting..


"Hallo siapa ya?"


"......"


Deg!


Rara seperti kenal dengan suara ini, yaa! dia ingat jika suara ini adalah suara dari Lakilaki kejam itu.


"......."


"Ak..u tidak kabur tuan Aku ha..nya-"


"...."


Sambungan itu pun terputus sepihak, Rara menatap binggung kearah Aisyah yang juga menatapnya.


Ha? Apa dia diluar?


Rara seketika mengarahkan pandangannya kearah luar, ia masih bingung dengan ucapan tuan mudanya.


Aisyah yang melihat Rara bingung pun ikut kebingungan "Ra kamu kenapa?"


"Gapapa, ehh Syah aku duluan ya sampe in juga sama yang lain aku duluan" setelah itu Rara berdiri dari duduknya dan melangkah menuju keluar butik.


Aisyah yang melihat bosnya itu kebingungan pun ikut penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan Rara.



Setelah selesai dari pertemuannya tadi, Kenzo menatap kearah jam yang melingkar di tanganya ia melihat waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, ia sudah lama menghabiskan waktunya di tempat ini.


"Hans kita pulang" Kenzo berdiri dan melangkahkan kakinya menuju mobil yang terparkir di depan kantornya.


"Baik tuan"


Mobil mewah itu pun melaju membelah jalanan kota malam ini, Kenzo tersenyum miring sambil menatap kearah luar jendela, ia akan memberi kejutan malam ini untuk Maura.


Setelah sampai, Kenzo langsung masuk kedalam rumah tersebut ia melangkah kan kakinya menuju kamar yang ditempati Rara.


Brak!


Kenzo menatap sekeliling kamar tersebut namun tidak ada orang disana seketika amarah Kenzo memuncak apa perempuan itu mencoba melarikan diri darinya?


Sialan!


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Terimakasih sudah membaca❤


Tolong sarannya ya!

__ADS_1


__ADS_2