My Devil Possessive

My Devil Possessive
Penasaran Rara


__ADS_3

Kenzo turun dari mobil mewahnya. Sebentar ia menatap rumah besar bernuansa kuno dihadapannya, lantas ia pun segera masuk kedalam rumah itu diikuti para bodyguard dan juga Hans dibelakangnya.


Brak!


Kenzo membuka pintu tersebut dan masuk kedalamnya tanpa dicegah oleh siapapun. Tatapannya menatap tajam sekeliling rumah ini.


"Cari dia" sahut dingin Kenzo dengan memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


Para bodyguard langsung memencar untuk mencari seseorang yang dimaksud tuannya keseluruh rumah ini. Hans masih setia berdiri disamping Kenzo dengan mata yang berjaga-jaga sekitarnya.


Rumah ini nampak sepi dan juga sudah lama tidak terawat karna debu ataupun kotoran sudah bertebaran dimana-mana.


Beberapa menit kemudian para bodyguard yang ditugaskan Kenzo kembali.


"Maaf tuan disini sepertinya sudah tidak ada siapa-siapa" ucap hormat salah satu bodyguard.


Kenzo diam dengan tatapan yang masih menatap sekelilingnya. Setelahnya ia berdecih kecil. "Cih! dasar pengecut!"


"Tapi kami menemukan foto dikamar pria itu tuan" salah satu bodyguard itu pun menyerahkan secarik foto yang nampak sudah berlumut mungkin karna ditaruh sembarang.


Kenzo mengambil foto tersebut dan menatap dalam gambar yang tercetak disana. "Hm, benar dugaan ku"


Di foto tersebut nampak seorang pria tua dan wanita yang ia kenal sedang berpelukan dengan wajah gembira. Kenzo menyinggungkan bibirnya.


"Hans simpan foto ini" Kenzo menyerahkan foto tersebut yang langsung diterima oleh Hans.


Setelah itu Kenzo pun berjalan kembali keluar dari rumah ini dan masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya.


Sebelum ke kantor ia memutuskan untuk menghampiri rumah kuno ini, Ia mendapatkan info jika pria yang diduga dalang dari kematian ayahnya tinggal disini tapi sepertinya pria itu terlebih dahulu pergi sebelum Kenzo menemukan keberadaannya.


Mobil Kenzo pun melesat pergi menjauh dari rumah tua ini. Sekarang ia akan pergi ke kantor untuk bekerja.


Ia curiga jika ayahnya meninggal karna ada sesuatu dan semuanya masih Kenzo dalami untuk mengumpulkan bukti-bukti agar ia tau siapa pelaku sebenarnya. Ia sudah memiliki daftar nama-nama yang terlibat tapi semuanya masih belum terbukti kebenarannya karna pembunuhnya mungkin cukup handal menjalankan rencananya. Kenzo memang tidak mau kasus ini dikerjakan oleh pihak polisi, ia ingin mencari pelakunya itu dengan tangannya sendiri agar mudah jika ia lenyapkan. Kematian harus dibayar kematian bukan? itu menurut Kenzo.



"Kaka ipar!!!" teriak Hazel ketika sampai kedalam rumah.


Hari sudah siang jadi gadis berseragam SMA ini sudah pulang dari rutinitasnya belajar. Hazel mencari kaka iparnya utu keseluruh penjuru rumah dan sampai pada taman belakang.


Rara sekarang berada di taman belakang untuk menenangkan pikirannya, ia akan tanyakan masalah wanita itu jika Kenzo sudah pulang itu pun jika ia berani bertanya.


"Kaka ipar!" sahut Hazel berlari menghampiri Rara yang terduduk dibangku taman.

__ADS_1


Rara mengalihkan pandangannya menatap Hazel yang sedang berlari kearahnya.


"Kenapa Zel?" tanya Rara ketika gadis itu sudah duduk disampingnya.


Hazel menatap Rara dengan pandangan berbinar. "Gaunnya bagus banget kaa, aku suka!! makasih ya kaka iparr" Hazel memeluk kaka iparnya itu sebagai tanda terimakasih.


Merasakan pelukan dari Hazel, Rara pun ikut memeluk gadis remaja itu dari samping. Ia merasakan pelukan hangat dari adik suaminya ini, rasanya ia senang karna ada orang yang masih menyayanginya disini. "Sama-sama Zel hehe"


Hazel melepaskan pelukannya dengan tatapan yang masih mengarah pada Rara. "Gaunnya bagus loh, kaka beli dimana?"


"Be..li di- itu em temen iyah beli dibutik temen" gugup Rara.


Hazel mengangguk dan ber-oh saja. Rara beruntung Hazel tidak menanyakan yang bukan-bukan lagi tentang gaun itu.


Mereka pun terhanyut dalam diam dengan pikiran masing-masing menatap arah depan yang terlihat adalah taman bunga yang luas.


Rara menatap Hazel untuk menanyakan sesuatu yang sedari tadi menganjal dipikirannya. "Zel?"


"Hm" jawab Hazel tanpa melepaskan pandangannya dari arah hadapannya.


"Kamu tau ga tentang wanita masa lalu tuan Kenzo?" sahut Rara berbicara hati-hati.


Kini Hazel menatap wanita disampingnya. "Kenapa kaka ipar nanya itu? emangnya ada apa?" tanya Hazel kepo.


Dengan cepat Hazel mengangguk yang membuat Rara kembali penasaran.


"Wanita masa lalu ka Kenzo itu namanya kalo ga salah ka Sisil" ucap Hazel mencoba mengingat baik-baik ingatan masa lalunya.


"Teruss?"


"Perempuan yang selalu deketin ka Kenzo kemana-mana udah kayak bodyguard"


"Terus?"


"Dandanannya menor kayak tante-tante pokoknya Hazel gasuka, mommy juga gasuka sama wanita itu"


Rara mengangguk paham, pantas saja tadi Lia emosi karna melihat wanita itu. "Terus?"


Hazel menatap binggung kearah Rara, kenapa kaka iparnya itu menanyakan terus? "Emangnya kenapa sih ka? ka Sisil kesini ya?"


Tebakan adik iparnya ini sepertinya tepat pada sasaran. Rara pun mengangguk meng-iyakan ucapan adik iparnya.


Hazel membulatkan matanya tadi ia hanya asal bicara saja ternyata benar. "Ngapain tuh perempuan kesini?"

__ADS_1


Rara menaikkan kedua bahunya. "Dia tadi tanyain mommy Lia katanya kangen"


Terkadang ia memanggil nyonya atau mommy pada ibu dari suaminya itu, jika ia sedang berbicara pada orang rumah mungkin mommy tapi jika ada mertuanya itu ia memilih memanggil nyonya. Rara takut jika Lia tidak sudah jika dia memanggilnya dengan sebutan mommy.


"Kangen? dasar modus" gumam Hazel menunduk yang masih bisa didengar Rara.


Hazel kembali menatap Rara. "Kaka ipar harus bikin ka Kenzo jatuh cinta sama kaka ipar!" jelas Hazel membuat Rara diam.


"Jangan sampe ka Sisil mempengaruhi ka Kenzo, asal kaka tau kayaknya perempuan itu punya ilmu hitam"


Hampir saja Rara dibuat tertawa mendengar ucapan Hazel. Ilmu hitam? ia baru tau wanita seperti itu bermain dengan dunia ghaib. "Kamu kata siapa?"


"Aku nyimpulin sendiri sih tapi wanita itu pasti mau deketin lagi ka Kenzo, kaka ipar harus bikin ka Kenzo klepek-kelpek sampe gamau lepas dari kaka ipar"


Nasehat Hazel membuat pikirannya bertambah pusing. Rara hanya diam Mendengar celotehan dari anak muda ini yang ternyata adalah budak cinta.


"Aku selalu dukung kaka ipar ko, kalo perlu bantuan panggil aja Hazell" lanjut Hazel tersenyum dengan menunjukan gigi-gigi putihnya itu.


Rara tersenyum mendapat dukungan dari adik iparnya. "Makasih ya Zel"


Hazel mengangguk. Tak berapa lama Hazel pun pamit untuk pergi ke kamarnya karna ia belum mengganti pakaian sepulang sekolah tadi.


Rara hanya mengangguk membiarkan adik iparnya pergi meninggalkan dirinya ditaman sendirian dengan ditemani beberapa cemilan didepannya yang tadi diberikan oleh maid.



Kenzo masuk kedalam ruangannya ketika tadi sudah sampai kantor. Hans masih mengikuti tuannya itu masuk kedalam ruangan bos nya.


"Mengapa kau mengikuti ku huh?" dingin Kenzo melihat Hans yang setia berdiri dekat mejanya.


"Saya kira tuan menyuruh saya kesini" biasanya ketika Kenzo masuk kedalam ruangannya itu akan berkata agar Hans langsung bekerja saja yang artinya jika Kenzo tidak menitahnya sebelum masuk ruangan berarti Hans masih harus mengikutinya.


"Kemarikan foto tadi" ucap Kenzo yang langsung diangguki Hans. Sekertaris itu pun menyerahkan secarik foto yang ditemukannya dirumah tua tadi.


Kenzo mengambil foto tersebut dan menatapnya dalam.


"Kau kembali saja bekerja" titah Kenzo menyuruh Hans keluar dari ruangannya untuk menjalankan tugasnya.


Hans mengangguk dan melangkah keluar dari ruangan ini. Kenzo masih diam sembari menatap foto berisikan kedua orang tersebut.


"Memangnya aku tidak tau apa maksudmu mendatangkan wanita itu kembali padaku? kau liat saja aku pasti akan segera menemukanmu dan melenyapkan kalian berdua" gumamnya dengan seringai dibibirnya.


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

__ADS_1


Trimksih sudah membaca❤


__ADS_2