My Devil Possessive

My Devil Possessive
Bertemu


__ADS_3

Rara dan juga wanita bernama sisil itu mengalihkan pandangannya kearah asal suara tadi.


Lia berjalan dan berdiri disamping Rara dengan menatap tajam wanita yang sangat ia tidak suka.


"Kamu ngapain kesini lagi?!" ucap Lia tajam.


Lain dengan Rara yang nampak diam menatap keduanya dengan tatapan binggungnya. Apa mertuanya-Lia tau jika wanita ini pacar Kenzo?


Sisil terseyum manis dan menyapa Lia. "Hayy mommy duh Sisil kangen sama mommy Lia" saat Sisil ingin mencium wanita berumur itu dengan segera Lia menghindar.


"Jangan sok akrab sama saya" ucap sinis Lia. Kedua tangannya dilipat di dadanya dengan menatap benci wanita dihadapannya.


Walau mendapat perlakuan tidak baik dari Lia, Sisil tetap tersenyum manis. "Mommy ko gitu sih"


Lia memutarkan bola matanya malas, ia tidak suka jika wanita masa lalu Kenzo datang kembali. Padahal sudah bagus dia pergi bertahun-tahun tapi kenapa sekarang balik lagi?


"Kamu ngapain kesini lagi!? padahal udah bagus kamu pergi dari kehidupan anak saya!" sahut Lia dengan nada tajam menatap Sisil.


Sisil nampak tenang-tenang saja dengan senyum diwajahnya. "Seharusnya momy bersyukur dong aku balik lagi, tandanya mommy bakal cepet punya cucu" sekilas Sisil mengalihkan pandangannya pada Rara yang nampak diam.


"Saya malah bersyukur-nya kalo kamu ga balik lagi kesini"


Sisil terkekeh mendengar penolakan dari mommy Kenzo. "Tapi ga mungkin aku ga balik lagi kesini soalnya kan cinta aku masih sama Kenzo dan juga mungkin sebaliknya"


Rara masih diam, ia binggung dengan yang mereka ucapkan, kembali lagi? maksudnya apa?


"Kenzo itu sudah punya istri jadi gamungkin anak saya masih suka sama cewe ular kayak kamu!" ucap Lia dengan menyenggol Rara disampingnya.


"Kamu gimana sih Ra, tunjukin kamu istri dari Kenzo jangan mau ditindas sama cewe ini" lanjut Lia dengan berbisik ke arah Rara, agar wanita didepannya tidak mendengar.


Sisil menatap tanya mommy dari Kenzo "Istri? emangnya Kenzo udah nikah?"

__ADS_1


"Udah lahh yang jelas kamu gausah ganggu-ganggu orang yang sudah beristri, ga mau dibilang pelakor kan?!" jawab Lia dengan menatap Rara untuk menyuruh wanita itu berbicara.


Rara binggung akan berbicara apa, ia mengaku jika istri Kenzo begitu? atau bagaimana?


"Hahaha yang ada istri Kenzo yang harusnya dibilang pelakor karna kan sebelumnya Kenzo sama Sisil bukan sama perempuan itu, emangnya mana yang katanya istri Kenzo?" sahut Sisil dengan mencoba mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk melihat dimana orang yang katanya istri Kenzo.


"Say..a, saya istri sah dari Kenzo" ucap Rara bersuara.


Mendengar ucapan dari wanita disamping Lia, Sisil pun mengarahkan pandangannya kembali melihat tubuh Rara dari atas sampai bawah.


"Ini? hahaha ko selera Kenzo nurun sih pantes pas pertama kali liat dikira aku PEMBANTU" Sisil terkekeh sembari menatap rendah Rara.


Rara membulatkan matanya lain dengan Lia yang geram dengan tingkah wanita dihadapannya. "Heyy ngaca dong!" ucap Lia.


"Sisil cantik kok mom, terawat lagi kan Kenzo sukanya sama perempuan yang terawat gak kayak pembantu yang dandanan-nya berantakan" jawab Sisil tersenyum miring dengan menatap Rara.


"Tugas seorang istri bukan hanya merawat dirinya tapi juga melayani seorang suami dan juga melakukan pekerjaan seorang ibu rumah tangga di rumahnya, mungkin saya memang belum sempat merawat diri karna saya sibuk dengan rutinitas seorang istri disetiap paginya yang melayani seorang suami sebelum ia berangkat bekerja" sahut Rara.


Lia tersenyum mendengar pembelaan dari Rara. "Dengerkan kamu? udah sana. Kenzo sudah punya istri jadi kamu mendingan cari cowok lain aja"


Sisil menatap Lia dengan tersenyum miring, ia melipatkan kedua tangannya di dada. "Yang seharusnya pergi itu wanita ini, kan dia yang pelakornya karna udah dateng dihubungan aku sama Kenzo lagian aku sama Kenzo belum ada kata putus tuh"


Lama-lama Lia kesal mengurus wanita dihadapannya. "Lagian kamu sendiri yang pergi ninggalin anak saya! jadi salah kamu jika Kenzo mencari wanita lain apalagi menikahinya"


Rara ikut kesal dengan perempuan yang nampak tidak merasa bersalah didepannya, ia sekarang tau jika wanita ini adalah masa lalu Kenzo mungkin Rara akan bertanya nanti dengan Hazel tentang masa lalu Kenzo.


"Tapi kemarin diapartemen Kenzo gak bilang tuh kalo udah punya istri ups keceplosan" ucap Sisil dengan menutup mulutnya tapi setelahnya ia kembali tersenyum miring.


Mendengar ucapan Sisil membuat Rara tak percaya, jadi kemarin Kenzo ke apartemen wanita ini? yang kemarin mengangkat telpon mengatakan Kenzo sedang mandi juga adalah wanita ini?


Lia yang mendengar itu kembali meradang. Jangan sampai Kenzo jatuh lagi ke-tangan wanita ular ini. "Ck! kamu pasti menggoda Kenzo lagi, sampai dia pergi ke apartemen kamu? iyakan!?"

__ADS_1


"Engga tuh, kemarin Kenzo nganterin aku pulang karna kita udah cape menghabiskan waktu berdua melepas rindu" ucap Sisil dengan bagian akhirnya menatap Rara. Yang pastinya ucapan Sisil itu adalah kebohongan.


"Dasar kamu ya!" Lia menatap marah Sisil dengan menunjuk kehadapan wanita itu.


Melihat Lia yang sudah kebakar emosi membuat Rara langsung mencegah Lia agar tidak melakukan sesuatu yang tidak seharusnya pada wanita dihadapannya.


"Sudah nyonya" ucap Rara dengan memegang tangan Lia yang sudah terangkat.


"Panggilan aja kayak majikan sama pembantu, emang bener ya kamu istrinya? aku jadi ragu" sahut Sisil dengan tenang tanpa melihat wajah marah dari Lia.


Lia menurunkan tangannya. "Pergi kamu dari sini! atau mau saya panggilin satpam?" ucap Lia yang membuat Sisil tersenyum miring kembali.


"Suatu saat nanti mungkin momy yang bakal aku usir dari rumah ini, hah sudah banyak aku buang waktu disini kalo begitu aku pulang dulu nanti Sisil bakal kesini lagi kok mommy tenang aja" jawab Sisil. Ia pun pergi melangkah pergi dari mesion dengan gayanya.


Lia masih menatap wanita itu sampai Sisil sudah tidak ada lagi dipenglihatannya. Lia langsung menatap Rara. "Heh kamu kenapa ga lawan perempuan itu!"


"Maaf nyonya" Rara menunduk. Jujur ia tidak tau harus melawan bagaimana perempuan itu.


"Ck! pokoknya kamu jagain anak saya jangan sampai deket-deket sama perempuan itu" titah Lia yang membuat Rara menatap wanita dihadapannya.


"Bukan berarti saya restuin kamu tapi saya lebih gamau jika wanita itu yang jadi menantu rumah ini, bisa gila nanti saya!" Lia pergi meninggalkan Rara yang masih diam di depan pintu.


"Kenapa tuan bohong? kenapa dia ga jujur kalo kemarin ke apartemen wanita itu?" tadi pagi Kenzo menjelaskan jika dia harus mengerjakan pekerjaannya dikantor dan itu tidak bisa ditunda jadi Kenzo terpaksa harus lembur. Tapi Mendengar ucapan yang diucapkan Sisil membuatnya binggung.


Aku harus percaya tuan Kenzo atau wanita itu?


▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah mengikuti cerita ini!


Jangan bosen-bosen membaca ya!❤

__ADS_1


__ADS_2