
"Maaf yah mbak, saya kelamaan ya?" tanya Rara pada Resepsyonis tersebut. Ia meminta maaf karna terlalu lama kembali kesini, untung saja kopernya sudah diamankan oleh wanita berseragam ini.
Resepsyonis itu hanya tersenyum. "Gapapa Non saya tau ko, oh iya ini kuncinya. Kamar Nona berada dilantai 4 nomor 260 semoga nyaman ya Nona," jawab wanita ber-tag Dwi tersebut dengan menyerahkan kunci kepada Rara yang masih mengendong anak perempuan.
Rara segera menerima kunci tersebut dan mengucapkan banyak terimakasih pada wanita tersebut. Setelahnya Ia berjalan menuju sebuah lift dan menaikinya untuk menuju kearah lantai kamarnya.
"Kevin mau langsung mandi apa makan dulu?" tanya Rara pada sang anak yang diam berdiri disampingnya.
Mendengar itu Kevin pun mendongakkan kepalanya menatap Rara yang berdiri disampingnya. "Makan, Kepin lapel," jawabnya dengan memegang perut buncitnya.
Rara terkekeh melihat anaknya yang memegang perutnya sendiri, ia mengelus puncuk kepala Kevin dengan tangan yang tidak memegang apa-apa. "Yaudah nanti kita makan dulu."
"Keyla juga na makan." sahut anak yang berada digendongan Rara. "Tulun." Keyla memaksa untuk turun dari gendongan Mamahnya. Rara pun menurunkan Keyla dengan hati-hati.
Ting!
Pintu lift terbuka dengan segera ketiga orang itu melangkah maju untuk berjalan menuju kamarnya. Kevin dan Keyla kembali berlari-larian ketika sampai dilantai-4 ini.
"Kevin! Keyla! jangan lari-larian nanti jatuh," Rara harus menyiapkan kesabar ekstra untuk menghadapi perkembangan sang anak yang makin kesini semakin tak bisa diam.
Mereka melangkah mencari kamarnya dan sampai pada pintu bertulisan nomor 260. "Yuk masuk," titah Rara pada kedua anaknya.
Ketika masuk Rara disuguhkan kamar yang lumayan luas, ia sengaja memesan kamar disini agar anak-anaknya merasa leluasa untuk bergerak kesana-kesini.
"Papah na Kepin kelja dimana Mah?" tanya Kevin tiba-tiba. Rara yang sedang membereskan pakaian itu langsung menatap kearah anak tersebut.
Kevin memang sering sekali mencari tau bagaimana papahnya, Rara merasa sangat bersalah karna sering membohongi anak tersebut. "Di Jakarta sayang," ucap Rara mencoba tenang.
Mata Kevin berbinar seketika. "Kita juga mau cali papah ya Mah kesini?"
Sang adik yang mendengar itu langsung mendekat kearah kakanya. "Papah? Om Iki mau kesini na mah?" tanya Keyla menatap Rara.
"Papah na Kepin! bukan om Iki!"
"Keyla mau papahna om Iki, ka Kepin!!"
"Om Iki bukan papah na keyla!"
"Tapi Keyla mau Om Iki jadi papah na Keyla!"
Rara mulai dipusingkan dengan ulah kedua anaknya kembali. Keyla dan Kevin sama-sama keras kepala, entah sifat siapa yang menuruninya.
__ADS_1
"Udah-udah jangan bertengkar dong," telak Rara yang langsung membuat keduanya diam seketika.
Keyla mendekat kearah Rara yang masih mengeluarkan pakaian dari kopernya. "Mamah mau-kan alo Om Iki jadi papah na Keyla?" ucap polos Keyla yang membuat Kevin langsung mendekat juga kearah mereka.
"Ndak oleh! Mamah ama Papah cuma atu ndak oleh ada dua!" alhasil keduanya kembali beradu mulut tentang siapa yang akan menjadi papah mereka, Rara hanya menggeleng kepalanya menatap kedua anak ini. Kenapa dirinya tidak ada yang memperebutkan? sungguh malang nasib Rara.
♣
"Ka Kenzo!!" teriak seorang gadis cantik yang sudah berumur cukup dewasa.
Kenzo yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap datar yang memanggilnya tadi.
"Gimana kabar tentang kak Rara? masih gatau juga keberadaannya?" tanya Hazel menatap sang kaka.
Kenzo hanya menggelengkan kepalanya lesu. Ia masih belum bisa menemukan wanita yang dicintainya itu.
"Yah! kakak payah! masa cari orang aja sampe sekarang gak ketemu-temu sih!" keluh Hazel kesal. Kenapa kaka iparnya itu sulit sekali ditemukan? memangnya dia pergi kemana? apa mungkin ke permukiman pelosok? sampai-sampai tidak diketahui keberadaannya.
Kenzo yang mendapatkan hinaan tersebut langsung menatap adiknya tajam. "Heh! kau gadis kecil lebih baik diam saja, aku masih mencari wanita-ku jadi lebih baik kau jangan banyak bicara," setelah mengucapkan itu Kenzo melanjutkan langkahnya yang tadi sempat terhenti.
Hazel hanya menatap kesal kepergian kakanya itu, ia mengeluarkan handponenya dan berjalan menuju ruang tamu untuk duduk disofa sana.
"Ih lucu bangett," gumam Hazel ketika melihat foto tersebut yang menampilkan temannya sedang ber-selfi dengan seorang anak kecil laki-laki. Hazel mencoba mengamati foto tersebut sampai ada sebuah keganjilan yang terlintas dimatanya.
"Loh kok anaknya mirip ka Kenzo?!"
♣
Drttt..drtt
Handponenya Rara bergetar menampilkan panggilan telepon dari seseorang. Melihat nama yang tertera disana Rara pun segera mengangkatnya.
"Hallo Syah, kenapa?" ya, yang menelponnya adalah sahabatnya-Aisyah.
"Gak kenapa-napa sih cuma mastiin aja hehe, oh iya keponakan-keponakan aku mana?"
Rara mengalihkan pandangannya pada ranjang. Setelah makan tadi kedua anaknya itu tertidur sendiri dikasur.
"Lagi tidur siang Syah, ehh besok jam berapa?"
"Siang sekitar jam 1 nanti aku jemput kamu jam setengah 1 an ya Ra, kamu harus udah siap oke? Keyla sama Kevin ikut-kan?"
__ADS_1
Rara mengangguk. "Ikut ko, mereka mana mau ditinggal."
"Yaudah kalo gitu aku lanjut kerja dulu ya."
Setelah itu sambungan telpon pun terputus. Rara menyimpan ponselnya dimeja dan berjalan menuju kamar mandi, ia akan membersihkan badannya terlebih dahulu.
Tapi sebelum ia melangkah ponselnya kembali bergetar pertanda ada yang menelponnya kembali. Ia mengangkat telpon-nya dan menempelkan pada telinganya.
"Iyah kenapa lagi Syah?" ucap Rara tanpa melihat nama yang tertera dilayar telponnya.
"Syah? ini aku Riki Ra."
Mendengar suara berat laki-laki membuat Rara menjauhkan telponnya dan menatap panggilan dilayar ponselnya. Ya, disana tertera nama cowok tersebut.
"Eh maaf kirain Aisyah soalnya dia juga tadi nelpon," jawab Rara dengan melangkahkan kakinya menuju jendela besar yang terdapat di kamar hotel ini.
"Iya gapapa, eh udah sampe? gimana anak-anak?" to the point Riki.
Rara tersenyum mendengar perhatian yang Riki berikan pada anak-anaknya. "Alhamdulillah udah sampe ko Mas, Anak-anak juga lagi pada tidur."
"Kecapean kali ya."
"Iyah, em maaf mas aku mau mandi dulu telponnya dilanjut nanti aja ya?" sahut Rara. Ia merasa badannya sudah lengket karna perjalanan jauh tadi.
"Eh yaudah mandi dulu aja, nanti aku telpon lagi."
"Iya, aku tutup ya mas."
Bip.
Setelah itu sambungan pun terputus sepihak, Rara segera menaruh ponselnya kembali dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk menghangatkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi Rara pun segera keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemarinya, ia akan mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana panjang.
Mungkin hari ini mereka akan seharian berada dihotel ini karna Rara tak ingin jika ada anak buah Kenzo yang melihat keberadaannya dan mungkin ia akan keluar dari hotel ini besok ketika akan menghadiri undangan untuknya.
▫▫▫▫▫▫
Trimksih sudah mmbca❤
Tolong suportnya ya!
__ADS_1