My Devil Possessive

My Devil Possessive
Flasback


__ADS_3

Rara membulat matanya ketika baru menyadari apa yang tadi ia ucapkan. "Eh itu kamu mirip banget sama papah kamu iya mirip," kekeh Rara yang membuat Kevin hanya menganggukkan kepalanya.


"Papah na Kepin apan pulang na mah? papah na Iyo ama Lena pulang tiap hali tapi kenapa papah Kepin ndak pulang-pulang?" walau bicaranya masih kurang benar tapi Rara masih bisa mengerti apa yang diucapkan anaknya.


Rara tersenyum menatap anak yang ia lahirkan 4 tahun lalu ini. "Papah Kevin masih sibuk kerja sayang kan mau beliin banyak mainan buat Kevin jadi papah harus kerja biar banyak uang untuk beliin mainannya," bohong Rara dengan menahan airmatanya.


Kevin mendekat dan memeluk sang ibunda. "Kepin ndak butuh mainan mah Kepin cuma butuh na papah pulang."


Mendengar anaknya berbicara seperti itu membuat hati Rara sakit tapi ia mencoba agar tidak menangis didepan sang anak.


"Iyah nanti papah pasti pulang ko, udah ya Kevin jangan sedih lagi," Rara mengelus puncuk kepala sang anak untuk menenangkan Kevin agar tidak bersedih.


Kevin pun menjauhkan tubuhnya dari Rara dan menatap kedua temanya, Rio dan Rena.


"Lena mau ulang dulu na Kepin Lena antuk," sahut Rena dengan wajah yang sudah mengantuk.


Rio yang melihat temanya Rena akan pulang pun ikut bersuara. "Iyo juga mau ikut ulang ah."


Kedua anak itu pun menyalami Rara dan berjalan menjauh dari keberadaan wanita itu dan Kevin. Rio dan Rena adalah teman dari kedua anaknya sekaligus tetangga Rara. Rumah kedua anak itu berada disamping kiri dan kanan jadi mereka memang sering bermain di rumah Kevin.


Kevin yang melihat temannya sudah pergi pun menatap sang ibunda yang masih diam dibelakangnya. "Kela mana mah?"


"Keyla sayang," jawab Rara membenarkan ucapan sang anak.


Kepin mengangguk. "Iya keyla."


"Ada didalam, kamu ko ninggalin adiknya sendirian sih diruang tamu, malah keasikan ber-tiga disini," ucap Rara dengan membelai wajah sang anak yang sangat mirip dengan pria tersebut.


"Keyla na asyik sendili jadi Kepin, Lena ama Iyo kelual. Kalo itu Kepin masuk dulu na mah," setelah mengucapkan itu Kevin melangkah pergi masuk kedalam rumah yang cukup minimalis tapi sangat nyaman ditinggali oleh Rara dan kedua buah hatinya.


Rara berdiri dan menatap kearah depannya. Sudah 4 tahun dirinya meninggalkan semua urusan di Jakarta, sekarang ia hidup bahagia di kota istimewa ini yaitu Yogyakarta.


Rara menghela nafasnya pelan dan berbalik masuk kedalam rumahnya ketika mendengar suara ribut dari arah dalam.


"Huwaaa mamah Kepin na ahat!!" teriak anak perempuan berambut hitam panjang.


Mendengar suara tangisan yang semakin kencang, Rara pun segera menghampiri asal suara tersebut.


"Aduh Kevin kamu apa-in lagi adik kamu," ucap lembut Rara, ia pusing dengan tingkah laku anak kembarnya ini.


Kevin hanya menggelengkan kepalanya polos menatap ibunya. "Kepin ndak apa-apain Keyla, tadi Kepin cuma mau belsihin wajah Keyla tapi malah angis kela na."


Rara menatap wajah anak keduanya yang kembali dipenuhi coklat. "Ko malah mainin coklat lagi sih sayang," padahal Rara sudah menjauhkan semangkok eskrim itu tapi anak ini malah mengambilnya kembali.


Dengan segera Rara mensejajarkan tubuhnya dengan anak itu dan mengelap wajah Keyla. Ia lalu memberikan semangkok eskrim itu pada Kevin. "Tolong buangin ya Vin," sahut Rara menyuruh Kevin.


Kevin pun langsung menerima mangkok plastik tersebut dan membuangnya di tempat sampah yang berada tak jauh dari keberadaan mereka.


Kevin radja xander adalah anak pertama yang ia lahirkan disusul 5 menit kemudian Keyla ratu xander anak keduanya. ya, Rara melahirkan anak kembar, 4 tahun yang lalu dikota ini.


"Bibii," panggil Rara kepada asisten rumah tangganya yang sudah bekerja selama 3 tahun disini, dulu Rara tidak mempekerjakan pembantu ataupun babysister karna ia ingin merawat kedua anaknya sendiri tapi berhubung Rara juga memiliki kerjaan dan kedua anak yang sedikit membuatnya pusing akhirnya Rara memperkerjakan wanita berumur untuk membantunya mengurusi rumah dan anaknya jika ia bekerja.


"Iya neng," jawab wanita berumur 43 tahun dengan sopan. Awalnya wanita yang sering dipanggil Bi Lina itu memanggil Rara dengan sebutan nyonya tapi Rara merasa kurang enak jika dipanggil seperti itu akhirnya ia memutuskan untuk dipanggil neng saja.


"Tolong tidurin anak-anak ya bi, aku ada urusan sebentar."

__ADS_1


Lina mengangguk. Rara pun menatap kedua anaknya yang sekarang duduk dihadapannya.


"Keyla sama Kevin tidur siang dulu ya sayang," sahut Rara mencium kening kedua anaknya dengan lembut.


Kedua anak itu pun mengangguk dan berjalan mengikuti Lina yang menggandeng tangan kecil mereka. Rara tersenyum melihat itu, ia ingin sekali selalu berada disamping sang anak tapi kerjaannya-pun tidak bisa ia tinggali begitu saja.


Kedua anaknya sudah mulai tumbuh besar, ia sangat bahagia karna sekarang Rara tidak hidup menyendiri lagi ada Kevin dan Keyla yang menjadi prioritas sekaligus semangat di-hidupnya.


Rara bangkit dan duduk disofa ruang tamu, ia mengambil laptop yang berada di-meja dan meletakannya pada kedua kaki yang ia lipatkan. Sekarang Rara tumbuh menjadi seorang wanita cantik dan kuat, ia mencoba melupakan masa lalunya dengan laki-laki tersebut tapi sayangnya pikiran dan hatinya masih tertuju pada Kenzo apalagi wajah dari kedua anaknya yang sangat mirip pria itu padahal Rara yang mengandung dan melahirkannya tapi kenapa kedua anaknya malah mengikuti wajah sang suami? hanya rambut dan sifat cengengnya yang ia turunkan pada keyla sedangkan lainnya mengikuti Kenzo.


Soal hutang ayahnya pada Kenzo sudah ia transfer 3 tahun yang lalu lewat rekening sahabatnya-Aisyah, ia menyuruh sahabatnya men-tansfer uang tersebut pada Kenzo, jika Rara yang men-transfer uang tersebut ia takut nanti pria itu malah mengetahui keberadaannya. Walau Kenzo mengatakan jika ia tidak perlu membayarnya, hutang tetaplah hutang jadi Rara tetap membayar hutang ayahnya yang cukup fantastis itu. Rara juga menyuruh untuk para pekerjanya tutup mulut dengan keberadaan dirinya atau informasi tentang dirinya.


"Hah!" Rara menghela nafasnya kasar, ia jadi memikirkan Kenzo kembali. Kira-kira apa kabar pria itu? apa dia sudah bahagia hidup bersama Sisil? apa mereka juga sudah memiliki anak? entahlah Rara jarang sekali menonton televisi atau mencari berita tentang Kenzo karna ia cukup sibuk dengan butik.


Butik miliknya sekarang semakin maju, berkat kegigihan dan kerja keras Rara butiknya sekarang sudah mempunyai ratusan cabang diluar negri. AuraButiq sempat menjadi trending topik dikalangan pecinta fashion dan anak-anak milenial jaman sekarang tak ketinggalan juga para kalangan sosialita pun banyak yang memakai desain bajunya. Rara masih menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik butik, ia masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap-kan semuanya.


Rara sekarang mengurusi cabang butik yang berada dikota Yogyakarta ini, sedangkan cabang pusat yang berada di Jakarta diurus oleh Aisyah, walaupun sudah ada yang ngurus Rara tetap memantau butiknya itu dari jauh.


Rara kembali mengingat peristiwa 4 tahun lalu yang hampir merenggut nyawanya.


Flsbck On


Mobil yang ia tumpangi terjatuh kedalam jurang dengan posisi terguling.


"Ah! perutku," keluh Rara merasakan area perutnya sakit ditambah kepalanya yang berdarah karna terbentur sisi mobil.


Saat Rara akan memejamkan matanya karna tak kuat tiba-tiba saja ada seseorang yang menariknya keluar dari mobil tersebut dan menggendong Rara menjauh dari sana. Saat itu kondisi tubuh Rara benar-benar lemah, matanya tidak bisa melihat jelas siapa orang yang menggendongnya hingga Rara pun pingsan digendongan orang tersebut.


✴✴


"Apa aku udah disurga?" gumam Rara melihat taman yang begitu luas dihadapannya.


"Maura?"


Merasakan ada yang memanggilnya Rara pun berbalik mencari asal suara tersebut.


Mata Rara menangkap sesosok orang yang sangat familiar dipikirannya. "Ibu?"


Wanita yang berdiri tak jauh dari Rara pun tersenyum dan mengangguk. "Iya sayang ini ibu."


Mendengar suara lembut tersebut membuat airmata Rara tak terbendung lagi, ia mengeluarkan airmatanya dan berlari untuk memeluk sang ibunda.


"Rara kangen sama ibu hiks," ucap Rara dengan memeluk wanita cantik yang mempunyai wajah hampir mirip dengan Rara.


"Ibu juga kangen sama kamu sayang, maafin ibu ya," jawab wanita tersebut dengan mengelus puncuk sang anak.


Rara melepaskan pelukannya dan menatap sang bunda. "Maaf?"


Wanita itu tersenyum dengan menghapus airmata anaknya ini. "Maafin ibu, karna kesalahan ibu dimasa lalu membuat kamu jadi hidup seperti ini." sang ibu menatap Rara dengan tulus. "Sekarang waktunya kamu hidup bahagia sayang, tolong jaga cucu-cucu ibu disana ya." lanjutnya dengan tersenyum.


Rara menggelengkan kepalanya. "Aku mau disini aja sama ibu, aku gamau pisah lagi sama ibu hiks."


"Gak bisa sayang, kehidupan kamu itu masih panjang jadi kamu harus bangun ya kasian cucu ibu nanti," jawab sang bunda mencoba untuk Rara mengerti.


"Tapi aku mau sama ibu aja hiks," Rara kembali memeluk sang bunda, ia tidak ingin berpisah dengan ibu yang sudah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkannya kedunia.

__ADS_1


Tak lama pelukan Rara-pun terlepas karna tubuh sang bunda yang mulai menjauh. "Ibuu!!! ibu!!" teriak Rara mencoba menggapai tubuh sang ibu.


Ibunya tersenyum manis menatap Rara yang masih diam berdiri disana. "Ibu sayang sama kamu nak, berbahagialah."


"Ibuuu! Ibu!!!" Tiba-tiba saja ada cahaya putih yang hinggap ditubuhnya dengan seketika Rara membuka matanya dan terbangun.


Flsbck Off


Rara mengingat ucapan sang ibu yang membuatnya kembali bersemangat dalam menjalani hidupnya karna ada dua anak yang harus ia bahagiakan. Saat itu Rara terbangun disebuah rumah sakit di-pinggiran kota ketika ia menanyakan siapa yang membawanya kesini para dokter ataupun staf lainnya tidak ada yang tau karna mereka menemukan Rara sudah pingsan disebuah brankar dilorong rumah sakit.


Rara mencoba mengingat wajah dari orang yang menolongnya tapi naasnya Rara tidak mengingatnya sama sekali alhasil Rara hanya berterimakasih dengan memanjatkan doa untuk orang yang menolongnya saat itu.


Berminggu-minggu Rara dirawat dirumah sakit setelah keluar dari rumah sakit Rara memilih meninggalkan kota ini, kota dimana hanya meninggalkan kenangan pahit dihatinya. Ia mencoba menghilangkan jejak agar Kenzo tidak bisa menemukannya atau mengira ia sudah mati agar pria tersebut tidak mencarinya.


Rara melakukan itu karna ingin Kenzo bahagia dengan Sisil-wanita masa lalunya itu, ia tau Kenzo mana mungkin menyukainya atau benar-benar cinta padanya jadi Rara memilih mundur dan menyembunyikan keberadaannya. Rara menyimpulkan kalo Kenzo tidak mencintainya karna ia sudah mengetahui obat yang waktu itu ditemukannya. Kenzo menyuruh BiSur untuk memasukan obat pencegah kehamilan dimakanannya karna Kenzo tidak ingin punya anak darinya bukan? jadi untuk apa Rara memberi tahu jika ia hamil? toh Kenzo pun tak menginginkan kehamilannya jadi Rara memilih menghidupi kedua anaknya sendirian.


Drt..Drtt


Lamunan Rara terbuyarkan ketika mendengar getaran dari handpone dimejanya.


Rara mengambil ponsel tersebut dan melihat siapa yang menelponnya. Ketika melihat nama yang tertera disana Rara pun segera mengangkatnya.


"Hallo Syah, kenapa?" ya, yang menelpon Rara adalah sahabatnya-Aisyah.


"Kamu diundang Ra buat jadi tamu kehormatan di-pembukaan hotel milik langganan disini, katanya pemilik hotelnya pengin kamu datang. Dia penasaran banget kayaknya sama kamu," ucap seseorang dari ujung telpon sana.


Rara menaruh laptopnya dimeja dan fokus dengan ponsel yang ia tempelkan pada telinganya. "Di Jakarta?"


"Iyah."


"kalo aku kesana anak-anak gimana Syah, kan kamu tau sendiri pasti mereka gak mau ditinggal," sahut Rara.


"Bawa aja Ra kesini, aku juga pengin banget liat langsung wajah ponakan-ponakan akuu pasti pada ucul deh," memang Aisyah belum pernah liat langsung kedua anaknya karna jarak yang memisahkan mereka jadi hanya vidiocall yang mengobati penasaran Aisyah dengan wajah kevin dan Keyla.


"Kalo aku ketemu sama dia lagi gimana Syah!? aku gamau dia tau tentang semua ini, aku gamau pisah dari anak-anak aku."


Rara mengkhawatirkan jika Kenzo tau dia memiliki anak dari Rara apa mungkin pria itu akan mengambilnya? bagaimana pun Kevin dan Keyla adalah pewaris keluarga mereka, takutnya Kenzo memisahkan Rara dan juga kedua anak yang ia lahirkan dan ia besarkan sendirian.


"Jakarta luas loh Ra, lagian kamu juga gak akan lama disininya kan? itung-itung liburan lah buat anak kamu," Aisyah meyakinkan Rara agar datang ke-peresmian hotel tersebut.


"Kamu aja yang dateng ya Syah bilang aja aku gabisa," Rara masih tidak punya nyali untuk kembali kekota tersebut.


"Dia ngundangnya kamu loh, kalo aku yang dateng entar dia kecewa dikiranya kamu gak mau hadir lagi dipembukaan hotelnya itu apalagi kamu dijadiin tamu kehormatan loh Ra."


Rara bimbang sekarang. "Kapan emangnya pembukaannya?"


"4Hari lagi"


"Yaudah besok sore aku berangkat kesana"


Bip.


Telpon Rara terputus, ia memutuskan akan pergi kekota karna tidak ingin mengecewakan pelanggannya jadi Rara akan menghadiri pembukaan hotel tersebut.


"Semoga aja gak ketemu"

__ADS_1


▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah mmbaca❤


__ADS_2