My Devil Possessive

My Devil Possessive
Dia?


__ADS_3

"Kita mau cali papah ya Mah?" tanya Kevin ketika mereka sudah siap untuk keluar dari hotel ini.


Ya, hari ini adalah hari dimana peresmian itu akan dibuka, Rara sudah siap dengan gaun dan tas selempangnya kedua anaknya pun sudah siap dengan pakaian yang ia buat serasi dengan pakaiannya. Kevin memakai jas kecil berwarna merah tua dengan celana berwarna sama dengan jasnya, sama dengan Rara dan Keyla yang memakai gaun berwarna merah tua dengan pita ditengahnya terkesan sederhana namun terlihat mewah.


"Mau ketempat temen Mamah sayang," ucap Rara dengan memainkan ponselnya untuk memastikan apa Aisyah sudah datang apa belum.


Mendengar itu membuat wajah Kevin cemberut, padahal anak itu ingin menemui sang ayah yang entah bagaimana bentuknya.


"Papah na Kepin gak ada disini huhh," ejek Keyla yang membuat Kevin menatap dingin adiknya.


"Papah Kepin Papah Keyla juga," ucap Rara. Kenapa kedua anaknya ini jadi membedakan papahnya? yang satu memihak pada Riki-temannya, yang satu lagi pada papah kandungnya-Kenzo.


"Udah sampe ya Syah? sebentar lagi aku turun," ucap Rara memutuskan sambungan telponnya. Tadi tiba-tiba saja ada telpon yang masuk dan memberitahunya jika sahabatnya itu sudah berada dilobi hotel.


"Yuk kita jalan," sahut Rara menyuruh kedua anak ini untuk berjalan duluan didepannya.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju lift dan turun kelantai bawah, Tak lama pintu lift pun terbuka dengan cepat Rara mengenggam tangan kecil Kevin dan Keyla agar anak itu tidak hilang lagi.


Mereka berjalan mendekat kearah mobil dihadapannya dan masuk ketika melihat Aisyah didalamnya. Kevin dan Keyla Rara masukkan kedalam kursi belakang sedangkan dirinya masuk kekursi samping Aisyah.


"Huh," hela nafas Rara ketika sudah duduk dikursinya. Ia menatap Aisyah yang nampak cantik dengan gaun berwarna hijau, perempuan itu pun akan ikut bersama Rara karna ia selaku sekertaris pemilik AuraButiq.


"Yah ko pada ga-bilang kalo pake seragaman bajunya kan kalo gitu tante Aisyah pake gaun yang sama warnanya," sahut Aisyah ketika melihat pakaian yang dipakai ketiga orang yang baru masuk kedalam mobilnya.


"Ante Isyah ndak nanya sih," jawab Keyla dengan menatap kearah gedung-gedung dijendela sampingnya. Keyla memang tipikal anak yang cepat akrab dengan seseorang walaupun awalnya dingin juga kepada orang yang tidak dikenalinya, lain dengan Kevin yang cukup pendiam jika sudah bertemu orang baru.


"Jadi yang salah disini siapa?" tanya Aisyah menatap belakangnya lewat spion mobil dihadapanya.


"Ante Isyah!" kompak keduanya dengan Keyla yang menjulurkan lidahnya pertanda mengejek.


Aisyah menekkukan wajanya kesal, namanya juga masih anak kecil jadi Aisyah cukup sabar saja. Rara yang melihat itu hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


"Inget ya jangan lari-larian kalo sampe disana," sahut Rara dengan menatap kedua anaknya dibelakang. Ia hanya takut kedua anak itu hilang lagi seperti kemarin.


"He'em," gumam keduanya dengan pandangan yang sibuk menatap kearah sampingnya.


"Mau alan-alan Mahhh," Keyla menatap sang Mamah dengan pandangan memohonnya, anak itu senang sekali jika diajak pergi jalan-jalan kemana saja. Sempat waktu itu saat Rara pulang dari Butiq tiba-tiba saja kedua anaknya hilang entah kemana ketika ia menelpon temannya-Riki ternyata pria itu yang mengajak keluar kedua anak itu karna Keyla merengek minta jalan-jalan.


"Apa katanya Ra?" tanya Aisyah tak mengerti apa yang diucapkan anak dibelakangnya.


Rara mengalihkan pandangannya kearah wanita disampingnya. "Jalan-jalan Syah." Rara kembali menatap anak dibelakangnya. "Nanti habis dari sana kita jalan-jalan ya, Keyla mau kemana? eh mau ketemu kakek sama nenek gak?" tanya Rara kembali.


"Ibu sama Bapak aku lagi gak ada dirumah Ra paling besok pagi pulangnya," timpal Aisyah dengan fokus menatap jalan didepannya.


"Bukan orang tua kamu Syah tapi Papah sama Mamah aku," ucap Rara yang langsung membuat sahabat disamping membulatkan bibirnya.


"Keyla punya nenek ama kakek Mah?" mata Keyla berbinar. "Mauuu!!" lanjutnya.


Dengan cepat Rara tersenyum dan mengangguk. "Yaudah nanti kita pulangnya mampir kerumah nenek sama kakek ya," Rara kembali menatap kearah depannya.


"Kamu yakin emangnya mereka masih tinggal dirumah yang lama?" sahut tiba-tiba Aisyah ragu. Sudah beberapa tahun dirinya pun tidak melihat keluar Rara disekitar sana.


Rara menaikkan kedua bahunya pertanda tak tahu. "Kita liat aja Syah nanti sekalian jalan pulang."

__ADS_1


Mobil Aisyah pun tiba di sebuah gedung bertingkat yang telihat besar dan megah. Nampak mobil-mobil mewah terparkir didepan gedung tersebut.


"Rame yah kayaknya Syah," gumam Rara pada Aisyah ketika melihat banyak sekali mobil berjejer dimana-mana.


Aisyah mengangguk. "Namanya juga orang penting pasti tamunya banyak," jawab Aisyah dengan mencari parkiran yang cocok untuk mobilnya. Setelah menemukan parkiran Aisyah pun memarkirkan mobilnya.


Ketika mobil itu sudah berhenti, mereka pun turun dari mobil dan berjalan untuk masuk kedalam gedung tinggi yang penjulang keatas.


"Kevin sama Keyla mau di-gendong aja gak?" tawar Rara takut kedua anaknya ini tak bisa diam ketika masuk kedalam sana.


Kedua anak itu menjawabnya dengan gelengan dikepala, akhirnya Rara hanya menggandeng tangan kecil Kevin sedangkan Keyla berada pada tangan Aisyah.


"Udah dimulai belum sih?" tanya Rara pada wanita disampingnya. Mereka sudah masuk kedalam hotel ini dan melihat banyak kursi dan meja yang sudah diduduki beberapa orang. Terlihat ramai tapi cukup terkendali.


Aisyah mengedarkan matanya kesegala arah. "Belum deh, panggungnya aja masih kosong tuh," tunjuk Aisyah pada panggung yang berada jauh dari mereka.


Dengan segera mereka berjalan mencari tempat duduk, setelah mendapatkannya mereka ber-empat pun duduk disana.


"Tes tes 1 2 3."


Rara menatap kearah panggung dihadapanya. Mungkin acaranya akan segera dimulai. Ia menatap kedua anaknya yang mulai sibuk dengan makanan yang baru saja diantarkan oleh pelayan disini.


Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu diperutnya. "Syah," panggil Rara menatap sahabatnya yang duduk disampingnya.


Aisyah yang tadi fokus pada panggung langsung menatap Rara penuh tanya. "Hm?"


"Aku mau ketoilet sebentar yah Syah, kebelett." sahut Rara dengan berbisik. "Tolong jagain anak-anak." lanjutnya.


Dengan cepat Aisyah mengangguk. "Oke bu boss."



Kevin yang baru saja menyadari Rara tak ada disampingnya pun turun dari kursi dan berdiri didepan kursinya.


"Ka Kepin mau kemana?" tanya Keyla ketika melihat kakanya itu menatap sekeliling tempat ini.


"Mau cali Mamah," Kevin berlari menjauhi Keyla yang masih diam ditempatnya.


Keyla yang melihat sang kaka berjalan menjauhi-nya langsung turun dari kursi dan mengejar Kevin. Tapi sayangnya kakanya itu sudah tidak terlihat dimatanya alhasil Keyla memilih mencari mamahnya sendiri dengan memutari tempat ini.



"Tuan acara sudah hampir dimulai," sahut Hans kepada Kenzo yang masih berjalan santai dengan berkeliling hotel baru ini.


Kenzo nampak cuek dengan apa yang diucapkan sekertarisnya itu. "Biarkan, aku ingin melihat-lihat sebagus apa hotel ini," jawab Kenzo dingin.


Hans berjalan dibelakang tuannya yang nampak santai-santai saja, ada beberapa bodyguard juga yang mengikuti Kenzo dibelakang.


Ya, Kenzo memutuskan untuk datang ketempat ini. Sebenarnya ia malas kesini tapi ia memikirkan kembali mungkin sedikit jalan-jalan disini bisa menormalkan pikirannya.


Hotel disini nampak begitu luas dengan aula yang cukup besar dan beberapa taman disampingnya. Kenzo men-taksir biaya membangun hotel ini mungkin sampai triliunan.


Bruk!

__ADS_1


Tiba-tiba saja kakinya seperti menabrak sesuatu yang membuatnya langsung berhenti. Kenzo menunduk melihat ada anak kecil yang terjatuh dihadapannya.


"Au," gaduh anak kecil tersebut ketika ia terduduk dilantai.


Bodyguard yang berada dibelakang Kenzo maju tapi bosnya itu meyuruh agar para bawahannya tetap ditempat. Kenzo dengan segera mensejajarkan badannya dengan anak itu dan membantunya berdiri.


"Huwaaaa," tangis anak tersebut takut dimarahi pria tegap didepannya.


Kenzo yang mendengar tangisan itu langsung gelagapan, ia tak biasa menenangkan anak kecil. "Sudah-sudah diam, kau ini anak laki-laki tidak boleh cengeng seperti itu." Kenzo mencoba membantu anak kecil tersebut untuk bangkit. "Kau tidak apa-apa kan? ada yang terluka?" lanjutnya.


Saat anak itu mengangkat wajahnya tiba-tiba saja Kenzo menangkap mata anak tersebut mirip sekali dengan seseorang yang di rindukanya.


"Akitt," jawab anak laki-laki tersebut dengan menyentuh bagian belakangnya.


Kenzo yang tak tega akhirnya menggendong anak tersebut ditangannya. "Dimana orangtua mu? bagaimana bisa mereka meninggalkan anak kecil sepertimu berkeliaran disini," tanya Kenzo. dia bersumpah akan memarahi orang tua dari anak ini, jika yang menemukan anak ini seorang penculik bagaimana coba? untung yang ditabrak adalah dirinya.


Hans dan para bodyguard lainnya menatap Kenzo dan anak kecil itu secara bergantian. Mereka menyadari jika keduanya hampir mirip, bukan hampir tapi bisa dikatakan mirip sekali jika disandingkan berdua seperti itu.



Aisyah yang tadi sibuk melihat pria-pria tampan dihadapannya langsung terkejut ketika melihat kedua anak yang duduk dihadapannya menghilang.


"Loh, Keyla! Kevin!! kalian dimana?" panggil Aisyah dengan bangkit dan memeriksa kursi dan bawah meja namun kedua anak itu tidak ada disana.


Rara yang baru selesai membuang air itu langsung mendekat kearah Aisyah yang nampak khawatir.


"Kenapa Syah?" tanya Rara dengan melihat Aisyah yang sibuk melihat kesana-kemari.


"Ilangg anak kamu hilang Ra," panik Aisyah yang membuat Rara membulatkan matanya.


"Ilang? duh ko ilang lagi sihh, gimana dong Syah?" ucap Rara ikut panik.


"Kita cari sekarang, menyebar-menyebar!" dramatis Aisyah yang langsung ditatap tawa Rara tapi ini bukan saatnya tertawa jadi ia langsung berlari mencari kedua anaknya itu.


"Keyla! Kevin! dimana kalian sayang?" teriak Rara dengan berkekeliling mencari anaknya. Ia juga menanyakan kepada setiap orang yang melintas dihadapannya tapi sayangnya orang yang ia tanyai tidak tahu dimana kedua anaknya.


"Duh kalian dimana sih," gumam Rara dengan menatap sekelilingnya. Tiba-tiba saja Aisyah menghampiri Rara dengan wajah yang masih panik.


"Gimana Ra? ketemu?"


Mendengar itu Rara langsung menggelengkan kepalanya. "Belum Syah, gimana ini" jika terjadi sesuatu Rara tak akan memaafkan dirinya.


Mereka sampai dibagian samping hotel, Aisyah menepuk bahu Rara ketika melihat seseorang berdiri tak jauh dari mereka.


"Ra, itu yang digendong Kevin bukan sih?" ucap Aisyah dengan menunjuk arah depannya.


Rara langsung menatap arah yang ditunjuk sahabatnya ini. Mata Rara berbinar tapi setelahnya ia membulatkan matanya ketika melihat wajah orang yang menggendong Kevin-anaknya.


Yatuhan, siapapun tolongg tenggelamkan aku saja dari sini.


▫▫▫▫▫


Kira-kira siapa yah yang gendong Kevin?

__ADS_1


Trimksih sudah mmbaca❤


Suport terus yaaaa, salam manis buat yang masih setia baca cerita ini😚


__ADS_2