My Devil Possessive

My Devil Possessive
Sisil


__ADS_3

Rara kembali masuk kedalam mesion, matahari sudah berada diatas tandanya hari sudah mulai siang. Ia akan kembali ke dapur untuk membantu para maid mempersiapkan makan siang.


"Bibi masak apa hari ini?" tanya Rara ketika sampai didapur.


Maid itu tersentak kaget ketika mendengar suara Rara dibelakangnya. Maklum mereka semua sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing jadi tidak ada yang mengetahui jika nona mudanya ini ada didapur.


"Eh non ini bibi masak makanan seperti biasa"


Rara ber-oh dan mengangguk. Ia meneliti masakan yang sudah siap diantar ke meja makan dengan segera ia mengambil nampan tersebut dan memegangnya dengan kedua tangan. "Ini buat dimeja makan kan bi?"


Bibi itu mengangguk. "Iyah non"


"Biar aku yang bawa ke meja ya bi" ucap Rara yang membuat bibi itu langsung menggeleng.


"Gausah non biar bibi aja, nona muda duduk saja dimeja makan biar makanan dianter sama yang lain" tolak bibi tersebut. Ia tidak mau membuat nonanya ini kelelahan jika harus membawa makanan yang cukup berat.


"Gapapa bi, aku ke sana dulu ya" Maura berjalan keluar dengan nampan yang masih dipegangnya untuk ia taruh di meja makan.


Jarak dari dapur dan meja makan tidak terlalu jauh hanya dibatasi dinding kaca saja ditengahnya. Setelah sampai dibeca tersebut Rara pun meletakan beberapa makanan yang sudah ia bawa dari dapur.


Nampak ruang makan ini masih sepi karna memang ini belum tepat waktunya untuk makan siang.


Rara berjalan kembali menuju dapur untuk membawa beberapa makanan lagi namun langsung dicegah oleh para maid disana.


"Biar saya saja yang membawa non" ucap salah satu maid.


Rara terkekeh menatap maid yang nampak khawatir ini, memangnya apa salahnya dia membantu menyiapkan makanan? lagian juga itu bukan sesuatu yang berat jika dikerjakan. "Gapapa bi lagian juga aku gaada kerjaan"


"Tidak usah nona biar kami saja yang menyiapkannya lebih baik nona duduk saja dimeja" sahut sekali lagi maid tersebut.


Rara menghela nafas pasrah, Ia pun mengangguk dan pergi keluar dari dapur. Ia binggung akan melakukan apa sekarang.



Sekarang adalah waktu makan siang tapi Kenzo masih diam didalam ruangannya. Ia masih mengerjakan kertas-kertas dimeja kerjanya.


Suara ribut dari luar menganggu konsentrasinya entah suara apa itu tapi sepertinya suara itu berasal dari luar ruangannya.


Tak lama pintu terbuka dan memunculkan sesosok wanita cantik yang tersenyum kearahnya. Dia berjalan menuju kearah meja kerja Kenzo.

__ADS_1


Kenzo nampak diam menatap wanita tersebut. Hans segera masuk kedalam ruangan bosnya itu.


"Maaf tuan nona Sisil memaksa untuk masuk kedalam ruangan" sahut Hans. Perempuan ini tiba-tiba saja datang dan menyuruh Hans untuk mengizinkannya masuk tapi Hans tidak mengizinkannya karna Kenzo tidak ingin diganggu. Tapi perempuan ini tetap memaksa agar masuk kedalam karna ia ingin bertemu tuan mudanya.


"Lihat sekertaris mu itu, masa aku tidak diizinkan masuk sihh! padahal-kan aku cuma mau ketemu kamu Kenzo" sekilas Sisil menatap tajam Hans dan kembali lagi menatap Kenzo dengan mata sedihnya.


Kenzo menatap wanita yang sekarang sudah ada dihadapannya. Lalu ia berdiri dan menghampiri wanita itu.


"Jika wanita ini ingin masuk biarkan saja Hans" ucap Kenzo menatap Hans.


Hans mengangguk dan menunduk mendengar ucapan bosnya itu, sebenarnya dirinya tidak suka jika tuan mudanya dekat kembali dengan wanita ini apalagi sekarang ia sudah memiliki nona muda yang notabenya istri dari Kenzo.


Sisil melipat kedua tangannya didada dan menyeringai ke arah Hans. Dirinya merasa senang Kenzo masih membelanya.


"Yasudah kau pergi sana, aku ingin berbicara pada Kekasihku" ucap Sisil.


Kenzo menatap Sisil dengan pandangan yang sulit diartikan. "Biarkan saja dia disini, ada apa?" ucap Kenzo.


Sisil menatap Kenzo dengan wajah cemberut, ia ingin berdua dengan Kenzo sekarang tapi sekertaris sialan ini malah diam saja diruangan ini.


"Kau tau kita kan sudah lama tidak bertemu, bagaimana kalo hari ini kita berkencan" ucap Sisil dengan mendekat kearah Kenzo dan menggelayutkan tanganya pada tangan Kenzo.


Mendengar ucapan Kenzo membuat Sisil melepaskan tangannya pada Kenzo dan menatap pria tersebut. "Padahal aku rindu sekali denganmu" ucapnya dengan nada yang sengaja ia sedih-sedihkan.


Lain degan Hans yang masih diam menatap gerak-gerik kedua orang dihadapannya.


"Ck lain kali saja aku sedang sibuk"


Sisil memasang wajah cemberutnya. "Biasanya kamu selalu ngeluangin waktu buat aku sekalipun kamu sibuk" ya dulu Kenzo selalu meng-iyakan ajakan wanita ini jika Sisil mengajaknya jalan atau pergi walau sekalipun Kenzo sibuk tapi dia masih memprioritaskan Sisil tapi itu dulu.


"Apa karna kamu udah punya istri jadi kamu giniin aku? inget yah Zo kita itu belum putus jadi kita masih ada hubungan!"


Mendengar ucapan Sisil membuat Kenzo menatap wanita itu tajam. Bagaimana dia bisa tau jika Kenzo sudah memiliki istri?


"Kau?!"


Sisil mengangguk. "Iya aku udah tau, kamu kenapa malah nikah sama perempuan itu sih Zo dilihatnya aja kalah jauh sama aku, cewe kayak gitu pantesnya dijadiin pembantu daripada istri" ucap Sisil.


Kenzo sudah mengepalkan tangannya mendengar ucapan wanita dihadapannya. Hans yang melihat itu dengan cepat menarik Sisil untuk pergi dari ruangan ini.

__ADS_1


"Nona maaf tuan sedang sibuk, lebih baik nona pergi saja dari sini" Hans sudah siap untuk menarik paksa wanita itu namun Kenzo bersuara kembali membuat Hans diam.


"Hans! biarkan saja dia disini kau lebih baik kembali bekerja sana" sahut Kenzo yang membuat Sisil kembali tersenyum kemenangan.


"Tapi tuan-"


"Sudah sana" titah Kenzo menyuruh Hans keluar dari ruangannya. Hans sebenarnya tidak rela meninggalkan kedua orang ini berada didalam satu ruangan tapi ia pasrah, dengan segera Hans melangkah keluar dari ruangan ini tapi ia sengaja tidak menutup pintu ruangan Kenzo rapat agar ia bisa mengawasi mereka dari luar ruangan ini.


Sisil kembali tersenyum melihat Hans yang sudah keluar dari ruangan ini, artinya hanya mereka berdua disini.


"Aku tau kamu masih suka sama aku kan Zo? lebih baik kamu ceraiin aja istri kamu itu karna sekarang aku udah siap buat jadi istri kamu"


Kenzo terkekeh dan berjalan duduk kearah sofa diikuti Sisil dibelakangnya. Mereka duduk disofa tersebut saling berhadapan.


"Baru sekarang kau siap? dulu saat aku mengajak mu menikah kau malah pergi meninggalkanku tanpa alasan yang jelas" Kenzo menatap tajam Sisil.


Sisil gelagapan sekarang. Ia pikir Kenzo tidak akan membahas masalalu mereka. "Aku-"


"Apa? kau tidak bisa menjawab kan?"


Sisil bangkit dari sofa, ia mengganti duduknya sekarang ia berada disamping Kenzo. "Kenzo aku pergi punya alasan, kamu tau aku dari dulu pengin jadi model terkenal"


"Hm"


"Aku mutusin buat pergi saat itu karna pengin ngejar cita-cita aku diluar negri aku sempet mau bilang tapi kamu malah ngelamar aku pada saat itu, aku bimbang Zo aku takut nanti kalo kita nikah kamu malah ga ngebolehin aku buat gapai cita-cita aku diluar negri"


Kenzo menaiikan sebelah alisnya menatap Sisil. Dia masih enggan bersuara karna ingin mendengar penjelasan wanita ini kembali.


"Jadi aku mutusin pergi saat itu, aku bu..kan maksud mau ninggalin kamu Zo tapi itu demi masa depan aku, sekarang aku udah gapai cita-cita aku dan sekarang waktunya aku buat mikirin masa depan aku sama kamu Zo"


Kenzo tau sedari dulu Sisil ingin menjadi model terkenal tapi ia selalu menentang keinginan Sisil karna ia tidak ingin Sisil terlalu sibuk dengan rutinitasnya sampai melupakannya nanti. Jadi saat itu ia memilih untuk melamar Sisil dan menikahinya agar nanti Sisil berdiam saja dirumahnya menunggu ia pulang tapi kenyataan diluar ekspetasinya. Sehari setelah ia melamar Sisil pergi entah kemana, nomor telpon pun tidak aktiv-aktiv Kenzo menyuruh para bawahannya untuk melacak keberadaan wanita itu tapi hasilnya nihil, Sisil hilang tanpa jejak.


"Baru sekarang kau pulang? aku sudah menikah kau tau itu jadi tidak mungkin aku menikahi mu" tolak Kenzo.


Sisil menunduk dia tau ini kesalahannya meninggalkan Kenzo tapi ia tidak rela Kenzo menikah dengan wanita lain selain dirinya. "Kamu kan bisa ceraiin dia Zo, terus kita nikah dan hidup bahagia berdua bukannya itu keinginan kamu sedari dulu?"


▫▫▫▫▫▫▫


Terimakasih sudah membaca❤

__ADS_1


Suport nya jangan lupa ya😘


__ADS_2