
Kenzo masih diam dengan menatap wajah Rara yang nampak khawatir, sebenarnya ia masih binggung dengan ucapan dari wanitanya. Satu lagi? jadi ia memiliki anak kembar?
"Kau tenang saja," Kenzo menggenggam tangan Rara mencoba untuk menenangkannya. Tapi wajah Rara masih terlihat khawatir, ia takut anaknya kenapa-napa.
"Hans!" tegas Kenzo yang membuat Rara tersentak kaget.
Laki-laki yang berdiri tak jauh dari Kenzo langsung berlari mendekat ke asal suara yang memanggilnya tadi.
"Iya tuan," sahut Hans berdiri disamping tuannya.
Kenzo melirik sekilas sekertarisnya lalu mengalihkan pandangannya kembali pada wanita didepannya. "Kau cari anak perempuan-ku sampai ketemu, jangan sampai ada sedikit-pun luka ditubuhnya," titah Kenzo yang langsung membuat Hans mengangguk.
Ketika Hans akan menjalankan tugasnya ia kembali menatap tuannya dan nona mudanya itu. "Maaf nona, wajah anak perempuannya seperti apa ya?" Hans tidak tau bagaimana rupa sang-anak karna dia sama sekali tidak pernah bertemu atau bertatap muka dengan anak tuannya itu.
"Ck! kau ini bagaimana sih! pasti wajah anakku seperti-ku, sudah cari saja anak kecil yang persis seperti wajahku."
Mendengar itu Hans pun langsung mengangguk dan melangkah mencari anak tuannya, tentunya dengan bantuan para bodyguard. Sedangkan Aisyah sudah pergi duluan dengan Kevin untuk mencari Keyla.
Rara yang mendengar ucapan Kenzo hanya meng-iyakan didalam hati, ya anak itu memang mirip sekali dengan pria dihadapannya, ia kesal kenapa wajah anaknya tidak mirip dengannya walau ada yang menuruni-nya tapi tetap saja wajah sang anak lebih mendominan pada wajah Kenzo. Padahal mereka membuatnya barengan-kan? tapi ini bukan waktunya untuk kesal, ia harus mencari anaknya sampai ketemu.
"Kau ini bagaimana sih, mengapa anak-anak bisa sampai hilang?! kau tidak bisa apa menjaga anakku dengan baik?" ucap Kenzo membuat Rara memplototi pria itu.
Rara melepaskan genggaman Kenzo dari tangannya. "Kok jadi nyalahin aku sih tuan?" kesal Rara.
"Memang iya, bukan? buktinya anakku siapa itu namanya?"
"Keyla!"
"Iya buktinya Keyla bisa hilang? anak-ku tidak mungkin hilang jika kau menjaganya dengan baik," ucap Kenzo tanpa mengetahui jika wanita didepannya sudah mulai emosi.
"Tuan tidak tau saja kelakuan anak tuan itu! sudah aku cari saja anakku sendiri!" kesal Rara dengan berbalik dan melangkah menjauhi dari Kenzo.
Kenzo yang melihat itu langsung berlari menghampiri wanitanya. Kenapa wanita itu kesal? Kenzo menghampiri dan mengenggam tangan Rara.
Rara yang merasakan tangannya digenggam pun langsung melepaskan tangannya tapi bukannya lepas genggaman itu malah semakin erat. "Lepas tuan! aku ingin mencari anakku sendiri," ucap Rara dengan mencoba melepaskan genggamannya.
"Kau ini sensitif sekali, sudah kita cari sama-sama anak itu," jawab Kenzo dengan menarik pelan tangan Rara untuk mengikuti langkahnya.
Rara hanya pasrah, tenaganya masih belum cukup kuat untuk menandingi pria dihadapannya ini.
♣
Rara dan Kenzo memutari hotel ini untuk mencari anak mereka. Banyak pasang mata yang melihat keduanya berjalan bersama apalagi masih dengan tangan yang saling bergenggaman. Tak jarang juga banyak yang mempertanyakan hubungan diantara mereka berdua.
__ADS_1
Banyak juga dari pengunjung hotel yang mengabadikan moment antara Kenzo dan Rara untuk mereka upload disosial media masing-masing, berita ini pasti akan menjadi trending topik didunia maya karna Kenzo tak pernah sama sekali berdekatan apalagi sampai menggandeng tangan perempuan dan kali ini mereka melihat Kenzo sedang bergandengan tangan dengan seorang perempuan yang wajahnya masih samar-samar karna mereka berdiri cukup jauh dari kedua orang itu. Mereka juga meyakini jika perempuan yang digenggam Kenzo bukan dari keluarga Xander.
"Tuan" sahut pelan Rara yang masih berjalan disamping Kenzo.
"Hm." jawab Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya pada jalan didepannya.
Rara merasakan jika mereka menjadi pusat perhatian sekarang. Ia masih mencoba untuk melepaskan genggaman Kenzo dari tangannya. "Tolong lepaskan tangannya, kita jadi pusat perhatian karna ini," bisik Rara menggoyangkan lengan yang digenggam Kenzo.
"Biarkan saja, jangan pedulikan mereka."
Sebenarnya Rara juga merasa tidak nyaman digenggam seperti ini. Memangnya dia anak kecil apa? jika tidak digenggam pun ia tidak mungkin akan hilang.
Akhirnya keduanya pun berhenti ketika melihat Hans dan para bodyguard berjalan kearah mereka. Rara pun tersenyum ketika melihat anak perempuan yang sangat ia kenali digendong oleh Hans.
"Mamah," ucap sang anak dengan melingkarkan tangannya pada leher Hans.
Kenzo terpaku diam menatap anak perempuan itu, di-dalam hatinya ia merasa sangat bahagia karna dapat melihat wajah anaknya yang sama sekali belum pernah ia liat. Dan benar saja wajah anak perempuan itu mirip sekali dengannya saat waktu kecil.
Dengan segera Kenzo mendekat kearah anak tersebut dan mengelus puncuk kepala anaknya. "Kau tidak apa-apa kan? tidak ada yang terluka?" lembut Kenzo membuat anak itu menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
"Ndak-papa," ucap Keyla dengan masih menggelengkan kepalanya.
Rara mendekat kearah Hans. "Mamah gendong yuk?"
"Ndak mau! mau ama Om anteng aja," sahut Keyla menolak digendong oleh Mamahnya. Ia lebih memilih digendong oleh Hans yang disebut 'Om ganteng'
Hans sebenarnya merasakan pegal ditangannya karna ia belum pernah menggendong anak kecil tapi ia mencoba untuk tetap kuat karna bagaimana-pun anak yang digendongnya adalah anak dari bosnya.
"Ehh om Hans nya nanti kecapean kalo gendong Keyla terus, udah yuk sama Mamah aja," Rara masih mencoba agar Keyla mau turun dari gendongan Hans. Ia merasa tak enak terhadap sekertaris itu.
Kenzo yang mendengar Rara yang perhatian pada Hans langsung menggenggam kembali wanitanya. "Sudah biarkan, kita pulang saja sekarang biar Keyla turunnya dimobil saja," sahut Kenzo. Biar Hans saja yang menggendong anak itu sampai masuk mobil, ketika sudah dimobil biar anaknya itu duduk dipangkuan wanitanya.
"Tuan, ga-enak kalo kita pulang gitu aja," ucap Rara. Mereka kan kesini karna mendapatkan undangan tidak enak jika pergi begitu saja tanpa memberi selamat atau bertemu dengan pemilik hotel ini.
"Dengan hormat kami panggilkan Tuan Kenzo AleXander, pemimpin besar perusahaan Xander untuk memberi sambutan diatas panggung ini. Waktu dan tempat kami persilahkan."
Rara yang mendengar ucapan itu langsung menatap Kenzo. "Tuh Tuan dipanggil."
"Ck! sudah kita pulang saja, aku malas jika harus berdiri disana," malas Kenzo. Ia memang tidak terlalu suka jika harus berhadapan dengan orang ramai.
Rara melepaskan genggaman itu dan melipat kedua tangannya didada. "Yasudah kalo begitu aku tidak ingin pulang!" Rara mencoba agar Kenzo mau ke podium itu.
"Kau mengancam-ku heh!?" sahut Kenzo dengan menatap tajam wanitanya. Sudah berani sepertinya Rara padanya.
__ADS_1
Merasa ditatap tajam Rara pun tak kalah menajamkan matanya pada Kenzo. "iya!"
Kenzo pun pasrah. Ia harus menuruti keinginan wanitanya itu agar Rara mau pulang bersamanya. "Yasudah, kau diam disini jangan kemana-mana."
Dengan cepat Rara tersenyum dan mengangguk. "Aku akan duduk disana," ucap Rara dengan menunjuk meja yang tak jauh dari keberadaannya.
Kenzo mengangguk, ia berjalan menuju kepanggung tersebut tapi sebelum itu ia memberi kode agar para bodyguard-nya mengawasi Rara agar perempuan tersebut tak pergi lagi darinya. Kenzo hanya takut Rara pergi lagi karna menurutnya sudah cukup 4 tahun Rara pergi dan sekarang ia tak mau lagi kehilangan wanita tersebut.
Melihat Kenzo sudah pergi menjauhi-nya dengan cepat Rara melangkah untuk duduk dimeja tersebut beserta Keyla yang berada digendongan Hans.
Dari arah kejauhan Aisyah berjalan menuju kearah Rara yang sudah diam terduduk. "Duh ko pada gabilang sih kalo Keyla udah ketemu? aku cariin nih sampe kaki aku pegel," sahut Aisyah dengan mendudukan Kevin dikursi samping Maura.
Rara hanya terkekeh. "Maaf Syah, aku lupa hehe."
Wajah Aisyah mengerut mendengar hal itu. Pandangannya beralih pada Keyla yang digendong oleh sekertaris itu.
"Keyla gak duduk?" tanya Aisyah dengan mencubit gemas pipi tembam sang anak.
Anak perempuan itu menggelengkan kepalanya. "Mau ama Om anteng aja," jawabnya dengan mempererat tangannya dileher Hans.
Mendengar sebutan 'Om ganteng' untuk sekertaris itu membuat wajah Aisyah seakan ingin muntah. "Ganteng dari mana-nya coba," gumam Aisyah yang masih didengar oleh Hans tapi laki-laki itu hanya diam tanpa niat membalas ucapan wanita itu.
♣
Kenzo berjalan menaiki panggung itu dengan gagahnya. Para tamu yang melihat Kenzo langsung terpukau dengan ketampanan pemilik perusahaan XanderGrup itu. Memang tak diragukan lagi ketampanannya karna keturunan Xander memang selalu mencetak pewaris yang tampan dan juga cantik.
Kenzo mencoba untuk tetap tenang, ia berjalan dan berhenti dengan menatap para tamu yang terduduk dihadapannya. Matanya-pun melihat Rara dan para bawahannya yang sedang menatapnya juga.
"Ekhem" Kenzo ber-dekhem untuk menetralkan keadaan. "Semoga hotel ini kedepannya semakin sukses dan mungkin bisa bekerja sama juga dengan perusahaan Xander" lanjutnya dengan mata yang lebih fokus pada wanitanya.
Prok prok prok!
Tepuk tangan para tamu mendengar ucapan dari Kenzo. Rara juga tak segan-segan menepukkan tangannya dengan keras untuk suaminya itu.
"Karna saya masih ada urusan dengan istri dan kedua anak saya yang duduk dibelakang sana jadi saya akhiri pembicaraan ini," ucap Kenzo dengan menatap Rara dengan senyum yang terbit diwajahnya. "Sekian dan selamat siang."
Setelah mengucapkan itu Kenzo turun dari panggung. Semuanya menganga mendengar ucapan dari Kenzo, banyak yang melihat kearah tatapan Kenzo tadi yang tertuju pada seorang wanita dan beberapa bodyguard yang duduk dibelakang.
Rara pun menganga mendengar ucapan suaminya itu. Banyak pasang mata yang melihat kearahnya namun ia hanya diam dengan tersenyum membalas tatapan mereka.
Udah? gitu doang? singkat padat dan jelas sekali pria itu!
▫▫▫▫▫
__ADS_1
Trimksih sudh membaca❤