My Devil Possessive

My Devil Possessive
Mesion Kenzo (2)


__ADS_3

sekarang Rara sedang berada di halaman belakang mesion setelah tadi ada drama nangis dari Hazel yang ternyata sedih karna aktor perempuan diflim itu memutuskan hubungannya dengan oppa kesukaan Hazel. Rara hanya menggelengkan kepalanya melihat kesedihan di wajah Hazel.


"Wanita itu seenaknya memutuskan hubungannya dengan oppa sedangkan aku yang masih menunggu oppa mencintaiku sama sekali tidak di lirik hiks hiks jahat sekali wanita itu"


Itu sepotong ucapan Hazel padanya, Benar-benar Hazel mencintai oppa nya itu walau menurutnya hanya sebatas kekaguman saja.


Rara menatap kedepan, disana terlihat halaman yang sangat luas ingin ia memutari rumah ini namun kakinya tidak kuat jika harus memutari rumah yang sudah melebihi besar toko butiqnya.


"Huh panas sekali hari ini" gumam Rara ketika merasa sinar matahari menerangi nya disini, ia sedang duduk di kursi yang disediakan dihalaman belakang.


"Non ini teh dan cemilannya" ucap salah satu maid yang mengantarkan nampan berisi gelas dan juga piring yang sudah diisi.


"Aku kan ga minta, ko dibawain?" Rara binggung ia sama sekali tidak menyuruh maid untuk megantarkan makanan atau minuman kesini.


"Maaf nona saya hanya disuruh mengantarkannya pada nona muda" tunduk maid itu, ia takut jika Rara tidak mau menerimanya dan malah mengusirnya.


"Ah yasudah sini duduk" jawab ramah Rara pada maid itu.


Maid yang mendengar itu pun mengikuti perintah Rara namun sebelum itu ia menaruh nampannya di meja yang berada di tengah kursi.


"Siapa nama kamu?"


"Marisa nona"


"Gausah nunduk gitu" ucap Rara ketika melihat maid yang bernama marisa ini selalu menunduk ketika sudah menjawab pertanyaannya.


"Maaf nona" Rara melihat ada getaran ditubuhnya, apa wanita ini takut? memangnya Rara terlihat menakutkan?.


"Kamu gausah takut gitu, kenalin nama aku Maura" Rara menyerahkan tangannya untuk bersalaman namun tidak ada salam balik dari maid ini.


"Maaf nona para maid disini tidak diperbolehkan dekat dengan majikannya, say..a permisi kedepan dulu ya nona" sebelum maid itu berdiri dari duduknya, Rara terlebih dahulu mencekal tangan Marissa dan menyuruhnya untuk duduk kembali.


"Kamu ini biasa aja gausah gemeteran begitu sampe dingin gitu tangannya" Rara tak menyangka kenapa maid ini seperti takut padanya? seperti melihat ibu tiri saja.


"Ko aku baru liat kamu ya" lanjut Rara menyadari jika wanita ini tidak terlihat ketika ia tadi kedapur.


"Say..a hanya membantu membersihkan halaman depan saja nona, saya tidak bekerja didapur" ucap Marissa mencoba tenang, bagaimana pun didepannya ini istri dari tuan mudanya jika ia melakukan kesalahan takutnya malah ibunya yang disalahkan.


"Maaf nona Marisa lancang duduk bersama nona, memang anak ini begitu kelakuannya maaf ya nona, Sa ayo ikut ibu" Tiba-tiba suara itu mengalihkan pandangan antara dua orang yang sedang duduk dibangku halaman, ternyata BiSur selaku kepala maid yang berbicara tadi, sekarang BiSur berada di depan mereka.


"Nona saya permisi dulu" ucap Marisa kepada Rara.


Rara bingung tadi BiSur menyebut ibu? apa Marisa ini anaknya?


"Ehh tunggu dulu Marisa ini anaknya bibi ya?" tanya Rara sebelum kedua orang ini menjauh darinya. mendengar nonanya ini bersuara BiSur dan juga Marisa berbalik dan menjawab pertanyaan istri dari tuannya.


"Iya nona Marisa ini anak satu-satunya saya, maaf nona jika dia berlaku tidak sopan tadi" BiSur menunduk bagaimana pun ini anaknya ia takut jika nona nya ini merasa kurang nyaman pada kelakuan Marisa tadi.


"Dia sopan ko bi, ehh Marisa ga ada tugas lagi kan bi setelah ini?"


"Iya nona saya akan menyuruh Marisa kembali ke kamarnya"


Rara mengangguk kan kepalanya mendengar jawaban itu "kalo Marisa aku ajak buat nganterin aku keliling rumah ini gapapa kan bi? lagian juga aku belum tau rumah ini takutnya nyasar"


"Tapi nona" BiSur ingin menolak takutnya anaknya ini malah berprilaku tidak baik nantinya, walaupun tau bagaimana sifat anaknya ia cuma takut anaknya terkena masalah.


"Bi udah tenang aja lagian Marisa nya juga pasti mau kan? yakan? dari pada kamu dikamar ga ada kerjaan" bujuk Rara, ada hal yang ingin ia tanyakan pada Marisa tentang keluarga tuan mudanya pasti anak nya ini tau.

__ADS_1


Marisa melirik ibunya, BiSur hanya mengangguk pasrah ketika bagaimana pun ucapan Rara sama saja seperti perintah.


Ketika melihat jawaban ibunya Marisa pun tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan nona mudanya tadi.


"Marisa jaga sikap kamu ya, saya permisi dulu nona" setelah mengucapkan itu BiSur kembali kedapur, memang tadinya dia kesini karna anaknya itu lama sekali mengantarkan makanan yang ia suruh berikan pada nona, ternyata ketika sampai disini anaknya malah mengobrol dengan istri dari tuan mudanya. mau tak mau ia izinkan nona mudanya ini diantar berkeliling oleh anaknya.


"Mari nona saya antar"


"Bentar aku abisin dulu cemilan sama teh nya kan sayang kalo ga dimakan" Rara kembali duduk dan memakan makanan yang diberikan Marisa tadi, setelah selesai mereka pun berjalan menyusuri rumah ini.


Pertama-tama mereka berjalan di taman yang berada di halaman, Rara yang melihat banyak bunga-bunga bermekaran di taman ini pun tersenyum "Wah tanaman disini sepertinya terjaga dengan baik ya Sa"


Marisa yang mendengar ucapan nona mudanya mengangguk "Iya nona ini taman kesukaan nyonya jadi taman ini dijaga dengan baik"


"Ohh" Mereka berdua masih berjalan menyusuri taman ini, Tiba-tiba Rara menangkap seseorang yang sedang berdiri tegap di depan pohon tak jauh dari tempat keberadaannya dan Marisa.


Loh bukannya itu laki-laki yang berdiri di depan butiq aku ya


Rara teringat dengan cowo yang berdiri di belakang pohon yang tak jauh dari tokonya, mengapa pria ini ada disini?


"Sa itu cowo ko liatin kita?"


"Dia bodyguard nona, memang setiap sisi atau setiap tempat disini selalu diawas bodyguard" ucap jelas Marisa. Rara yang mendengar itupun menganggukan kepalanya sekarang ia tau darimana Kenzo mendapatkan foto-foto ketika ia menaiki ojek pasti dari bodyguard yang disuruh Kenzo mengawasinya.



"Nona dan Marisa sedang berkeliling mesion tuan" ucap Hans ketika masuk kedalam ruangan Kenzo, tuannya tadi memerintahkannya menanyakan kepada orang rumah apa yang sedang nonanya itu lakukan.


"Marisa?" tanya dingin Kenzo.


"Anak dari kepala Maid, tuan"


"Baik tuan" Hans pun keluar dari ruangan tuannya ini.


Kenzo masih menatap jendela luar ia mengingat kejadian malam tadi, Kenzo tersenyum miring ketika tau jika dia adalah orang pertama yang menyentuh Rara, tadi malam adalah hari terindah baginya walaupun bukan sekali Kenzo menyentuh wanita.


"Hah mengapa aku merindukan nya lagi?"



Sekarang Marisa dan Rara sedang berjalan menyusuri lorong dimesion ini, pandangan Rara teralihkan melihat dinding lorong ini disini terdapat banyak bingkai seakan menemani mereka berjalan.


"Eh Sa ini foto siapa?" Rara memandangi bingkai besar pertama yang sepertinya adalah foto pernikahan.


"Ini foto tuan Mikhael xander dan nyonya Putri diana xander nona"


"Neneknya tuan Kenzo ya Sa?"


"Bukan nona mereka adalah orang tua dari nenek Tuan Kenzo"


Rara yang mendengar itu membulatkan matanya, memangnya jaman dulu ada kamera? foto ini juga seperti berada di studio walaupun foto nya hanya berwarna putih hitam tapi terkesan jelas sekali.


Mereka melanjutkan perjalananya, Rara berhenti di bingkai kedua disana juga terlihat foto pernikahan.


"Ini pasti neneknya tuan Kenzo ya Sa"


"Iya nona, tuan Juan xander dan nyonya Mega xander"

__ADS_1


Rara pun mengangguk mendengar jawaban Marisa, difoto selanjutnya mereka melihat foto kedua orang tadi sedang mengandeng tangan kedua anak laki-laki.


"Kedua anak laki-laki itu siapa?" Tanya Rara.


"Mereka anak dari tuan Juan. tuan Georgi alexander dan tuan Giorga alexander, nona"


"Anak? berarti salah satu dari mereka adalah ayah dari tuan Kenzo ya Sa?"


"Iya nona, tuan Georgi anak pertama tuan Juan adalah ayah dari tuan Kenzo"


"Tuan Georginya sekarang dimana, ko aku ga pernah liat ya?"


Mendengar pertanyaan dari nona mudanya, tubuh Marisa seakan menegang ia takut jika harus menjelaskan ini pada nona mudanya takut jika ia salah bercerita.


"No..na bisa tanya langsung pada tuan, mari kita lanjutkan nona" ucap alih Marisa, Rara yang mendengar itu tambah penasaran sepertinya ada sesuatu pada tuan besar itu.


Difoto ketiga ada bingkai foto pernikahan lagi, disana terlihat jelas tuan Georgi dan nyonya Lia yang tersenyum kearah kamera sembari memakai pakaian pengantin.


"Ini tuan Georgi dan nyonya Lia ketika menikah nona" Rara yang mendengar itu mengangguk sekarang ia tau dari mana wajah tampan Kenzo.


Difoto terakhir juga terlihat foto pernikahan.


"Pasti ini pernikahan tuan Giorga kan?" ucap Rara tau karna tuan juan tadi hanya mengandeng kedua anak laki-laki saja.


"Iya nona ini tuan Giorga dan nyonya Klarissa"


"Mereka kemana? ga tinggal disini?" tanya Rara pada Marisa.


"Setau saya tuan Giorga dan nyonya Klarisa pencinta traveling nona jadi mereka bagian mengurusi kantor cabang yang terletak di penjuru dunia"


Rara lagi-lagi mengangguk dan selanjutnya adalah foto-foto Kenzo dan tak lupa adiknya Hazel mereka terlihat imut ketika masih kecil, tanpa sadar Rara tersenyum melihat si kecil Kenzo.


Kayak yang pernah liat tapi dimana ya?


Rara seperti pernah melihat Kenzo saat kecil namun ia lupa atau hanya hayalannya saja ia pernah bertemu?.


Namun disana terdapat satu orang perempuan lagi yang terletak disamping Hazel.


"Ini perempuan siapa?"


Marisa yang melihat itu tersenyum "dia anak dari tuan Giorga nona, namanya nona Agnes.


Rara tergelak, dia sekali lagi melihat foto ini namun terlihat jika beda sekali dengan yang sekarang? apa perempuan itu pernah operasi plastik? atau melakukan permak wajah? namun segera ia gelengkan kepala nya bisa saja wanita itu perawatan wajah sehingga terlihat perbedaannya dengan sekarang.


Dilangkah selanjutnya sudah tidak ada lagi bingkai foto yang terpajang didinding lorong ini. hanya ada lampu-lampu gantung saja disini. mereka pun kembali ke halaman belakang, setelah cape berkeliling Rara dan Marisa pun duduk dibangku taman yang tadi.


"Bisa dibilang lorong tadi juga adalah foto memori keluarga Xander nona jadi jika berjalan disana semua orang yang berlalu lalang bisa melihat silsilah keluarga ini, dan pasti foto penerus selanjutnya akan dipajang juga disana"


Rara yang mendengar itu menatap Marisa, foto penerus juga akan dipajang disana? namun ia tak melihat foto pernikahan dirinya dan juga Kenzo? bukannya mereka juga penerus keluarga ini?


Aku lupa kalo aku kan cuma menikah karna hutang jadi bukan penerus keluarga ini kan?


Rara menggelengkan kepalanya mana mungkin foto dirinya dan Kenzo ada disana lagian juga usia pernikahan mereka pasti tak akan lama, karna setelah pembayaran hutang itu selesai Rara akan bebas dari sini. Membayangkan kebebasan saja sudah membuat hati Rara senang.


Tapi mengapa hati ku terasa berbeda ya?


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

__ADS_1


Suportnya yaa! like comen and vote nya❤


Tunggu kelanjutannya ya! baca terus jangan cuma mampir doang lalu pergi karna ditinggal itu sakit loh🙌


__ADS_2