My Devil Possessive

My Devil Possessive
Dia kembali


__ADS_3

Rara mendengar dari belakangnya seperti ada yang bersuara, dengan segera ia membalikkan badannya menatap belakangnya. disana terlihat ada Kenzo yang sudah siap dengan pakaian kantornya dan sedang berjalan menghampirinya dan juga Hans yang masih setia berdiri didepan pintu rumah ini.


Ini yang membuat keringat dingin Hans keluar, bagaimana tidak? nona mudanya ini tiba-tiba menanyakan prihal statusnya yang sudah menikah apa belum memangnya nonanya akan melakukan apa sampai bertanya seperti itu? apalagi ketika nona mudanya berbicara seperti itu dibelakangnya sudah terlihat tuannya yang menatap tajam dirinya.


"Selamat pagi tuan" sapa Hans ketika Kenzo sudah berada disamping Rara.


Kenzo nampak acuh dan malah asik menatap Rara disampingnya. Masih dengan tersenyum Rara memperlihatkan wajah tak bersalahnya dihadapan Kenzo.


"Ngapain kau disini?" tanya Kenzo memulai membicaraan.


"Aku hanya menyapa sekertaris Hans tuan, iya-kan" ucap Rara diakhiri tatapannya pada Hans yang malah menundukan kepalanya.


"Iya nona"


Kenzo memicingkan matanya pada Hans yang berada dihadapannya. Lain dengan Hans yang hanya diam menerima apa yang akan terjadi dimobil nanti.


"Yasudah aku akan berangkat sekarang" ucap Kenzo dengan menerima tas kerja yang sudah dibawakan salah satu maid.


Rara yang melihat wajah tak enak dari tuannya ini bertanya. "Tuan tidak sarapan dulu?"


"Tidak, aku tidak mood" jawab Kenzo dengan sedikit mengarahkan pandangannya pada Hans.


Mendengar kata mood keluar dari mulut Kenzo membuat Rara ingin tertawa. Dari mana tuannya ini tau kata mood? sepertinya gaul sekali tuannya ini.


Hans melihat wajah manis Rara yang sedang tertawa membuat tatapannya langsung dilirik tajam tuannya itu.


"Yasudah kalo begitu" Rara menyalami tangan tuannya sebagai tanda perpisahan.


"Hans bawakan tas ku" sahut Kenzo memberikan tasnya pada Hans yang langsung mengangkat wajahnya menatap kedua majikannya. Dan Hans langsung menerima tas tuannya itu.


Cup!


Cup!


Tanpa aba-aba Kenzo langsung mencium kening Rara dan juga bibirnya tanpa pedulikan tatapan kaget dari Hans yang masih diam berdiri didepan keduanya.


"Aku berangkat dulu, kau diam-diam dirumah jangan kemana-mana tanpa memberitahu-ku" ucap Kenzo tersenyum tulus pada Rara.


Rara pun menjawab perintah suaminya dengan anggukan kepala.


Kenzo langsung berjalan menuju mobil diikuti Hans dibelakangnya. Namun sebelum Hans pergi dia terlebih dahulu berpamitan pada nonanya. "Mari nona"

__ADS_1


Rara tersenyum dan mengangguk kembali menjawab Hans.


"Hans!!" dari jauh Kenzo memanggil sekertarisnya itu yang malah diam ditempatnya tadi.


Hans langsung berlari dan mendekatkan dirinya untuk membuka pintu mobil yang akan dimasuki Kenzo.


Rara melambaikan tangannya ketika mobil Kenzo sudah keluar dari perkarangan rumah Kenzo. Segera ia masuk kedalam rumah untuk sarapan pagi, perutnya sudah lapar ingin minta diisi.


Sekarang ia berjalan menuju meja makan yang disana terlihat ada Lia yang sedang memakan makananya Sedangkan Hazel mungkin sudah berangkat kesekolah.


Rara menghampiri nyonya yang nampak tenang dengan makanan didepannya, Rara segera duduk dihadapan Lia untuk ikut sarapan bersamanya. Setelah duduk Rara terlebih dahulu menyapa mertuanya.


"Pagi nyonya" sahut Rara.


Lia hanya menatap sekilas wanita dihadapannya dan kembali memakan makanannya. "Hm"


"Nyonya sudah sembuh?" tanya Rara kembali.


"Jangan sok peduli sama saya" judes Lia dengan tatapan yang tak mengarah pada Maura.


"Saya peduli karna bagaimana pun nyonya, mertua saya"


Rara tersentak mendengar nada ngegas dari Lia. Sekarang ia tau darimana sifat sensitif Kenzo.


Tanpa menjawab ucapan Lia, Rara mengambil makanannya dan mulai melakukan rutinitas sarapannya dengan Lia yang juga acuh terhadap dirinya.



"Hans aku sarankan kau cepat cari wanita" tiba-tiba Kenzo berbicara itu kepada Hans yang sedang fokus menyetir.


Hans menatap tuannya dari spion depan dan mengalihakan pandangannya kembali kejalanan. "Saya belum ada niatan untuk menikah tuan"


"Ck! umur mu itu sudah tua, kau masih betah sendiri?" umur Kenzo dan juga Hans hanya selisih satu taun dengan Hans yang lebih muda darinya.


"Saya belum kepikiran tuan untuk menjalin hubungan dengan wanita" jelas Hans.


Kenzo menatap curiga sekertarisnya yang duduk didepan. "Jangan bilang kau ada rasa pada istriku!"


Mendengar itu membuat Hans langsung menggelengkan kepalanya. "Ti..dak tuan saya tidak ada rasa apapun pada nona muda"


Dari mana presepsi tuannya itu muncul? dirinya mana mungkin menyukai nona mudanya sendiri bisa-bisa dihajar oleh tuannya ini.

__ADS_1


"Wanita ku itu cantik mana mungkin kau tidak menyukainya"


"Saya menyukai nona hanya kar-"


"Kau berani-beraninya menyukai wanita ku!!" nada tajam terdengar ditelinga Hans.


Sebelum tuannya itu salah paham Hans terlebih dahulu menjelaskan maksud ucapannya. "Maksud ku aku menyukai nona muda dan tuan muda menjadi pasangan, begitu tuan"


Entah ucapannya itu diterima Kenzo atau tidak yang jelas ia berdoa semoga tuannya ini tidak memperpanjang ini semua. Ia tau pasti tuannya ini marah karna ucapan nona yang menanyai apa dirinya sudah menikah atau belum.


Nona kau membuatku dalam masalah


"Aku rasa kau harus cepat-cepat mencari pasangan atau aku yang mencarikan-nya untuk mu" titah Kenzo yang membuat Hans gemetaran.


Tuannya ini biro jodoh apa? memangnya mencari perempuan semudah itu? jika tinggal memilih sih Hans mampu karna banyak yang mengantri ingin dinikahi olehnya tapikan ini adalah masalah hati dan kenyamanan.


"Saya akan mencari jodoh saya tuan" pasrah Hans, ia akan menanyakan jodohnya nanti digogle siapa tau sinyal jodohnya tertulis disana.


"Bagus, aku mendukungmu Hans"


Iya tuan iya


Setelah perdebatan panjang akhirnya Kenzo dan Hans sampai diparkiran kantor.


Kenzo membuka pintu mobilnya dan berjalan masuk kedalam kantor dengan Hans pastinya dibelakangnya. Saat ia masuk banyak pandangan melihat kearahnya dan ini sudah biasa baginya. Kenzo hanya mengacuhkan mereka semua.


Ceklek


Saat ia akan memasuki ruangannya yang berada dilantai 10 ia pun dikejutkan dengan penampakan seorang wanita yang sedang duduk disofa ruangannya wajahnya sangat ia kenali dipikirannya.


Wanita itu nampak tersenyum melihat kearah Kenzo yang berdiri didepan pintu ruangan. Lantas wanita itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Kenzo yang masih diam terpaku disana.


"Apa kabar?" ucap wanita itu dengan tersenyum manis kearah didepannya.


"Kau!?" Kenzo menunjuk kearah didepannya dengan pandangan yang sulit dijelaskan.


"Iya ini aku Sisil, aku kembali untukmu sayang"


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah membacaaa❤

__ADS_1


__ADS_2