
Setelah mengatakan tujuannya akan kemana mobil yang ditumpangi Rara pun berjalan keluar dari rumah. Disepanjang jalan Keyla sibuk memainkan ponsel milik Rara sedangkan Kevin sibuk menatap luar jendela, keduanya cukup tenang dan tidak ribut seperti tadi.
Keyla nampak sibuk memiringkan dan meluruskan benda persegi panjang ditangannya, Rara hanya acuh membiarkan anaknya itu memainkan ponselnya tanpa tau Keyla sedang melakukan apa.
"Ini bukan tempatnya Nona?" tanya supir ketika berhenti didepan rumah besar yang cukup familiar dipikiran Rara.
Rara menatap bangunan yang tidak berubah itu dan tersenyum manis. "Iya pak, em Bapak pulang aja soalnya saya bakal lama kayaknya." sahut Rara menyuruh supir ini pulang duluan karna ia takut pria berkepala botak ini menunggu dirinya lama.
"Saya tunggu disini saja nona." jawab sang supir tak mau meninggalkan Rara disini.
"Tapi lama gakpapa?"
Dengan segera supir itu mengangguk. "Tidak apa-apa nona."
"Yaudah, saya turun dulu ya pak." Rara pun membuka pintu mobilnya dan menurunkan kedua anaknya yang masih tenang dengan ke-diaman nya.
"Lumah siapa lagi Mah?" tanya Kevin menatap rumah yang cukup besar dihadapannya.
Keyla hanya diam dengan tangan yang memegang ponsel Mamahnya.
"Rumah Ibu sama Bapak, Mamah sayang." Rara tersenyum. "Rumah Nenek kalian." lanjutnya.
Keyla mendongakkan kepalanya menatap Rara yang berdiri disampingnya. "Keyla ndak mau masuk, nanti Nenek na galak lagi kayak yang tadi."
"Gak boleh gitu, bagaimana pun mereka Nenek kalian, Keyla sama Kevin harus hormat ke orang yang lebih tua ya." nasehat Rara agar kedua anaknya tidak bersikap seperti itu. Walaupun Rara sebenarnya takut jika Mamah tirinya berprilaku yang tidak-tidak dengan kedua anaknya nanti ketika bertemu.
"Kalo olang jahat emang na halus diholmatin ya Mah?" tanya Keyla polos membuat Rara binggung menjawabnya.
"Pokoknya Keyla sama Kevin harus hormat sama orang yang lebih tua dari kalian. Mau yang baik ataupun yang gak baik oke? udah yuk kita masuk," setelah itu ketiganya pun masuk kedalam perkarangan rumah yang memiliki banyak kenangan dihati Rara, tepatnya kenangan pahit.
Tok!Tok!Tok!
"Permisi." Rara mencoba mengetuk-ngetuk pintu rumah ini, tapi sayangnya rumah ini nampak sepi.
TokTokTok!
Rara masih mencoba mengetuk-ngetuk pintu agar orang didalamnya keluar tapi sayangnya tidak ada jawaban.
Orangnya pada kemana ya?
__ADS_1
Rara binggung karna tak biasanya rumah sepi kayak gini, kalo pun sedang pergi pasti masih ada maid yang bisa membuka pintu.
"Ndak ada olang na kali." sahut Keyla yang berdiri disamping kakaknya-Kevin.
Kevin yang melihat itu ikut mengetuk-ngetuk pintu dihadapannya sampai menggedorkan keras. Keyla pun ikut membantu mengedor-ngedor pintunya.
Walau sudah diketuk kencang tapi tetap saja tidak ada jawaban, Rara menatap sekeliling halaman rumah ini yang cukup tidak terawat karna daun-daun dan ranting pohon berhamburan ditanah.
"Tumben banget rumah kotor kayak gini." gumam Rara.
Ia tau Ratna-Mamah tirinya sangat tidak menyukai hal-hal yang kotor makannya saat itu dirinya sering dimarahi tidak bersih saat membersihkan rumah ini.
Sudah 4 tahun Rara tidak kesini membuatnya rindu akan suasana disini, walau suasana dulu cukup menyakitkan baginya tapi tetap saja Rara merindukan itu semua.
TokTokTok!
"Pelmisiii ada olang?" teriak Keyla dengan kencang membuat Rara tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
Beberapa orang berbaju hitam dan berkacamata hitam mendekat kearah Rara dan kedua anaknya.
Rara yang melihat itu langsung memegang Keyla dan Kevin takut orang-orang itu akan berbuat jahat padanya.
"Kal..ian siapa?" gugup Rara menatap beberapa orang yang sudah diam dihadapannya.
Rara menatap dalam orang dihadapannya. Ia menghela nafasnya pelan saat sadar orang-orang ini adalah bodyguard suaminya-Kenzo.
"Kalian ngikutin saya?" tanya Rara yang langsung diangguki Bodyguard itu.
"Kami diperintahkan tuan Kenzo untuk mengawasi nona."
Rara mengumpat dalam hati, mengapa Kenzo menyuruh orang-orang ini mengawasinya? memangnya dia akan pergi lagi begitu? lagian-kan ia sudah berjanji tidak akan pergi ataupun kabur lagi.
"Ada yang bisa kami bantu nona?" tanya kembali bodyguard itu pada Maura.
Dengan cepat Rara mengangguk. "Saya ketok-ketok rumah ini kayaknya gaada orang." Rara tersenyum, tidak apa-apa kan jika dirinya menyuruh para bawahan Kenzo? lagian dirinya kan jarang meminta bantuan pada mereka. "Em tolong bisa ketokin gak? tangan saya pegel."
"Baik nona." setelahnya para bodyguard itu berpencar entah kemana, hanya tinggal dua saja yang berdiri didepan Rara untuk mengetok-ngetok pintu ini.
Tok!tok!tok
__ADS_1
Rara menatap diam bodyguard itu, ia sebenarnya tidak enak menyuruh tapi kebetulan mereka ingin membantu ya bagaimana mungkin Rara menolak?
Kedua pria itu nampak saling pandang dan mengangguk.
Bruk! bruk! gedubrak!
"Ehh kok di dobrak sih." Rara membulatkan matanya ketika kedua orang itu mendobrak pintu rumah ini.
"Maaf nona."
Apa kedua orang ini kesal ya karna tak dibukakan? Rara hanya diam dengan tatapan kearah pintu yang sudah jatuh kelantai.
"Kalian harus tanggung jawab ya nanti sama pintunya." setelah mengatakan itu Rara masuk kedalam dengan Kevin dan Keyla.
Ternyata gak berubah
Rumah ini masih sama seperti dulu tapi bedanya rumah ini tidak terawat dengan baik karna banyak debu-debu yang menempel ditempat ini.
"Saya akan mengecek-nya dulu nona." Pada Bodyguard itu langsung berkeliling rumah ini untuk mengecek apa ada orang atau tidak. Rara hanya diam dengan menatap sekelilingnya, ia rindu semuanya.
"Mamah kok nangis?" tanya Keyla ketika melihat mata Rara yang mengeluarkan air.
Mendengar itu Rara langsung menghapus air matanya dan tersenyum menatap kedua anaknya. "Gak kok, Mamah cuma rindu aja suasana disini. Dulu Mamah-kan tinggal disini." ucapnya dengan menahan air matanya untuk tidak keluar kembali
Keyla dan Kevin hanya mengangguk percaya. Tak lama Rara berdiri disini kedua Bodyguard tadi datang menghampirinya kembali.
"Sudah tidak ada orang nona, sepertinya sudah pindah karna saya tidak menemukan pakaian-pakaian dilemari kamar." jelas Bodyguard berambut gimbal itu.
"Pindah?" banyak pertanyaan yang berada dipikiran Rara. Kenapa ayahnya pindah tanpa memberitahu-nya? kemana kira-kira mereka?
Tiba-tiba saja bodyguard yang lain masuk dan mendekat kearah Maura.
"Maaf nona, saya mendapat informasi jika rumah ini sudah kosong sekitar 3 tahun yang lalu. Pemiliknya pergi begitu saja."
3 Tahun yang lalu?
"Pergi gitu aja?" tanya Rara pada orang yang berbicara tadi.
Bodyguard itu mengangguk. "Karna terlilit hutang yang cukup banyak membuat pemilik ini pergi begitu saja untuk menghindari hutang-hutangnya."
__ADS_1
▫▫▫▫▫
Trimksih sudah membca❤