My Devil Possessive

My Devil Possessive
Kesal Rara


__ADS_3

"Itu memang wanitaku, bodoh!" Kenzo mendekat kearah Rara dan duduk disamping wanitanya kembali.


Orang yang masuk tadi masih menatap kedua orang dihadapannya dengan pandangan tak percaya.


"Kakak ipar?!" Malik mendekat kearah Rara dengan kedua tangan yang ingin memeluk tapi sebelum memeluk Rara, Kenzo terlebih dahulu mencegahnya.


"Hey! berani-beraninya kau ingin memeluk wanita-ku!" tajam Kenzo menatap temanya dengan penuh dendam membuat Malik mengurungkan niatnya untuk memeluk wanita yang disebut kakak ipar olehnya.


"Ck! aku hanya ingin melepas rindu dengannya, memeluk saja tidak boleh." Malik menatap Kenzo tak kalah tajam. "Dasar posesif." gumamnya kecil agar tidak didengar pria dihadapannya.


"Cari saja wanita lain untuk kau peluk!" ujar Kenzo membuat Malik menekkukan wajahnya dan ikut duduk disofa yang berada disamping temannya-Kenzo.


"Aku ini hanya menyukai adikmu tapi Hazel malah menolakku hiks, betapa sakitnya hati ku ini." ucap Malik dengan suara yang disedih-sedihkan membuat Rara tersenyum kecil.


"Kak Malik suka sama Hazel?" tanya Rara menatap teman suaminya dengan pandangan terkekeh, karna wajah Malik saat ini membuatnya ingin tertawa.


"Iya, kakak ipar mau bantu deketin aku sama Hazel?" berbinar wajah Malik menatap Rara dengan senang membuat Kenzo menatap tajam teman disampingnya.


"Ck! jaga matamu itu!" jawab Kenzo membuat kedua orang disini memutarkan bola matanya malas.


"Boleh, nanti aku coba tanyain Hazel ya." ucap Rara menjawab pria dihadapannya, ia juga merasa kasihan pada pria bernama Malik itu.


"Kau tidak udah membantu dia Sayang, biarkan dia berusaha sendiri." sahut Kenzo menatap Rara dengan tersenyum manis. Sesekali dirinya mencium seluruh wajah Rara tanpa menghiraukan temannya.


"Ck! pantas aja lo gak ngebolehin gue masuk kesini Zo." ucap malas Malik ketika tau jika kedua orang ini sedang bermesra-mesraan.


"Jika kau tau silakan pergi dari sini." jawab Kenzo membuat Malik merasa kesal. Padahal Malik baru saja tiba di Indonesia lagi dan ia menyempatkan kesini untuk mengunjungi temannya tapi ternyata Kenzo malah mengusirnya.


"Untung lo calon kakak ipar gue, jika tidak-" sahut Malik membuat Kenzo menatapnya garang.


"Jika tidak apa?!"


"Tidak jadi." Malik mengalihkan pandangannya dari Kenzo yang menatapnya.


"Huwaaaa Mamaaa!!"


Terdengar suara tangisan dari kamar membuat ketiga orang ini terkejut terutama Malik yang tidak tau suara siapa itu.


Rara langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju ke ujung ruangan ini, ia bergegas masuk kedalam pintu yang sudah terbuka.


Kenzo ikut bangkit membuat Malik pun mengikuti kedua orang itu yang masuk kedalam sebuah pintu yang ia tau jika itu adalah kamar.

__ADS_1


Mata Malik membulat ketika sudah berada didepan pintu kamar ini, ia dikejutkan dengan anak perempuan yang dipeluk Rara.


"Me-mereka an-anak siapa?" sahut Malik masih dengan binggung.


Rara membawa Keyla dalam pelukannya, ia mengelus punggung sang anak untuk menenangkannya. Lain dengan Kevin yang terduduk diam menatap Keyla dengan pandangan malas.


"Keyla kenapa sayang?" tanya Rara pelan, ia kaget mendengar suara tangisan Keyla yang mengelenggar diruangan ini.


"Kak Kepin pukul Keyla huwaaa! akit!!" jawan Keyla dengan sesenggukan, Rara menatap Kevin dengan pandangan bertanya.


"Keyla na ndak bisa diem tidulna, kaki na kena kepala Kepin." ucap Kevin dengan memegang kepala kecilnya.


Rara menghembuskan nafasnya pelan, ini sudah biasa baginya karna memang Keyla dan Kevin tidak bisa akur membuat dirinya sering dipusingkan dengan tingkah mereka.


Kevin berjalan menuju Kenzo yang diam menatapnya, ia merentangkan tangannya meminta Papahnya itu menggendonya.


"Endong."


Kenzo mengangguk dan menggendong sang anak membuat Malik menatap keduanya dengan binggung. Dilihat kedua pria dihadapannya ini sangat mirip.


"Ini anak Lo, Zo?" tanya Malik membuat Kevin menatap pria itu, ia baru menyadari jika ada orang selain kedua orang tuanya disini.


"Hm." gumam Kenzo membuat Malik terdiam.


"Ya bisa-lah aku dan wanitaku itu kan sudah menikah!" Kenzo berjalan keluar dari kamar diikuti Rara yang menggendong Keyla yang masih menangis.


Malik terdiam beberapa saat tapi tak lama ia langsung ikut keluar dari kamar ini dan menghampiri kedua orang yang masing-masing menggendong seorang anak.


"Hiks hiks." seguk Keyla digendongan Rara membuat wanita itu mencoba menenangkan anak ini.


"Udah ya sayang? jangan nangis," ucap Rara mengelus kepala anak itu dari belakang.


Kenzo menatap anak yang sedang duduk disofa sebelahnya dengan menggelengkan kepalanya. Kevin nampak tenang melihat Keyla yang terus menangis karna ulahnya. Apa anak ini tidak merasa bersalah?


"Kau minta maaf pada adikmu sana." titah Kenzo membuat Kevin menatap pria itu dengan pandangan bertanya.


"Kepin ndak salah apa-apa, ngapain Kepin minta maap?" tanya Kevin membuat Kenzo mengelus puncuk anaknya.


"Kau membuat adikmu itu menangis, cepat minta maaf atau Kevin mau dihukum?" Kenzo menajamkan pandangannya kearah Kevin.


Kevin yang melihat itu hanya diam. Tak lama ia turun dari sofa dan mendekat kearah Rara yang berdiri menggendong Keyla untuk menenangkan adiknya itu. Kevin berdiri dihadapannya Rara dan memberikan tangannya.

__ADS_1


"Kepin minta maap." singkat Kevin membuat Keyla menatap kakaknya itu dengan wajah cemberut.


"Tulun." ucap Keyla kepada Mamahnya untuk menurunkan dirinya. Rara pun menurunkan anak perempuan itu dan menatap kedua anaknya yang sekarang berdiri dihadapannya dengan saling berhadapan.


Kevin masih menggantungkan tangannya untuk menjabat tangan adiknya tapi Keyla nampak tak minat menerima uluran tangan dari kakaknya.


"Tapi Kepin beliin Keyla pelmen ya? balu Keyla maapin." ucap Keyla membuat penawaran untuk memaafkan kakaknya.


Mau tak mau Kevin mengangguk. "Iya." Kedua anak ini memang seperti ini. Kadang bertengkar tapi tak lama lagi baikkan dengan Keyla yang meminta sesuatu pada Kevin jika anak laki-laki itu meminta maaf.


Rara hanya menghela nafasnya pelan lalu berjalan ke-sofa untuk duduk disamping Kenzo. Ia menatap kearah sampingnya melihat teman suaminya yang masih terdiam berdiri.


"Kak Malik kenapa?" sahut Rara membuat Kenzo ikut menatap pria itu.


Malik berjalan mendekat kearah sofa dan duduk disana. Ia diam mencoba menjernihkan pikirannya tentang semua ini, entahlah pikirannya merasa belum paham dengan semua ini.


"Kalian adopsi anak?" tanya Malik yakin tak yakin dengan menatap kedua orang disampingnya.


Kenzo dan Rara terkekeh bersama, sepertinya pria ini belum mengetahui jika sebenarnya saat kecelakaan itu Rara sedang mengandung anak Kenzo.


"Ck! kau lihat saja kedua anak itu." ucap Kenzo menatap kedua anakknya yang sedang berlari-larian di ruangan ini. "Jika kedua anak itu hasil adopsi mengapa wajah mereka sangat mirip denganku?"


Wajah Rara berubah, entah kenapa dirinya selalu kesal jika mengetahui fakta kalo kedua anaknya itu hanya mirip dengan Kenzo-suaminya.


Mendengar itu Malik ikut menatap kedua anak yang sedang berlari-larian. Iya, kedua anak itu memang mirip dengan Kenzo tapi kenapa bisa memiliki anak secepat ini? bukannya mereka baru saja bertemu?


"Apa lo selingkuh Zo? terus lo punya anak dari cewek lain? wah parah lo!"


Ucapan Malik membuat Rara makin menekkukan wajahnya, padahal kedua anak itu dirinya loh yang melahirkan tapi kenapa malah dibilang anak dari perempuan lain?


"Aku yang lahirin mereka kak." ucap Rara dengan sedikit malas. Iya dirinya tau jika kedua anak itu tidak mirip dengannya, tapi kenapa harus diperjelas seperti itu sih?!


"Kakak ipar yang lahirin mereka? kok-" ucapan Malik terpotong dengan suara dari seorang perempuan dihadapannya.


"Iya tau, gak usah dibilang lagi kak. Emang kedua anak itu miripnya sama pria ini." sahut Rara dengan mengarahkan matanya kearah sampingnya menatap Kenzo yang hanya terkekeh.


Malik langsung mengerutkan dahinya. "Bukan, maksud gue tuh kok bisa? bukannya kalian baru ketemu ya?"


Rara makin menekkukan wajahnya, dirinya merasa malu, Ingin rasanya Rara tenggelam saja dari sini sekarang. Kenzo yang melihat wajah kesal dari wanitanya hanya terkekeh, pria itu langsung mendekatkan wajahnya pada telinga Rara untuk membisikkan sesuatu.


"Kau tenang saja, aku pastikan anak ketiga kita akan mirip denganmu. Tapi jika nanti masih mirip denganku mungkin kita harus kerja ekstra untuk membuat sepertimu." pelan Kenzo dengan senyum miring andalannya membuat jantung Rara berdetak tak karuan sekarang.

__ADS_1


▫▫▫▫


Terimakasih sudah mmbaca❤


__ADS_2