My Devil Possessive

My Devil Possessive
Berhasil


__ADS_3

Rara tersenyum manis menatap tuan mudanya dengan kedua tangan yang masih melingkar di leher Kenzo, sebisa mungkin ia menjalani rencana ini dengan baik agar Rara bisa pergi bersama adik iparnya.


Lain halnya dengan Kenzo yang nampak binggung dengan perilaku wanitanya.


"Kau kenapa?" ucap Kenzo sembari menatap Maura dengan pandangan bertanya. Tak biasanya Maura bersikap seperti ini padanya.


Maura menggeleng kan kepalanya dengan ekspresi yang menurut Kenzo menggemaskan. "Aku tidak apa-apa tuan"


Rara menyenderkan sebelah kepalanya di dada Kenzo yang tidak tertutup apa-apa.


Tinggi Rara hanya sebatas dada Kenzo, entah tuannya ini yang terlalu tinggi atau dirinya yang pendek.


Karna posisi telinganya yang disenderkan pada Kenzo, ia dapat merasakan dentuman jantung dari suaminya ini.


Jantungnya ko berdetak lebih kencang ya


Sebenarnya ia pun sama, karna posisi mereka yang cukup intim.


"Kau ini kenapa?" tanya sekali lagi Kenzo.


Rara mendongakkan kembali kepalanya menatap pria dihadapannya. "Aku tidak apa-apa tuan, memangnya tidak boleh ya aku seperti ini pada suamiku sendiri" ucap Rara dengan ekspresi cemberut.


Ia memang pernah masuk ekstrakulikuler drama disekolahnya jadi ia hanya tinggal mempraktekkan apa yang diajari saat ia berlatih drama saat itu. Tapi bedanya mungkin Rara harus menurunkan harga dirinya sedikit saat melakukan adegan drama ini.


Kenzo merasa dirinya sudah tidak tahan lagi ketika melihat wajah menggemaskan dari istrinya namun ia mencoba untuk menahannya agar ia tahu apa yang membuat Rara berprilaku seperti ini. "Ck! kau berusaha menggodaku?"


"Memangnya wajah ku terlihat seperti menggodamu ya?" jawab Rara.


"Aku tidak menggodamu tuan" Rara menurunkan tangan satunya untuk menyentuh dada Kenzo.


Kenzo menaikkan sebelah alisnya dengan wajah yang masih menatap diam Rara.


"Aku hanya bosan dirumah ini tuan, akhir-akhir ini juga tuan sibuk dengan pekerjaan mu" sekarang Rara memasang wajah sedihnya itu yang pastinya hanya berpura-pura.


"Lalu? mau mu apa? kau ingin ku belikan rumah baru? agar kau tidak bosan berada dirumah ini terus hm?" tangan Kenzo bergerak memeluk pinggang belakang Rara dengan posesif.


Rara merasa tidak nyaman ketika tangan Kenzo memeluk tubuhnya, Tapi ia harus melanjutkan kembali rencananya. Rara pun kembali mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo.


"Aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membeli rumah tuan, memangnya tuan ingin membelikan ku?"


Hutang-hutang ku saja belum lunas! Bagaimana aku mau membeli rumah baru! batin Rara.


Tiba-tiba Kenzo melepaskan rangkulannya dari pinggang Rara. Ia pun ikut melepaskan tangannya dari Kenzo.


Kenzo pun melangkah menjauhi Rara yang masih berdiri ditempat tuan mudanya berdiri tadi.


Rara menatap heran tuan mudanya.


Apa tuan marah? apa aku keliatan matre ya tadi? duhh kenapa ya tadi aku ngomong gitu, padahalkan tadi cuma bercanda


Rara membalikkan tubuhnya melihat Kenzo yang menuju arah tempat tidur.


entah apa yang akan dilakukan tuan mudanya, namun ia melihat jika sepertinya tuan mudanya akan menelpon seseorang.


"Halo Hans!"


"...."


"Carikan rumah mewah untuk istriku, jika tidak ada kau saja yang bangunkan rumah itu sendiri!"


Mendengar hal itu Rara membulatkan kedua matanya. tuannya ini benar-benar akan membelikkannya rumah?

__ADS_1


Beneran tuan akan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membelikan ku rumah?


Memangnya membeli rumah pakai daun apa ya? Rara tidak habis fikir dengan tuannya ini, Kenzo mampu membeli rumah berarti uangnya banyak bukan? kenapa hutang ayahnya harus dibayar? kenapa tidak diikhlaskan saja coba, kan dia orang kaya.


"Jangan lupa surat-suratnya atas nama istriku, kau mengerti?!" lanjut Kenzo.


Rara langsung melangkahkan kakinya menuju tuan mudanya ini, jangan sampai Kenzo membelikannya rumah, Bisa-bisa nyonya benar-benar menganggapku wanita matre.


"Tu..an" ucao Rara ketika berada disamping Kenzo.


Kenzo mengalihkan pandangannya ke arah Rara dengan ponsel yang masih bersender pada telinganya.


Rara binggung harus bicara apa sekarang, padahal ia sudah memiliki banyak rencana diotaknya tapi kenapa ketika ingin mengucapkannya ia malah lupa?. "Ak..u cuma bercanda tadi tuan iya bercanda"


Kenzo mematikan sambungan handpone nya itu sepihak, ia langsung menatap kembali wanitanya yang sebenarnya ia tidak ketahui maunya apa. "Kau ini sebenarnya mau apa? langsung saja ucapkan"


Kenzo melangkah menuju tempat tidur untuk mengambil pakaiann yang sudah Rara siapkan tadi. namun ketika Kenzo akan menggunakan pakaiaannya, Rara kembali menghampiri Kenzo untuk menyuruhnya duduk.


Saat Kenzo sudah duduk dipinggiran kasur, Rara duduk dipangkuan Kenzo dengan tubuh saling berhadapan. ia sudah tidak memikirkan harga dirinya sekarang, toh didepannya ini adalah suaminya.


"Berhenti menggodaku atau kau tau akibatnya!" ucap Kenzo, jujur ia sungguh menahan hasratnya sedari tadi namun sepertinya wanita ini malah memancing hasrat itu kembali.


Rara menatap tuannya ini. "Tuan" ucap Rara dengan tangan yang ia kalungkan kembali kepada leher Kenzo.


Cup


Rara sekilas mencium bibir Kenzo. "Hazel mengatakan besok ada pasar malam dipusat kota, aku bosan dirumah terus tuan, jadi boleh kan aku pergi kesana" Rara menurunkan tangannya untung memegang dada Kenzo yang nampak seperti roti sobek itu.


Kenzo sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, sekarang tangannya sudah tidak bisa dikontrol kembali. Kenzo sudah mulai memegang tubuh wanita di hadapannya.


"Kau ingin pergi kesana hm?" ucap Kenzo dengan tangan yang sudah kemana-mana.


Rara berusaha untuk tidak mengeluarkan suara, jadi ia mengangguk menjawab ucapan Kenzo.


Kenzo membaringkan Rara diatas kasurnya itu, ia tidak jadi memakai baju tidurnya itu karna perbuatan wanitanya.


"Ja..di aku boleh kan k..esana tu..an?" tanya Rara mencoba menahan suaranya ketika Kenzo menyentuk titik pribadinya.


"Hm" Kenzo mulai sibuk dengan aktivitasnya sekarang.


Rara tersenyum, rencananya berhasil meminta izin pada Kenzo walau sekarang ia sepertinya akan bergadang malam ini, tapi intinya besok Rara tidak akan berdua bermalaman dengan tuan mudanya.



06:00 PM.


Rara terbangun dari tidurnya ketika merasa ada lengan kekar yang memeluknya dari belakang. siapa lagi coba kalo bukan tuan mudanya.


Ia berusaha menyingkirkan lengan itu dari pinggang nya dan berusaha bangkit dari tidurnya.


Malam tadi mereka melakukannya kembali hingga pagi tadi, Kenzo benar-benar membuatnya seakan sulit untuk berjalan pagi ini.


Rara mengambil handuk yang berada dilaci samping dan memakainya untuk menutupi tubuh polosnya. Sekarang Rara akan membersihkan tubuh kotornya di kamar mandi.


Setelah mandi Rara melihat Kenzo yang masih tertidur pulas diatas kasur. Dengan segera ia memakai pakaiannya dan melangkah menuju tempat tidur, ia berniat akan membangunkan tuan mudanya ini.


"Tuan" panggil Rara, ia duduk disamping tempat tidur.


Rara duduk dan mendekat kearah Kenzo untuk membangunkan pria ini. "Tuan bangun ini sudah pagi"


Tapi sepertinya tuannya ini tidak memperlihatkan gerak-gerik akan terbangun.

__ADS_1


"Tuann kau tidak bekerja?" panggil Rara kembali dengan tangan yang menggoyangkan lengan Kenzo untuk membangunkan pria ini.


Pingsan kali ya? atau jangan-jangan?


Rara mendekatkan telinganya ke dada Kenzo, ia akan memeriksa detak jantung tuan nya ini. apa masih berdetak atau tidak.


Namun ketika telinganya sudah menempel pada dada Kenzo tiba-tiba ada suara yang membuatnya ingin sekali hilang dari sini.


"Kau mau menggodaku lagi hm? memang nya tadi malam tidak cukup untukmu?" suara bariton itu membuat wajah Rara memerah seperti tomat sekarang.


Dengan segera Rara menjauhkan kepalanya dari Kenzo. "Tuan ak..u hanya ingin membang-"


"Yayaya aku tau pasti kau ingin melakukannya lagi bukan? ini masih pagi sayang" ucap Kenzo dengan kedua tangan yang ia tekkukan dibelakang kepalanya yang masih berbaring itu.


Wajah Rara kembali memerah mendengar ucapan tuan mudanya ini. apa tadi ia mengatakan sayang? mendengar panggilan sayang itu membuat jantungnya berdetak tidak normal.


"Buk..an tuan aku hanya akan-"


"Kau ini sepertinya tidak sabaran ya?" ucap Kenzo bangkit dari tidurnya dan duduk disamping wanitanya.


Dasar pria mesum!


Rara kesal sekali dengan pria dihadapannya, ucapannya selalu saja dipotong. padahalkan ia hanya berniat membangunkan pria ini agar tidak terlambat pergi ke kantor.


"Jangan memasang wajah seperti itu, kau berusaha menggodaku kembali?"


"Tidak tuan aku tidak menggodamu, sebaiknya tuan mandi sekarang kalo tidak tuan akan terlambat pergi kekantor" ucap Rara menasehati pria dihadapannya ini sebelum ia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.


Kenzo menatap wanitanya. "Biarkan saja terlambat lagipula tidak akan ada yang memarahiku, kau lupa siapa aku?"


Iya tidak akan ada yang memarahi mu, aku tidak mungkin lupa jika kau adalah laki-kaki kejam, tidak berperasaan, tidak berprikemanusiaan!


"Aku hanya memberitahumu tuan" Rara bangkit dari duduknya namun sepertinya ada tangan yang menahannya.


Rara kembali menatap tuannya ini. "Tuan, ini masih pagi aku sudah mandi. aku tidak mau jika harus mandi lagi"


Kenzo menaikkan sebelah alisnya. "Memangnya aku akan berbuat apa sampai kau harus mandi lagi? kau ini berpikiran mesum sekali" ucap Kenzo membuat wajah Rara kembali memerah.


Kau yang mesum! seenaknya mengatai ku mesum!


"Tuan sebentar lagi sarapan, kasian yang dibawah jika menunggu kita terlalu lama" ucap Rara mengalihkan pembicaraan.


"Morning kiss"


Rara menatap Kenzo dengan pandangan bertanya, apa tadi? dia bilang apa?


"Hah?"


"Morning kiss, jika tidak aku tidak akan bangun" ucap Kenzo.


Rara membulatkan matanya, apa-apaan tuannya ini kenapa ia menjadi manja? biasanya saja tidak ada tuh morning kiss.


"Tuan" gugup Rara.


"Kelamaan!" Cup


Kenzo mencium terlebih dahulu wanita dihadapannya, lalu dengan segera ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dengan handuk yang sudah melingkar ditubuhnya.


Rara menganga ketika merasakan ciuman mendadak dari tuannya. ia kembali tersadar ketika pintu kamar mandi tertutup cukup kencang. ia memegang bibirnya itu dengan tangannya.


Dasar mesummmm!!!!!

__ADS_1


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Trimksih sudah membaca!❤


__ADS_2